Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 86


__ADS_3

Raka tersungkur di depan kantornya sendiri setelah tadi ia berusaha mengejar mobil Zara di tumpangi, Air mata mengalir terus mengalir membasahi wajah tampannya itu. Di dalam hati ia merutuki kebodohan nya dulu sehingga menyebabkan Zara pergi dari hidupnya, Andai saja dirinya dulu berusaha mencintai istrinya pasti saat ini dirinya masih berkumpul bersama kelurga kecilnya tapi karna cinta butanya ia kehilangan istri Dan anaknya pikirnya.


Para karyawan Yang melihat bosnya terpuruk merasa iba, Selama ini mereka hanya melihat Raka sosok pemimpin Yang tegas Dan wibawa dengan wajah dingin Yang tidak bisa tersentuh. Namun ternyata di balik wajah dingin Raka menyimpan kesedihan Yang mendalam di dalam hatinya.


Dion Yang tidak tega melihat Raka terpuruk berjalan menghampiri Raka Yang masih duduk di atas aspal. Sesampainya di dekat Raka ia menepuk pundak Sahabatnya untuk memberi kekuatan Yang sedan rapuh.


Raka mendongak kepalanya melihat kearah Dion dengan tatapan Yang menyedihkan. Sungguh melihat tatapan menyedihkan Raka membuat iapun merasa sakit selama ini ia tidak melihat Raka sesedih ini bahkan saat Celine berkhianat Raka tidak menangis sama sekali.


"Dia pergi meninggalkan aku lagi, Zara belum bisa memaafkan kesalahanku. "Lirihnya.

__ADS_1


"Sudah kita pikirkan nanti lebih baik sekarang masuk dulu kedalam. "Ajak Dion karna ia tidak mau Raka menjadi tontonan banyak orang.


Raka menggangguk membuat Dion bernafas lega karna tidak perlu susah payah merayu Raka agar menurut padanya. Dengan mata sembab karna tangisan tadi Raka masuk kedalam beriringan dengan Dion di sampingnya, Bahkan ia mengabaikan tatapan iba dari semua karyawannya. Tidak mau membuat Raka tidak nyaman dengan tatapan bawahan nya Dion mentap tajam ke arah mereka semua karyawan Yang sedang berbisik membicarakan Raka.


"Apa Yang kalian lihat BUBAR. "Teriak Dion membuat para karyawan langsung ngacir meninggalkan tempat itu.


"Sudah biarkan saja aku tidak apa - apa kok. "Sahut Raka lemah.


Raka hanya diam tidak lagi menyahut ucapan sahabtnya apalagi Yang Dion lakukan Demi dirinya agar merasa nyaman di perusahan sendiri. Raka memejamkan matanya sambil bersender di sofa ketika mereka berdua sudah masuk keruanganya.

__ADS_1


Dion memilih untuk kembali ke ruangan nya sendiri meninggalkan Raka Yang sedang memejamkan matanya, Karna ia yakin Yang Raka memerlukan waktu sendiri untuk meluapkan kesedihanan setelah di abaikan oleh Zara.


Air mata Raka mengalir mengingat sikap cuek Zara kepadanya saat di ruangan rapat, Bahkan ketik dirinya tersungkurpun mobil Yang Zara tumpangi tidak berhenti sama sekali padahal ia sangat yakin Zara melihatnya sedang tersungkur di jalan tadi.


"Begini kah rasanya di abaikan sangat sakit hiks, Pasti dulu juga kalian mersakan hal Yang sama ketika di abaikan olehku padahal kita tinggal di rumah Yang sama hiks maaf atas semua kebodohan ku hiks. "Raka terus menangis sambil memeluk foto kedua orang Yang sangat berharga baginya.


****


Karna sudah tidak mood bekerja lagi, Zara memutuskan untuk langsung pulang kerumahnya. Ketika sampai di rumah ia langsung pergi ke kamar yang selama ini ia tempati, Bahkan Zara tidak menyapa kedua anaknya Yang sedang bermain di ruang tamu seperti biasanya.

__ADS_1


Glen Yang kebetulan sampai di Indonesia tadi siang, Karna sudah rindu dengan keponakan ia memtuskan untuk mengunjungi mereka. Namun dirinya di buat khawatir dengan keadaan Zara Yang pulang lebih awal apalagi tadi ia melihat mata sembab Zara tadi seperti seorang sehabis menangis.


"Apa dia habis menangis. "Gumamnya.


__ADS_2