Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 71


__ADS_3

Dengan wajah lesu Raka masuk kedalam rumah, Bahkan ia tidak membalas sapaan para pelayan terutama Dian Yang sudah menyamambutnya dengan berdanandan dengan sangat menor. Dion Yang meliahat itu hanya menatap jijik melihat kelakuan pelayan itu, Bahkan Raka langsung pergi ke kamarnya tanpa melirik sama sekali ke arah Dian hal itu Yang membuat Dian kesal setengah mati.


"Bwhhaahhahha." Dion tertawa terbahak - bahak melihat kekesalan Dian Yang di abaikan oleh Raka, Setidak nya ia sedikit terhibur setelah lelah bekerja Dikantor.


Mendengar Dion Yang menetawakannya, Dian langsung melemparkan tatapan tajam ke arah Dion Yang asik menertawakannya di tambah ia kesal dengan Raka Yang selalu mengabaikannya.


"Diam kau dasar asisten kuarang ajar."Teriak Dian kesal tidak sopan, Menurutnya Dion hanya pelayan Raka yang tidak perlu di hormati.


Bukan berhenti Dion malah semakin bertambah keras tertawanya, Ia tidak takut kepada Dian Yang menurutnya Wanita tidak tahu malu Yang berani menggoda majikannya sendiri. Dengan dengan wajah merah karna menahan amarah, Dian pergi meninggalkan Dion Yang masih tertawa disana.


"Awas kau akan ku balas nanti."Geram Dian dian di dalam hati.


Dion berhenti tertawa setelah melihat Dian sudah pergi dari sana, Ia hanya menggeleng saja melihat kelakuan Dian Yang tidak punya sopan santun sama sekali.


"Tunggu Nak Dion. "Teriak bi yati ketika melihat Dion Yang pergi dari sana.

__ADS_1


Langkah Dion terhenti ketika mendengar terikan bi Yati, Dengan pelan ia berbalik untuk melihat ke arah bi yati Yang sedang berjalan ke arahnya.


"Ada apa Bi..? "Tanya Dion.


"Tadi tuan Raka kenapa ya Nak Dion...? tadi bibi lihat ia kelihatan lesu sekali tidak seperti biasanya. "Tanya bi yati melihat Raka pulang dengan keadaan lesu, Ia juga khawati takut terjadi seseuatu kepada Raka.


"Bi yati jangan khawati Raka baik - baik saja kok. "Jawab Dion sambil tersenyum manis.


"Syukurlah kalau tidak kenapa - napa. "Ucap bi yati sambil mengelus dadanya. "Terus kenapa tuan Raka pulang dengan wajah lesu..? "Lanjutnya Yang masih penasaran.


"APAAAAA. "


Bi yati berteriak dengan keras, Dion menutup kedua telinganya mendengar teriakan Bi yati karna asking keras membuat telinga nya sampai berdengung. Pantasan saja tadi Raka marah ketika mendengar teriakannya dan sekarang ia merasakan apa Raka rasakan tadi di dalam mobil.


"Bi Yati jangan berteriak. "

__ADS_1


"Maaf Nak Dion, Soalnya tadi bibi kaget jadi bi yati Refleks teriak tadi. Emang benar tadi Tuan Raka melihat neng Zara..? "


"Iya bi, Sebenarnya hanya Raka melihat maka sekarang Saya disuruh untuk mencari alamat Nona Zara. "


"Semoga cepat ketemu ya Neng Zara nya, Soal kasihan melihat Tuan Raka sedih terus. "


"Saya akan berusaha untuk mencari Zara, Apa ada lagi Yang ingin bibi tanyakan..? "Bi yati menggeleng. "Kalau begitu saya permisi masuk ke kamar saya bi. "Lanjutnya. karna sejujurnya ia sudah lelah ingin istirahat.


"Silakan Den. "


"Semoga Nenga Zara cepat ketemu. "Doa Bi yati di dalam hati, Ketika melihat Dion sudah pergi dari sana.


Tanpa sadar pembicaraan mereka di dengar oleh sesorang Yang sedang bersembunyi di balik tembok, Dengan kesal orang itu pergi dari sebelum ketahuan oleh mereka berdua.


"Ini tidak bisa di biarkan. "

__ADS_1


------*****-------


__ADS_2