
Raka pergi ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya, Karna sebentar lagi Dia akan pergi meeting bersama sekertarisnya. Biasa ia pergi bersama Dion, Tapi berhubung Dion harus meninjau proyek yang sedang ada masalah jadi ia memerintahkan Dion untuk kesana. Jadi Ia terpaksa mengajak Lidya walaupun sebenarnya Ia merasa tidak nyaman bila dekat - dekat dengan sekretarisnya itu.
Raka keluar dari ruangan nya dengan wajar datar dan dingin, Ketika ia keluar sudah di sambut oleh Lidya dengan senyuman menggoda itulah alasan Raka yang merasa tidak nyaman dengan sekertarisnya. Lidya selalu berusaha agresif mendekatinya, Anehnya Lidya tidak pernah kapok walau Raka selalu mengeluarkan kata pedasnya.
Andai kinerjanya tidak Bagus mungkin ia sudah memecatnya sedang ia malas mencari sekertaris baru lagi. karna ia sudah memecat sekertaris untuk bulan ini sudah empat kali.
"Apa kau sudah mempersiapkan berkasnya ..?"Tanya Raka.
"Sudah Tuan. "
"Bagus, Awas jangan sampai ada yang salah karna ini klien penting. "Ucap Raka dengan nada mengancam.
"Baik Tuan. "Jawab Lidya dengan gemetar.
Mereka pergi bersama dengan Raka di depannya, Semua karyawan membungkuk melihat atasan mereka lewat dari hadapannya. Raka masuk kedalam mobil di bagian kursi belakang, Dahi Raka mengernyit ketika melihat Lidya duduk di sampingnya.
"Kenapa kau duduk di sini...? "Tanya Raka dengan tatapan tidak suka.
"Tu_an Sa.. "Ucapannya terhenti dengan bentakan Raka.
__ADS_1
"Berani sekali kau, Pindah ke depan. "Bentak Raka. Dengan wajah takut Lidya segara keluar dari mobil untuk pindah kedepan duduk di samping supir.
"Sialan. "Umpat Lidya di dalam hati.
Selama perjalanan menuju Restrosan tempat mereka mengadakan meeting, Tidak ada pembicaraan sama sekali. Setelah sampai mereka masuk kedalam ternyata klien mereka sudah menunggu di dalam.
"Maaf kami terlambat Tuan Aris. "Ucap Raka tidak enak hati.
"Tidak apa kami mengerti. "Jawab Tuan hari memaklumi.
Setelah itu tidak ada obrolan lagi mereka Fokus membahas proyek Yang akan mereka jalani bersama. Dua jam berlalu mereka baru selesai meetingnya, Di lanjutkan dengan makan siang Yang kebetulan sudah waktunya.
"Biasa saja tuan, Saya masih harus belajar. "Jawab Raka merendah.
"Kau terlalu merendah tuan Raka. "
"Itu memang kenyataan tuan. "Jawab seadanya.
"Ngomong apa anda sudah punya pasangan...? "Tanya Tuan Aris penasaran.
__ADS_1
"Saya sudah menikah tuan. "Jawab Raka tegas. Tuan Aris terlihat kecewa mendengar jawaban Raka, Sedangkan Lidya tidak percaya dengan jawaban Raka ia menganggap Bosnya itu sedang berbohong. Karna selama bekerja bersama Raka, Dia tidak melihat Boasnya membawa seorang Wanita manapun kekantor.
"Sayang sekali anda sudah menikah padahal saya menjodohkan Putri saya dengan anda. "Ucap Tuan Aris lesu.
Setelah itu tidak ada obrolan lagi sampai dengan selasai makan, Raka dan tuan Aris bersalaman sebelum kembali ke tempat kerja masing - masing. Sepanjang perjalan menuju kantor di dalam mobil kembali hening seperti berangkat menuju Restoran.
Sesampai dikantor Raka masuk kedalam ruangannya sebelum meeting kembali dengan karyawannya, Dia ingin beristrihat sejenak di dalam ruangan rahasianya.
Sedangkan Lidya kembali duduk di kursi kerjanya, Dia masih penasaran dengan jawaban Raka tadi. Saking penasaran ia melamun di tempat kerjanya ia ingin sekali tidak percaya namun bagaimana jika jawaban Raka benar adanya.
"Mungkin Raka berbohong supaya aku tidak mengejarnya lagi. ""Ucap Lidya di dalam hati.
Akhirnya Dia fokus kembali ke pekerjaanya, Dan mempercayai asumsinya sendiri.
-
-
--****_
__ADS_1