Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 77


__ADS_3

"Siapa namamu gadis manis. "Tanya Dion sambil tersenyum.


"Seina. "Jawab anak perempuan itu yang tidak lain adalah Seina, Yang terpisah dari Zein. Karna terlalu asyik mengejar balon yang terbang, Sampai - sampai ia meninggalkan kakaknya yang ia suruh untuk membeli minuh karna dirinya haus.


"Seina,, Nama yang sangat Bagus. "Gumam Raka sambil tersenyum.


"Om tampan. "Panggil Sein polos sambil mengguncang tangan Raka.


"Om. "Tunjuk Raka ke dirinya sendiri, Sein mengangguk. "Kenapa kamu memanggil Om tampan ..?Tanya Raka heran.


"Karna Om sangat tampan seperti aktor korea. "Jawabnya jujur.


"Kau bisa saja,, Dasar kelinci kecil imut. "Sahut Raka sambil mengelus rambut panjang Sein.


"Om tampan boleh tidak Sein peluk Om.. "Pinta Seina dengan tatapan memohon, Entah kenapa dirinya ingin sekali memeluk pria dewasa yang ia panggil Om tampan padahal selama ini ia selalu menjaga jarak ke pria lain kecuali pamannya.


Melihat tatapan memohon Seina membuat Raka tidak tega, Tanpa sadar kepalanya mengangguk. Seina langsing memeluk Raka setelah mendapatkan persetujuan, Yang langsung di balas oleh Raka.


Dion yang melihat interaksi keduanya membuat dirinya senang, Setidaknya itu membuat Raka melupakan sejenak kesedihan yang selama ini ada di hatinya.

__ADS_1


"Sein. "


"Sein. "


"Sein. "


Seina yang mendengar teriakan yang sedang mencarinya langsung melepaskan pelukan Raka, Karna ia yakin itu pasti ibu dan kakaknya yang sedang mencarinya.


Sedangkan Raka Entah kenapa Ia tidak rela ketika Sein melepaskan pelukannya seolah ada ikatan batin yang mengikat mereka, Namun Raka sadar diantara mereka tidak ada hubungan apapun.


"Itu pasti Mommy dan kakak yang sedang mencari Sein. "Ucap Sein.


"Ya sudah om antar kesana. "Tawar Raka sambil berdiri.


"Tapi Rak ketika harus segera pergi karna klien kita sudah menunggu sedari tadi. "Sahut Dion menimpali karna sedari tadi ponselnya terus berdering.


"Tapi kasihan Sein bila harus pergi kesana. "Jawab Raka pelan karna ia kasihan kepada Seina.


"Om tampan pergi saja, Sein bisa tidak apa - apa kok walau sendiri. "Sahut Sein sambil mendongak setelah mendengar pembiacaraan lelaki dewasa itu.

__ADS_1


"Kau yakin sayang. "Tanya Raka sambil membungkuk, Sein menjawab dengan mengangguk. Raka menghela nafas sebenar ia tega meninggalkan Sein sendiri, Namun klien penting sudah menunggunya sedari tadi.


"Ya sudah kamu hati - hati ya, Om pergi dulu. "Pamit Raka sambil mengelus rambut Sein.


"Iya Om. "Setelah sein mengecup pipi Raka, Lagi - lagi perlakuan Sein membuat Raka hati Raka berdesir.


"Ayo Rak,, Kasihan mereka sudah menunggu lama. "Ajak Dion membuyarkan lamunan Raka.


Mereka berdua langsung pergi dari sana setelah melambaikan tangan kepada Sein yang masih berdiri disana memandang punggung Raka yang semakin menjauh.


"Astaga pasti Mommy dan kakak khawatir. "Ucap Sein sambil menepuk jidatnya karna ia melupan ibu dan kakaknya saking Fokus kepada Raka..


Dengan segera Sein Berlari kearah Mommy yang masih kebingungan mencarinya, Setelah melihat Ibu dan kakaknya dengan keras Sein memanggil mereka.


"Mommy. "Teriak Sein sambil berlari.


Sedangkan Zara dan Zein tengah kebingungan mencari Sein, Ia khawatir anak perempuannya kenapa - napa. Dalam hati Zara menyalah dirinya sendiri karna telah meninggalkan kedua anaknya tadi.


"Ini Semua salah Zein Mi, Seharus tadi aku mengajaknya pergi bersamaku. Aku kakak yang tidak berguna."Ucap Zein denan mata berkaca - Kaca. Mendengar anak laki - lakinya menyalahkan dirinya sendiri, Dengan segara Zara memeluknya sekarang ia sadar bahwa Zein pun ketakutan adiknya menghilang.

__ADS_1


__ADS_2