
Ehemm
Tubuh ketiga wanita itu menegang mendengar suara Dari belakang mereka, Siara Yang sangat mereka takuti setelah Raka. Dengan tubuh Yang bergetar mereka bertiga berbalik, Bahkan mereka tidak berani mengangkat wajahnya sendiri karna takut dengan orang Yang berdiri di depannya.
"Angkat wajah kalian jangan terus mendunduk seperti seorang pengecut. "Ucap Orang itu dengan suara dinginnya Yang tidak lain Dion.
Dengan wajah keringat dingin mereka mengangkat wajah mereka, Bahkan salah satu dari mereka sudah ada Yang menangis karna ketakutan di pecat.
"Ampuni kami Tuan, Kami janji tidak akan mengulangi lagi. "Ucap mereka bertiga dengan suara bergetar.
"Tuan Tolong jangan pecat kami bertiga, Kami butuh pekerjaan ini."Lanjut Rini dengan mata Yang sudah berkaca - kaca. karna Dion hanya Diam saja ia memberanikan diri untuk berbicara.
"Baiklah hari ini saya ampuni, Tapi jika kalian ketahuan bergosip lagi saya tidak akan segan - segan memecat kalian. "Jawab Dion Datar.
"Terima kasih Tuan. "Ucap mereka bertiga dengan perasaan lega.
Namun Dion tidak menjawab, Ia langsung melengos begitu saja masuk kedalam lift untuk pergi keruangan Raka meninggalkan mereka bertiga.
"Untung Tuan Dion tidak memecat kita, Kalau di pecat habislah aku. "Ucap Rini setelah kepergian Dion.
"Iya apalagi sekarang susah untuk pekerjaan, Kalau dapatpun gajinya pun tidak sama seperti disini. "Jawab Lita.
__ADS_1
"Iya makanya kita bersyukur masih bekerja disini. "Timpal Rika.
"Sudahlah ayo kembali bekerja biar kita tidak dipecat. "Sabut Rini sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.
"Iya benar, Hey Rini tunggu kami. "Terik Lita langsung menarik tangan Rika untuk mengikutinya.
Sedangkan Dion baru sampai ke lantai paling atas dimana ruangannya Dan Raka berada, Dengan memasang wajah datar Dion keluar lif. Karna kebetulan hari ini ada meeting Yang tidak di wakili oleh, Ia harus ke ruangan bosnya terlebih dahulu untuk memberitahu Raka.
Tanpa meminta izin terlebih dahulu Dion langsung masuk begitu, Bahkan tanpa sungkn ia langsung duduk didepan Raka Yang masih fokus dengan laptopnya tanpa terganggu dengan kehadiran sama sekali.
"Akhirnya kau masuk kantor juga jadi aku tidak kerepotan lagi karna tidak ada dirimu di kantor. "Seru Dion dengan senang.
"Untuk apa kau datang kemari? "Tanya Raka tanpa menoleh.
"Kapan? "Tanya Raka sambil melihat ke arah Dion.
"Nanti siang jam 13.00 di restoran camelia. "Beritahu Dion.
"Apa ada lagi, Kalau tidak ada silahkan pergi dari ruanganku. "Usir Raka setelah itu ia langsung fokus kembali ke laptopnya.
"Dasar Br**ngsek malah ngusir gue. "Umpat Dion sambil keluar berjalan dari ruangan, bahkan dengan sengaja ia menutup pintu dengan keras sampai membuat Siska yang berada duduk di mejanya kaget. Sedangkan sang pelaku tidak memperdulikan umpatan dari Dion ia tetap fokus pada pekerjaannya, baginya itu sudah hal biasa terjadi di antara mereka.
__ADS_1
"Dasar gila. "Umpat Siska melihat Dion berlalu begitu saja.
Waktu siangpun tiba sepeti kata Dion tadi pagi, Dion dan Raka sudah berada di restoran tempat mereka perjanjian dengan klien mereka. Sambil menunggu mereka berdua memeriksa file mereka lagi takut terjadi kesalahan apalagi klien kali ini adalah sangat penting buat perusahan.
Selang beberapa menit dua orang pria, Menghampiri meja mereka berdua.
" Selamat siang Tuan Raka dan Tuan Dion, Maaf kami baru sampaisoalnya tadi jalannya macet. "Ucap pria itu meresa tidak enak.
"Tidak apa - apa Tua_"Sahut Raka menggantung karna ia tidak namanya.
"Saya Vino satya, Dan di sebelah saya Adit suseno asisiten pribadi saya. "Jawab Vino sambil memperkenalkan asisitennya.
"Maaf Tuan Vino. "Ucap Raka yang meresa tidak enak.
"Tidak apa - apa Tuan Raka saya mengerti. " Jawab Vino sambil tersenyum.
" Silahkan duduk Tuan Vino dan Tuan Adit."Timpal Dion agar Raka tidak merasa tidak enak.
"Iya terima kasih Tuan Dion. "
Setelah itu mereka berempat fokus ke tujuan awal mereka bertemu, Rencanya mereka akan membangun sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota ini.
__ADS_1
Maaf semuanya bila author salah kasih
namanya mungkin ini Efek authur lama up nya jadi lupa lagi 😄😄😄