
"Saya mohon tuan jangan pecat saya, Bila saya di pecat siapa yang akan membiayai adik dan ibu saya dikampung tuan hiks hiks Saya mohon tuan biarkan saya bekerja disini. "Dian memohon kepada Raka dengan wajah memelas.
Permohonan Dian tidak bisa meluluhkan hati Raka yang sedang di penuhi amah baginya perbuatan Dian tidak bisa di maafkan, Dengan sangat kasar Raka menarik kakinya yang di peluk Dian.
"Percuma kau memohon tidak akan merubah keputusan saya sudah mutlak, besok pagi sebelum saya keluar kamar kau sudah keluar dari rumah ini, Jika kau masih berkeliaran disini saat saya keluar kamar saya tidak akan segan - segan berbuat lebih dari ini camkan itu. "Ancam Raka dengan nada dingin.Setelah mengancam Dian Raka langsung berbalik untuk kembali kekamar nya untuk istirahat.
Brakkkkk
Dengan keras Raka menutup pintu, Sampai semua pelayan yang disana terlonjak kaget, Termasuk Dian sendiri yang masih duduk dilantai sambil menangisi kebodohonnya karna telah berani berani menggoda majikan sendiri.
Raka membaringkan tubuhnya di tempat tidur, saking lelahnya Raka langsung terlelap ke alam mimpi bahkan ia tidak mengganti baju terlebih dahulu. Sungguh hari ini sangat menguras emosi dan tenaga Raka.
__ADS_1
Semua pelayan menatap iba kearah Dian yang masih menangis sesegukan, Apalagi kondisi sangat mengenaskan rambut acak - acakan bahkan ada yang sampai rontok akibat tarikan kasar Raka tadi. Tapi didalam hati merekan juga merutuki perbuatan Dian yang telah berani menggoda Raka yang sudah beristri bahkan anak, Walaupun sebagian dari mereka belum melihat secara langsung rupa istri bosnya itu.
Tapi banyak poto Zara dan Zein yang Raka pajang di dalam rumah ini mereka menyimpulkan Raka sangat menyayangi mereka berdua. Dengan jiwa keibuannya Bi yati menghampiri Dian sambil membawa selimut yang di ambil tadi untuk menutupi tubu Dian yang hanya mengenakan lengeri sexy.
"Sudah jangan menangis lagi lebih baik pergilah istirahatlah karna besok pagi sebelum Nak Raka bangun kamu sudah harus pergi dari rumah ini, Jangan sampai membuat Nak Raka lebih marah lagi ketika ia bangun kamu masih berada di rumah ini. "Ucap Bi yati sambil menepuk pundak Dian yang masih bergetar.
Dengan Kaki gemetar Dian bangun untuk berjalan kearah kamarnya, Benar kata Bi yati ia harus segera istirahat dan membereskan semua baran - barangnya karna pagi sekali ia harus pergi dari rumah ini.
"Huppttt Ada - ada aja. "Gumam bi yati sambil berjalan menuju kamarnya sendiri, Ia harap kejadian tadi tidak terulang lagi di masa depan nanti.
******
__ADS_1
Sedang ditempat lain seorang wanita cantik masih menikmati udara malam di balkon kamarnya, Dengan berpegangan ke besi penyangga ia melihat kearah langit yang dihiasi banyak bintang sehingga terilat sangat Indah bagi yang memandang.
"Pasti kamu sudah bahagia sekarang bersama wanita yang kamu Cintai. "Gumam Wanita itu yang tidak lain Zara. Ia hanya tersenyum kecut ketika membayangkan Raka telah bahagia bersama Celine bahkan mungkin sudah memilik anak, Membayangkan saja Zara tidak sanggup apalagi melihatnya secara langsung.
"Kenapa aku tidak bisa melupakannya hiks kenapa hikssss aku benci pada diriku sendiri hiks. " Zara menangis sambil memukul dadanya sesak ketika mengingat Raka, bahkan Isak tangis Zara terdengar sangat pilu bagi yang mendengar nya di tengah malam yang sepi itu ia mencurahkan seluruh isi hatinya.
-
-
-
__ADS_1