
Bi yati mondar - mandir di depan kamar Raka dengan raut wajah khawatir, Ia sangat mengkhawatirkan keadaan majikannya takut terjadi sesuatu kepada Raka karna sudah beberapa hari ini Raka mengurung dirinya di dalam kamar bahkan ketika waktu makanpun Raka tidak keluar sama sekali. Entah apa Yang terjadi pada Raka beberapa hari berlalu sehingga Raka pulang dalam keadaan Yang sangat kacau padahal ketika pergi Raka sangat rapi bahkan terlihat sangat bahagia.
Dion tergesa - gesa masuk kedalam rumah Raka setelah di hubungi oleh bi yati tentang keadaan Raka, Sebenarnya ia pun khawatir kepada Raka Yang sudah beberapa hari ini tidak masuk ke kantor namun karna di kantor sedang sibuk ia belum sempat menemui Raka lagi pula ia berpikir mungkin sahabatnya itu perlu waktu sendiri untuk menengkan diri terlebih dahulu sehingga Raka bisa melupakan kesedihan nya setelah melihat Zara sudah bahagia tanpa Raka di sisinya.
"Bagaimana keadaan Raka Bi? "Tanya Dion setibanya di dekat Bi yati.
Bi yati menoleh. "Bibi juga enggak tahu karna karna tuan Raka tidak keluar kamar sama sekali Dan pintunya pun terkunci dari dalam. "Jawab Bi yati jujur.
Tok tok tok
"Raka ini aku Dion cepat buka pintunya. "Ucap Dion, Namun sudah beberapa kali mengetuk pintu Raka belum menyahut dari dalam hal itu membuat Dion semakin khawatir takut terjadi sesutatu kepada Raka apalagi Raka sudah berhari - hari tidak makan.
"Bi cepat kuncinya kita akan membuka pintunya saya takut terjadi sesuatu kepada Raka. "Titah Dion dengan khawatir.
Dengan segera Bi yati berlari kearah dapur untuk mengambil kunci, Setelah mendapatkan ia langsung memberikan kepada Dion Yang sudah menunggunya dengan gelisah.
Ceklek
__ADS_1
Pintu kamar terbuka setelah membuka pakai kunci, Dion masuk kedalam di ikuti oleh BI Yati di belakang punggungnya. Dengan pelan mereka masuk kedalam karna kamar jadi mereka berdua tidak begitu jelas melihat keadaan Raka. Setelah menghidupkan lampunya betapa terkejut mereka berdua melihat Raka Yang sudah tergeletak di lantai bahkan kamar Raka sangat berantakan.
"Raka. "
"Ya Allah tuan Raka. "
Mereka bersdua langsung beralari kearah Raka Yang sudah tidak sadarkan diri, Dion menepuk - nepuk pipi Raka supaya bangun namun sudah beberpa kali Raka belum membuka matanya.
"Hey Raka bangun,, Jangan bercanda ini tidak lucu. "Ucap Dion sambil memangku Raka di pahanya.
"Iya bi kita bawa Raka ke rumah sakit tolong bantu saya membawa tubuh Raka kedalam mobil Bi .. "Karna tidak mungkin ia membawa tubuh Raka sendirian ke mobil sedang tubuh Raka tinggi Dan besar.
Setelah memasukan tubuh Raka ke dalam mobil di bantu Bi yati Dion langsung membawa Raka ke rumah sakit terdekat, Sedangkan Bi yati tidak bisa ikut karna pekerjaannya belum selesai.
"Semoga Tuan Raka tidak kenapa - napa. "Ucap Bi yati di dalam hati setelah mobil Dion keluar gerbang.
*****
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit Raka langsung di tangani oleh dokter Yang sedang bertugas disana, Dion mondar - mandir di depan Ruangan UGD. Sungguh dirinya sangat khawatir dengan keadaan Raka apalagi tadi ia melihat wajah Raka Yang pucat. Kalau sampai terjadi sesuatu pada Raka ia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri pikirnya.
Tidak Lama dokter Yang memeriksa keadaan Raka keluar, Dengan segara Dion menghampiri dokter tersebut untuk menanyakan keadaan Raka.
"Bagaimana kondisi sahabat saya Dok? Dia baik - baik saja kan? "Tanya Dion beruntun.
Dokter itu menghela nafas lalu tersenyum kearah Dion Yang terlihat Cemas. "Tuan Raka baik - baik saja tidak ada Yang perlu di khawatirkan lagi tuan, Hanya saja tadi tuan Raka dehidrasi karna kekurangan cairan hal itulah Yang menyebabkan tuan Raka tidak sadarkan diri jadi saya harus menginfusnya agar tubuh tuan Raka sehat seperti semula. "
"Syukurlah, Boleh saya masuk kedalam Dok? "
"Silahkan tuan, Kalau begitu saya permisi Tuan."Pamitnya sebelum pergi.
Setelah Dokter pergi dari haadapannya Dion masuk kedalam dimana ruangan Raka di rawat untu berbrapa hari kedepan.
-
-
__ADS_1