
Mendengar ada yang memanggilnya, Bocah perempuan itu berbalik dan melihat kakaknya tengah berdiri. Dengan riang dia menghampiri kakaknya.
"Ayo dek. "Ajaknya sambil mengulurkan tangan nya.
Sambil tersenyum Ceria bocah itu menerima uluran tangannya, Mereka berjalan sambil tersenyum meninggalkan Raka sendirian. Untuk menghampiri seorang wanita Cantik yang sudah menunggu mereka. Setelah sampai, mereka bertiga langsung berjalan meninggalkan tempat itu.
"Hey kalian mau kemana? "Tanya Raka. Namun tidak ada jawaban sama sekali.
"Zara! Zeinnn.. "Teriaknya.
Lagi - lagi tidak ada jawaban sama sekali, Mereka tetap berjalan meninggalkan Raka, Seolah teriakan Raka tidak terdengar sama sekali. Ingin sekali Raka mengejar mereka tapi entah kenapa kaki nya tidak bisa digerakan sama sekali.
"Jangan tinggalkan Daddy sendirian. "Ucapnya lirih tanpa sadar air mata nya menetes.
__ADS_1
"Zara !Zein. "Teriak nya sedih Sambil melihat kepergian mereka sampai tidak terlihat lagi di pandangan nya. Tubuh Raka meluruh di Rumput taman itu setelah melihat kepergian mereka.
"Zara, Zein jangan tinggalkan aku. "Gumam nya dengan sedih.
"Tuan Bangun. "Ucap Dion, Sambil mengguncang tubuh Raka pelan yang sedang mengigau.
Tadinya Dia ingin meminta tanda tangan Raka Untuk berkas Yang ia bawa, Bahkan Tadi Dion sudah mengetuk pintu Ruangan Raka beberapa kali Karna takut mengganggu Raka, Biasa dia Langsung masuk tanpa mengetuk pintu, Tapi karna kejadian itu Dion sekarang akan mengetuk pintu terlebih dahulu.
Namun karna tidak ada jawaban akhirnya di Masuk karna kebetulan tidak di kunci oleh Raka. Sampai di dalam ruangan dia melihat Raka tertidur di sofa dengan Posisi menyender sambil mengigau.
"Baru begini saja kau sudah begini, Bagaimana kalau kamu tau Zara dan Zein sudah pergi jauh darimu. "Gumam Dion sambil melihat Raka yang sedang menangis.
Dion tahu bahwa Zara sudah pergi dan tidak tahu ada Dimana dari Bram, Karna penasaran dengan apa yang terjadi akhirnya di menghubungi Bram dan Akhirnya Bram menjelaskan semua nya termasuk pesan Dari Zara. Karna Raka tidak bangun akhirnya Dia membangun Raka kembali.
__ADS_1
"Raka. "Dengan suara agak keras sambil mengguncang tubuh Raka kembali.
Karna mendengar teriakan Dion Akhirnya Raka bangun dengan Wajah kaget nya, Dengan linglung dia melihat ke sekeliling sampai akhir nya dia sadar bahwa masih di ruangan nya. Dia juga melihat Dion yang sedang memperhatikan dengan Waja datar.
"Kau ngapain ada di ruanganku? "Tanyanya dengan wajah kaget.
"Iya, Karna ada yang harus tuan tanda tangani. "Sahut Dion dengan formal, Sambil menyerahkan berkas yang dia bawa kepada Raka.
Dengan Cepat Raka membaca dengan teliti, Setelah itu barulah dia menandatangani nya. Dan menyerahkan kembali ke Dion.
"Kalau begitu saya permisi. "Ucap nya datar. Dia langsung berbalik dan berjalan keluar dari ruangan Raka.
Sedangkan Raka sangat sedih Melihat Dion keluar dari Ruangan, Bahkan Dion sekarang selalu Formal kepada nya. Belum lagi para sahabat yang lain nya yang mulai menjahuinya, Bahkan papanya pun Sangat kecewa padanya.
__ADS_1
Karna sudah tidak mood lagi untuk bekerja, Raka akhirnya berniat pulang ke apartemen nya. Namun di tengah perjalanan dia melihat seoarang anak kecil bersama ayahnya Sedang bermain, Tiba - tiba mengingat mimpi buruk yang baru di alami nya. Akhirnya di membelokan mobilnya menuju ke Mall berniat membeli mainan untuk Zein untuk di bawa kerumahnya bersama Zara.