
"KAUU. "Teriak Zara syok ketika meliahat siapa Yang datang yangbtidak lain mantan suaminya.
Dengan cepat Zara langsung menutup pintunya kembali, Sungguh dirinya tidak menyangka Raka datang ke rumahnya. Melihat Zara langsung masuk kembali Raka kembali mengetuk pintunya, Ia tidak menyerah ia terus mengetuk pintu Yang di tutup Zara.
Tok tok tok
"Zara buka pintunya aku ingin bicara denganmu. "Teriak Raka diluar.
"Pergilah kita sudah tidak punya urusan lagi. "Jawab Zara sambil terisak.
Raka menggeleng walau Zara tidak melihatnya."Tidak aku tidak akan pergi dari sini sebelum aku berbicara denganmu. "Tolak Raka tegas.
"Terserah aku tidak peduli. "Sahut Zara.
Sambil mengusap air matanya ia meninggalkan Raka Yang masih terus berteriak memanggil namanya, Namun Zara berpura - pura tidak mendengarnya. Dengan senyum Yang di paksakan ia menghampiri kedua anaknya, Ia tidak mau sampai anak - anaknya melihat menangis terutama Zein.
__ADS_1
"Siapa yang datang Mom?, Tadi sepertinya aku mendengar suara teriakan."Tanya Zein penasaran.
"Bukan siapa - siapa hanya orang Yang cari alamat saja, Mungkin tadi kamu Salah dengar sayang. "Ucap Zara sambil mengusap pipi Zein lembut.
"Masa sih. "Kata Zein tidak percaya. " Kenapa mata Mommy merah begitu, Mommy habis menangis ya? "Lanjutnya ketika sadar mata sang ibu bengkak seperti orang Yang habis menangis.
Zara gelegapan mendengar pertanyaan Zein, Ia tidak menyanka Mata Zein sangat jeli.
"Tidak, Mom tidak habis menangis mata mom tadi kelilipan makanya merah. "Bohong Zara.
"Sudahlah jangan di bahas lagi tidak penting juga, Sebaiknya kalian tidur ini sudah malam besok kan harus sekolah lagian adikmu sudah mengantuk tuh. "Kata Zara mengalihkan pembicaraan sambil melihat kearah Sein.
"Ya sudah sebaiknya kita tidur kasihan juga Sein sudah terlihat mengantuk. "Jawab Zein pasrah.
Zein langsung pergi kekamarnya setelah pamit pada Zara, Melihat kepergian Zein akhirnya Zara bernafas lega karna dirinya tidak harus menjawab pertanyaan putranya itu.
__ADS_1
"Akhirnya""Gumam Zara.
Zara langsung menggendong putrinya Yang sudah tertidur, Untuk dibawa kekamar Sein setelah menidurkan putrinya di kasur ia langsung pergi ke kamarnya karna dirinya juga sudah mengantuk.
Zein Yang baru keluar dari kamar mandi langsung berjalan ke ranjangnya ia berniat untuk langsung tidur, Namun ketika matanya menatap gorden Yang belum tertutup terpaksa dirinya turun kembali.
Baru saja dirinya akan menutup gorden itu, Nmun mata menangkap mobil Yang sangat familiar terpakir di depan rumahnya.
"Mobil siapa ya, Kenapa parkir di depan rumah ini. "Gumam Zein karna dirinya lupa.
Mata semakin memicing melihat Raka Yang berdiri tidak jauh dari mobil itu terparkir, Sorot mata tajam bertatatap dengan mata sendu Raka Yang kebetulan melihat kearahnya persis empat tahun ketika Raka meninggalkan rumah mereka dulu.
Zein langsung mengalihkan pandangannya dari Raka bahkan ia langsung menutup gorden begitu saja, Ia sungguh tidak mengerti pada Raka. Tanpa peduli dengan Raka Yang masih berdiri diluar ia langsung menggulung tubuhnya dengan selimut, Bahkan beberapa menit kemudian Zein sudah tidur terlelap.
Tengah malam Zara bangun karna panggilan alam, Dengan terburu - buru ia berlari kearah kamar mandi. Beberapa saat kemudian ia keluar dengan perasaan lega. Seketika ia ingin kedatangan Raka beberapa jam Yang lalu, Karna penasaran ia mengintip lewat jendela kamarnya. Dan benar saja Raka masih berdiri di depan rumah bahkan tubuhnya sudah menggigil, bahkan Raka menggosok - gosoknya kedua tangannya karna kedinginan.
__ADS_1
Terbesit rasa iba di dalam hati Zara melihat pria Yang dulu sangat ia cintai kedinginan, Namun buru - buru ia tepis di pikiran itu karna dirinya tidak mau terluka lagi karna perasaannya sendiri.
Karna tidak mau larut kembali dengan perasaannya sendiri, Zara memilih untuk melnjutkan tidurnya kembali masa bodo dengan Raka Yang masih berdiri di depan rumah. Katakanlah Zara tega pada Raka lagia dirinya tidak menyuruhnya pikirnya.