Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 82


__ADS_3

"Dek Mommy bekerja buat kita juga but kita dek. Mommy bekerja siang Dan malam tidak pernah mengeluh kepada siapapun walaupun Mommy lelah agar kita tidak pernah kekuarangan apapun jadi kita harus mengerti dengan pekerjaan Mommy Yang super sibuk. "Ucap Zein mensehati adiknya agar mengerti dengan pekerjaan ibu mereka, Sein menundukan kepalanya setelah mendengar nasehat kakaknya Yang benar adanya.


Zara Yang mendengar kata bijak Zein entah harus sedih atau bangga terhadap putranya itu, Sedih karna anak seusia Zein harus di paksa dewasa di umurnya Yang masih kecil sedangkan di sisi lain ia bangga karna Zein sangat mengerti dengan pekerjaan Yang memang waktunya lebih banyak dikantor ketimbang bersama kedua anaknya.


"Tapi Mommy sudah berjanji kepada Sein untuk bertemu Kakek hari ini kak. "Cicitnya tanpa berani melihat wajah Zein.


Zein hanya bisa tersenyum, Rupanya ia harus meberi pengertin Extra kepada Sein agar adiknya itu mengerti. Zein menoleh kepada Zara untuk meminta pendapat, Mengerti dengan kode sang putra Zara berjalan menghampiri sang putri dengan lembut ia memegang tangan mungil putrinya.


"Jika pekerjaan Mommy sudah selesai, Mommy akan mengajak Sein Dan kakak untuk kerumah kakek. "Ucap Zara sambil mengelus pipi putrinya Yang chubby.


"Janji Mom. "Sein mengangakat jari kelingkingnyabdi hadapan Zara.

__ADS_1


"Janji sayang. "Jawab Zara sambil mengaitkan jari kelikingnya di jari mungil sein.


"Sein sayang Mommy. "Sein langsung memeluk tubuh Zara Yang membuat pemilik tubuh jatuh kebelakang bila tidak menjaga keseimbangannya.


"Mommy juga sayang kepada kalian. "Jawab Zara membalas pelukan Sein sambil mengedipkan matanya kearah Zein.


Zein membalas kedipan ibunya dengan tersenyum, Di dalam hatinya ia berjanji akan selalu membuat kedua wanita kesayangan selalu bahagia tidak ada Yang menyakiti mereka.


Setelah Drama pagi di rumahnya selesai, Zara langsung keluar rumah untuk bekerja setelah berpamitan pada kedua anaknya. Dengan terburu - buru Zara masuk kedalam mobil hari ia akan menyetir sendiri, Karna kebetulan supir Yang biasa mengantar sedang sakit.


_

__ADS_1


_


Sampai akhirnya dering ponselnya mebuat ia terusik, Tapi bukan bangun Raka malah menutup telinga dengan bantal Yang ia pakai. Rupanya sang penelepon tidak menyerah ia terus menghubungi Raka sampai berulang kali membuat Raka kesal karna tidurnya terganggu oleh suara dering ponselnya, Setelah mengambil ponselnya di atas nakas ia langsung mengangkat tanpa melihat siapa Yang menelepon dirinya.


"Berisik tahu, Pagi - pagi sudah ganggu orang tidur aja. "Omel Raka. Belum sempat Raka mengakhiri panggilan namun sudah mendapatkan teriakan dari sana, Sampai ia menjauhkan ponselnya dari telinga.


"INI BUKAN PAGI RAK, INI SUDAH JAM 11 SIANG. "Teriak di seberang sana saking kesalnya kepada Raka Yang tidak bisa dihubungi sedari tadi, Padahal setelah habis makan siang mereka ada meeting dengan klien penting dri luar Negri.


Mata Raka terbelalak ia melihat kerarah jam Dan benar saja sudah menunjukan ke 11, dengan segera ia berlari kekamar mandi setelah mematikan panggilan begitu saja, Yang membuat Di sebrang sana mengumpat Raka.


"Dasar Raka sialan. "Umpat pria itu Yang tidak lain Dion. Membuat Lidya Yang kebetulan ada didekatnya menoleh ka arah Dion Yang baru saja mengumpat.

__ADS_1


"Bapak baik - baik saja. "Tanya Lidya khawatir, Takutnya Asisten bosnya kerasukan.


Bukannya menjawab Lidya, Dion langsung masuk keruangannya begitu saja hari ini moodnya memburuk karna ulah Raka. Lidya menggeleng melihat Dion pergi begitu saja, Lidyapun kembali melanjutkan pekerjaannya kembali.


__ADS_2