Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 49


__ADS_3

"Kenapa kau menangis tuan, Seharusnya kau bahagiakan. "Sinis bi yati.


Raka mendongakkan kepalanya sembari menghapus air matanya, Setelah mendengar ucapan sinis Bi Yati.


"Kenapa bibi bicara Seperti itu bi? "


"Bibi benarkan seharusnya Tuan senang, Karna Istri dan Anak yang anda abaikan sudah pergi. "Bi yati menjeda ucapan sembari menghela nafas terlebih dahulu.


"Sebenarnya Bibi tidak mau ikut Campur, Tapi tuan sudah keterlaluan kepada mereka. "


Raka hanya diam saja tanpa menjawab apapun, Dia melihat bi yati mengambil sesuatu di kantong bajunya setelah itu memberikan kepada Raka.


"Bukan kan ini tespeck bi? "Tanya Raka setelah menerima barang itu.


"Iya, Bibi menemukannya di kamar mandi Tuan Sewaktu Beres - beres kemarin. "


"Jadi maksud bi_bi In_i punya Za_Ra. "Tanya Raka terbata - bata.


"Iya. "

__ADS_1


"Tapi kenapa Zara tidak memberitahu aku bi. "Protes Raka.


"Apa kau ingat Saat terakhir bertemu dengan Zara, Ia ingin memberitahu mu, Tapi kau sudah memotong nya dan berkata ingin bercerai darinya. "


Seketika Air mata Raka kembali mengalir, Saat ingatan Raka berputar kembali, Saat itu Zara ingin memberitahu sesuatu, Tapi karna Ia tidak sabar ingin segera berpisah dari Zara. Dia memotong ucapan Zara, Tanpa menunggu Zara selesai bicara.


"Apa kau tahu Tuan, Pada Saat hari itu Neng Zara sangat bahagia pada saat Tuan akan pulang Ke rumah lebih awal. Bibi juga heran kepadanya, Padahal kemarinnya Dia terlihat sanga sedih Setelah keluar Rumah. Ketika bibi bertanya, Ia menjawab dengan sangat senang dan Ceria 'mas Raka akan pulang lebih awal bi'. Tapi ternyata kamu memberitahu hal menyakitkan baginya, Ternyata Itulah saat terakhi bibi melihat senyuman nya. "


"Apa Yang terjadi setelah saya pergi Bi?, Ceritakan semuanya kepada saya bi."


Terdengar isak tangis Bi Yati saat mengingat Masa - Masa, Saat melihat Zara dan Zein selalu murung dan selalu menangis Diam - Diam.


Deg.


Raka mematung, Bagai Ribuan panah yang menusuk ke jantung nya.Tadinya ia senang karna akan mempunyai anak lagi, Tapi karna keegoisannya anaknya sudah pergi meninggalkan nya bahkan sebelum ia mengetahuinya.


"Aku minta maaf bi. "


"Bukan kepada bibi kamu minta maaf, Tapi kepada mereka yang telah tuan sakiti. Terutama kepada Zein, Karna bocah itulah yang tersakiti karna seharusnya ia tidak harus melihat permasalan orang dewasa. "

__ADS_1


"Apa bibi tahu dimana merka tinggal. "


"Tidak tahu tuan, Karna Neng Zara tidak bilang apa - apa. Kalau begitu saya pamit buat kembali bekerja tuan. "


"Hm.. "


Setelah kepergian bi Yati, Isak tangis Raka semakin keras ia Merutuki kebodohan nya selama ini. Sesekali memukul kepalanya.


*Dasar bodoh.


Egois.


Karna dirimu sendiri, Kau telah menghancurkan keluarga mu sendiri*.


Berbagai umpatan Raka Ucapkan, Kepada dirinya sendiri. Ia terus saja menyalahkan dirinya sendiri, Tentang apa yang terjadi pada keluarga kecilnya.


Bersambung....


Jangan lupa kasih banyak like nya guys!! Biar bertambah semangat nulis nya. 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2