
Rencana untuk kembali ke kantor setelah makan siangpun hanya tinggal rencana saja, Ia masih tidak menyangka niat hati pulang hanya untuk mengambil dokumen yang tertinggal di kamarnya. Di pertemukan kembali dengan Zara dan kedua anaknya bahkan dirinya sekarang bisa memandang dari arah dekat.
Walau hati kecilnya sanya sangat sakit mendapat penolakan dari putranya ia terima dengan lapang dada, Tapi ia tidak menyalahkan Zein atas sikapnya karna Zein bersikap seperti karna ulah dirinya sendiri yang telah menyebabkan luka yang dalam di hati sang putra.
Mobil Zara sudah menghilang dari pandangannya namun Raka masih berdiri di depan rumah, Menyadari putranya masih berdiri saja Bram iapun mengajak Raka masuk karna dirinya yakin Raka tidak akan kembali kekantor dengan suasana hati yang buruk.
"Rak ayo masuk kedalam. "Ajak Bram.
"Hmm. "Jawab Raka singkat.
Raka mengikuti dari belakang Bram karna kebetulan dirinya ingin bertanya kepada Bram tentang Zara ada dirumahnya, Dan bagaimana Bram bisa bertemu dengan mereka kembali.
"Pah aku ingin berbicara dengan papah. "Ucap Bram.
Langkah Bram terhenti helaan nafaspun terdengar oleh Raka, Bram mengerti pasti Raka penasaran dengan mantan menantunya yang tiba - tiba ada dirumahnya. "
"Baiklah kita berbicara di ruang kerja papah. "Kata Bram tanpa berbalik.
Disinilah mereka berdua sekarang sedang duduk berhadapan sedangkan Sania sudah kembali kekamarnya lagi, Namun belum ada pembicaraan apapun bahkan Raka yang tadi banyak sekali pertanya tiba - tiba menjadi diam karna dirinya bingung harus memulai dari mana.
__ADS_1
"Kenapa diam saja bukankah tadi katanya kau ingin berbicara denganku. "Ucap Bram walaupun ia tahu apa yang akan Raka tanyakan.
"Ini soal_"Ucap Raka ragu.
"Zara. "Tebak Bram memotong perkataan Raka yang di jawab anggukan kepala.
"Iya aku masih penasaran kenapa mereka tiba - tiba ada dirumah papah, Melihat keakraban papah dengan Sein Raka yakin ini bukan kali pertama mereka datang kerumah inikan setelah kepergian mereka empat tahun lalu. "Tanya Raka beruntun. Terlihat Bram menganggukan kepala membenarkan ucapan Raka.
"Iya kau benar ini bukan pertama kalinya mereka kesini, Setelah kepergianmu ke Villa untuk liburan. Zara dan kedua anaknya datang kerumah papah, Awalnya papah juga terkejut melihat kedatangan mereka bertiga kerumah ini tapi papah juga senang karna papah juga sudah sangat merindukan Zein. Semenjak itu kami bertiga sering bertukar kabar hingga hubungan papah juga semakin dekat dengan Sein Putri kedua Zara bahkan papah sudah menganggap cucu papah sendiri sama seperti Zein. "Jelas Bram apa adanya.
Mendengar penjelasan Bram terbesit rasa bersalah dihatinya, Karna dirinya Bram berjuhan dengan cucu yang sangat di sayanginya.
"Maafkan aku pah. "Lirih Raka dengan wajah menunduk.
"Andai saja Raka tidak berbuat jahat kepada mereka mungkin papah harus berjauhan dengan Zein, Dan kita masih bisa berkumpul seperti dulu hiks. "Ucap Raka sambil menangis sesegukan.
"Berhentilah merasa bersalah jadikan ini sebagi pelajaran untukmu di masa depan, papah juga sudah memaafkanmu Nak. "Sahut Bram sambil mengusap punggung Raka.
"Pah aku ingin menyelidiki tentang Sein putrinya Zara. "Kata Raka tiba - tiba. Membuat Bram kaget sampai - sampai melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Apa maksudmu Nak? "Tanya Bram.
"Entah kenapa setiap aku berdekatan dengan Sein aku selalu merasakan desiran aneh, Desiran sama ketika aku berdekatan dengan Zein seolah ada ikatan batin Yang kuat. Oleh karna itu aku ingin menyelidikinya. "Ucap Raka apa adanya.
"Tapi bukankan Sein putri Zara bersama suami keduanya? "
"Papah tahu darimana. "Tanya Raka sambil memicingkan matanya.
"Dulu ketika kamu kamu bicara dengan Dion papah tidak sengaja mendengarnya. "Jelas Bram.
"Apa kau yakin ingin melakukan ini Nak? "Tanya Bram lagi.
"Iya pah aku yakin karna aku merasa Sein putriku apalagi dulu Zara pernah hamil sebelum berpisah denganku, Dan aku yakin waktu Zara tidak pernah keguguran. "Ucap Raka tegas.
"Terus apa hubungan Zara dengan pria itu? "
Raka menggeleng karna ia tidak tahu apa hubungan mereka berdua, Tapi melihat kedekatan mereka berdua ia yakin mereka memiliki ikatan Yang kuat apalagi Yang ia tahu Zara tidak mudah dekat dengan pria.
"Baiklah papah aku mendukungmu, Tapi apapun hasilnya nanti kamu bisa menerima dengan lapang dada. Jika perlu bantuan langsug hubungi papah "Nasehat Bram.
__ADS_1
"Terima kasih pah, Aku sayang papah. "Ucap Raka sambil memeluk Bram kembali.
"Papah juga sangat menyangimu. "Balas Bram sambil tersenyum. "Semoga sesuai dengan harapu Rak. "Ucap Bram di dalam hati.