Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 110


__ADS_3

Sejak Bram memberitahu dirinya bahwa Zara masih sah istrinya, Awalnya ia tidak percaya dengan ucapan sang ayah. Namun Bram menjelaskan bahwa ternyata dulu Dion tidak menyerahkan berkas perceraian nya kepada pengacara, Melainkan Dion berikan kepada Bram.


Raka yang dulu sibuk dengan perusahaan yang kebetulan saat itu sedang bermasalah hingga mengharuskan dirinya bolak - balik keluar kota, Karna di sibukan dengan masalah kantor membuat Raka lupa dengan berkas perceraiannya dengan Zara.


Rasa bahagia di hati Raka tidak bisa di ungkapkan dengan kata - kata setelah mengetahui fakta itu, Sejak bangun tidur senyum di bibirnya tidak pernah pudah. Semangat Raka semakin berkobar untuk mengejar maaf dari Zara dan kedua anaknya, Apalagi dengan status mereka yang masih sah suami istri di mata hukum dan agama rasanya ia sudah tidak sabar untuk berkumpul dengan mereka sebagai keluarga utuh.


Setelah penampilannya rapi Raka turun kebawah untuk sarapan dengan yang lain, Rencana hari ini ia akan menemuai Zara kembali ia tidak akan menyerah dan terus berjuang sampai kapanpun untuk mendapatkan maaf dari Zara.


Kedatangan Raka kebawah menjadi pusat perhatian yang lain, Bukan terpesona dengan penampilan Raka melainkan tatapan aneh pasalnya Raka terus senyum - senyum sendiri tidak seperti biasa selalu memasang wajah datar dan dingin membuatnya menjadi perhatian yang lain.


"Selamat pagi semuanya. "Sapanya dengan semangat.


"Pagi. "Jawab Bram. Sedangkan yang lain hanya bengong melihat kelakuan Raka.


"Dia kenapa. "Guman Sania Didalam hati yang merasa heran dengan perubahan Raka.


"Papah senang melihat kamu tersenyum lagi. "


"Sepertinya Raka sters gara - gara ditolak Zara. " Gumam Dion yang kebetulan ada disanaa.


"Kau tidak streskan kak, Gara - gara di tolak Zara Aww sakit. "Ucapnya yang langsung mendapat jitaka di jidatnya siapa lagi kalau bukan Raka.

__ADS_1


"Sembarangan kalau ngomong. "Ketus Raka sambil menyuapkan nasi goreng kedalam mulutnya.


"Habisnya Kakak aneh hari ini, Senyum - senyum sendiri tidak jelas. "Sahut Sania tidak terima.


"Anak kecil tidak boleh tahu. "Ledek Raka.


"Aku sudah besar ya bukan anak kecil lagi. "Balas Sania.


"Tapi masih jomblo sampai sekarang. "Celetuk Raka santai, Tanpa peduli dengan raut wajah sang adik.


"Sudah jangan bertengkar, Lanjutkan lagi sarapan kalian. "Lerai Bram karna kalau tidak mereka berdua akan terus bertengkar seperti itu. Akhirnya mereka berdua diam setelah mendapat teguran dari sang ayah.


"Oh ya Dion bulan ini kau akan mendapatkan bonus besar. "Ucap Raka ketika mereka berdua sudah ada di mobil untuk berangkat ke kantor, Anggap saja ucapan terima kasih karna Dion dulu memberikan berkas perceraiannya kepada sang ayah.


"Tidak, Justru aku yang harusnya berterima kasih padamu. " Alis Dion teangkat sebelah mendengar Kata - kata Raka terdengar ambigu di telinga Dion, Namun ia memilih acuh baginya yang penting dapat bonus untuk soal Raka pasti nantinya ia akan tahu sendiri.


"Aneh, Tapi bodo amatlah yang pentig gue dapat bonus. "Gumah Dion sambil mengendikan bahunya.


_


_

__ADS_1


_


Sedangkan di rumah Zara, Zara dan kedua anaknya tengah sarapan bersama, Namun di kejutkan dengan suara bel yang terus bunyi di sedari tadi. Awalnya mereka mengindahkan nya namun karna terus berbunyai terpaksa Zara menyudahi sarapan nya.


"Kalian lanjutkan saja sarapannya, Mommy kedepan dulu untuk melihat siapa yang datang. "Katanya Sambil berdiri.


"Hmm. "Gumam keduanya tidak jelas, Karana mulut kedua nya sedang penuh dengan makanan.


Dahi Raka mengernyit ketika sesudah membuka pintu melihat seorang pria dengan pakaian kurir sedang berdiri di depannya dengan membawa sebuah buket bunga Mawar yang sangat indah, Seingatnya ia tidak memesan bunga.


"Dengan mba Zara? "Tanyanya. Zara langsung menangguk.


"Ini ada kiriman bunga untuk mba. "Ucap kurir itu sambil menyerakah buket itu ke Zara.


"Tapi saya tidak pesan bunga pak, Mungkin bapak salah kirim. "Tolak Zara halus.


"Tapi ini alamatnya benar kok mba, Kalau begitu saya permisi. "pamit Kurir itu.


Terpaksa Zara menerima bunga itu, Dengan wajah bingung Zara masuk kedalam rumah dengan membawa bunganya. Sambil menghela nafas ia duduk di ruang tamu, Di pandangi lagi ada di tangannya. Di cium bunga tersebut ternyata bunga nya sanat Wangi, Tanpa sengaja matanya menemukan sebuah kertas yang terselip di antara bunga karna penasaran akhir Zara membukanya.


Tetaplah tersenyum, Karna senyumanmu adalah semangatku.

__ADS_1


Tanpa sadar Zara tersenyum walau tipis, Walaupun dirinya sangat penasaran siapa yang mengirimkan bunga padanya karna di dalam kertas tadi tidak di sebut namanya.


__ADS_2