
Mata Dion mengerjap ia melihat ke sekelilingnya, Ia baru tersadar ternyata dirinya ketiduran didalam mobil ketika sedang menunggu Raka tadi. Dion melihat jam Yang sedang di pakainya, Matanya melotot sempurna pantas saja badannya pegal semua dirinya sudah tidur berjam - jam di dalam mobil.
"Oh ya ampun, Pantas saja badanku sakit semua ternyata aku ketiduran sangat lama di dalam mobil. "Gerutunya.
"Tapi Raka dimana ya? "Ucap Dion ketika sadar Raka tidak ada di dalam mobil.
Dion melihat kearah luar mobil, Dan benar saja Raka masih berdiri diposisi semula dengan tubuh Yang sudah bergetar karna kedingin bahkan bajunya pun sudah basah semua karna kebetulan sedang turun hujan.
"Dasar keras kepala, kalau dia sakit kan aku juga Yang akan repot nantinya. "Gerutunya sambil mengambil payung Yang selalu tersedia di dalam mobil.
Dengan cepat ia berjalan menghampiri Raka, Sungguh di dalam hatinya ia sangat mengkhawatirkan Raka karna biar bagai manapun Raka adalah sahabatnya yang sudah dari kecil hidup bersama seperti saudara kandung.
"Ayo Rak kita pulang, Lihatlah bajumu sudah basah kuyup semua nanti kamu bisa sakit Rak. "Ajak Dion sambil memegang payung untuk mereka berdua.
"Tidak gue akan tetap berdiri disini sampai Zara maafin gue. "Lirih Raka dengan bibir bergetar karna kedinginan.
Dion berdecak mendengar jawaban Raka Yang sangat keras kepala, Padah tubuhnya sudah menggigil tapi Raka tetap keras kepala untuk tetap berdiri di depan rumah sang mantan istri. Sedangkan ia yakin Zara tidak akan mudah memaafkan Raka begitu saja, Setelah apa Yang Raka lakukan dulu kepada Zara Dan kedua anaknya .
"Jangan keras kepala Rak, Apa dengan kamu berdiri kehujanan disini mereka bertiga akan kasihan padamu lalu maafin setelah semua kesalahan Yang pernah kamu lakuin pada mereka Yang ada loe akan mati sia - sia disini setelah itu mereka bertiga bahagia tanpa loe di sampingnya. "Sarkas Dion santai. Mata Raka langsung mendelik mendengar perkataan Dion, Namun apa Yang diucapkan Dion ada benarnya.
Tanpa berucap apapun Raka meninggalkan Dion disana, Dirinya tidak mau mati sia - sia disana Dan membiarkan kedua anaknya mendapatkan ayah baru untuk menggantikan, TIDAKK Baginya hanya dia ayah Dan suami Yang pantas untuk mereka bertiga tidak ada Yang boleh menggantikan dirinya.
"Loh Rak loe mau kemana gue kira loe akan terus berdiri disini, Dengan begitu jika loe mati gue siap menjadi ayah sambung untuk mereka berdua. "Ucap Dion sambil tersenyum miring.
__ADS_1
Hati Raka memanas mendengar ucapan Dion Yang siap menggantikan dirinya. "Tidak itu tidak akan terjadi hanya gue Yang bole menjadi ayah Dan suami untuk mereka. "Ucap Raka di dalam hati.
Dion menyeringai melihat punggung Raka Yang berjalan kearah mobil, Tidak sia - sia tadi dirinya membujuk Raka Yang keras kepala tadi dengan begitu Raka mau menuruti ucapannya. Dengan cepat Dion menyusul Raka ke mobil, Untuk segera pulang kerumah karna hari sudah larut malam.
_
_
_
Keesokan paginya Zara bangun dengan wajah segar, Bahkan ia sudah melupakan kedatangan tadi malam. Setelah siap dengan setelan kantornya ia langsung keluar kamar, Sebelum ke kantornya Zara mengantar kedua anaknya terlebih dahulu ke sekolah, Karna hari ini pertama mereka masuk sekolah jadi dirinya tidak mau melawatkan nya.
"Selamat pagi sayang. "Sapa Zara padan kedua anaknya Yang sudah rapi dengan seragamnya.
"Wah anak mommy sudah rapi semua, Apa kalian sudah siap untuk sekolah? "Tanya Zara.
"Sudah. "
"Bagus, Di sekolah belajar Yang rajin Dan jangan berantem sama teman kalian. " Nasehat Zara.
"Iya. "Jawab keduanya patuh.
"Mom apa aku hari ini cantik memakai seragam sekolah ini..? "Tanya Seina dengan gaya centilnya.
__ADS_1
"Dasar centil. "Ejek Zein sambil memakan rotinya.
"Biaran Yang penting Sein cantik, Enggak seperti wajah kakak sangat jelek. "Balas Sein tidak mau kalah.
"Aku enggak jelek tapi sangat tampan, iya kan mom? " Dengan narsisnya Zein meminta pendapat ibunya, Yang langsung menjawak anggukan kepala.
"Tuh lihat mommy aja setuju aku tampan, Tidak seperti kau jeleekkk. "Ledek Zein Yang sepertinya belum puas menjahili adiknya, Dan benar saja beberapa menit kemudian terdengar suara tangisan dari Sein.
"Hiks hikks Mommy. "Tangis Sein histeris.
"Dasa cengeng. "Cibir Zein.
Bukan berhenti tangisan Sein malah semakin histeris, Melihat Zara hanya menghela nafas dengan segera ia menghampiri Sein untuk menenangkannya.
"Cup cup sudah sayang jangan menangis, Abang Zein hanya bercanda putri Mommy cantik kok enggak jelek. "Ucap Zara sambil memeluk putrinya.
" Benel Mom. "Tanya Sein sambil sesegukan.
"Iya anak - anak Mommy semuanya cantik Dan tampan. "Jawab Zara sambil tersenyum. "Sekarang abang Zein harus minta maaf ke adek karna sudah mengejeknya. "Perintah Zara iya tidak mau kedua annaknya bertengkar hanya karna sepele.
"Iya Mom, Maafin abang ya Dek. "Ucap Zein sambil mengulurkan tangannya, Yang langaung di balas oleh Sein.
"Iya. "Jawab Sein ketus.
__ADS_1
Setelah Drama pagi selesai, Mereka bertiga kembali melanjutkan sarapan Yang sempat terhenti oleh pertengkaran kedua anak Zara.