Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 72


__ADS_3

Dian mondar - mandir di dekat tempat tidur, Setelah mendengar pembicaraan Dion dan Bi yati ia menjadi khawatir. Tadi ia ingin pergi kedapur karna haus namun karna mendengar teriakan bi yati ia menjadi penasaran, Akhirnya ia memutuskan untuk menguping di balik tembok untuk mendengarkan pembicaraan mereka Yang membuat dia menjadi gelisah.


Dian berjalan ke arah ke arah meja rias, Ia melihat dirinya dari atas sampai bawah dengan teliti membandingkan dirinya dengan foto seorang wanita Yang di ada di ruamah ini.


Hal itu membuat ia iri kepada Wanita itu, Karna ia merasa wanita itu sangat di cintai oleh bosnya sampai foto nya di pajang di mana - mana walau tidak sendiri kadang ada Yang bersama raka dan kadang juga ada bersama anak kecil tidak kalah tampan dengan Raka, Bahkan ada foto mereka bertiga dengan sangat besar di ruang tengah seolah menunjukan keluarga bahagia.


"Cantikan juga aku dan aku juga sexy. "Ucapnya penuh percaya diri. "Tapi kenapa Tuan Raka tidak terpesona padaku ya. "Lanjutnya sambil berpikir apa Yang kurang darinya sehingga Raka tidak tertarik kepadanya.


"Pokoknya aku harus bisa mendapatkan tuan Raka bagaimanapun caranya agar aku bisa menjadi nyonya di rumah ini,, Tapi bagimana caranya ya apalagi wanita itu sudah kembali ke kota Ini akan semakin sulit untuk mendapatkan tuan tampan itu. "Gumam sambil mondar - mandir kembali.

__ADS_1


"Sudah lebih baik sekarang aku tidur biar aku pikirkan besok saja, lagi pula sekarang sudah larut malam. "Akhirnya ia lelah setelah setengah jam lebih mondar - mandir ia memilih merebahkan badannya di tempat tidur.


-


-


Sedangkan dikamar lain lebih tepatnya di kamar utama hanya terdengar tangisan pilu Yang menyahat hati setiap orang mendengarnya. Raka menangis duduk di bawah tempat tidur sambil mendekap foto Zara dengan erat, Bahkan ia tidak peduli dengan keadaannya Yang acak - acakan.


"Akhirnya kau kembali sayang sebentar lagi penantianku akan segara berakhir dan kita akan berkumpul kembali seperti dulu bersama anak kita. "

__ADS_1


Raka tersenyum membayangkan mereka akan berkumpul kembali sambil mengelus foto Zara Yang sedang tersenyum Ceria, Namun hayalan langsung sirna dengan karna tiba - tiba kenangan ketika ia menyakiti muncul di benaknya ia langsung ketakutan membayangkan Zara dan Zein membencinya.


"Kamu akan memaafkan semua kesalahan akukan hiks, Hiks dan kita akan kembali bersama seperti dulu lagi. "Raka mencoba tersenyum dengan air mata Yang terus mengalir membasahi pipinya, Ia mencoba mengusir pikiran buruk Yang sempat ada di pikiran Raka.


Namun semakin mengusir pemikiran buruk itu, Semakin membuat Raka tersiksa karna bayangan - bayang Zara membencinya dan bayangan Zara dan Zein pergi bersama pria lain membuat ia ketakutan takut bayangan itu menjadi nyata.


"Itu tidak akan terjadi Zara dan Zein hanya milik aku, Hanya milik Raka putra Wijaya. "Gumamnya dengan mantap.


Tanpa sadar Raka ketitudaran sambil duduk sambil menyenderkan kepalanya di temat tidur, Bahkan ia tidak melepaskan foto itu sama sekali. Saking ketakutan ia sampai kebawa mimpi, Ia terus menggeleng dengan air mata Yang terus menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tidak. "


__ADS_2