
Setiap hari Zara akan selalu menyempatkan diri untuk membuatkan sarapan untuk anak - anaknya, Seperti pagi ini Zara dari pagi sudah sibuk dengan peralatan masaknya. Ia akan senang bila anak - anaknya makan dengan lahap bila ia yang membuatkannya, Setelah selesai menata masakan di meja makan ia pergi ke lantai atas untuk membangunkan anak - anaknya yang masih tidur sedangkan Glen dua hari Yang lalu sudah kembali kenegaranya lagi.
Karna kebetulan anak - anaknya belum masuk sekolah, Rencananya hari ini ia ingin mengajak anak - anaknya bertemu dengan Bram. Walau berat untuk dirinya jika bertemu dengan Raka nantinya tapi ia tidak mau egois yang hanya memikirkan dirinya sendiri, Biar bagaimanapun mereka berhak bertemu dengan kakenya. Ia juga memikirkan Bram yang pasti sudah rindu dengan cucunya, Apalagi selama menikah dengan Raka Bram selalu memperlakukan dirinya seperti anaknya sendiri.
Dengan pelan ia masuk ke kamar putrinya yang bernuansa serba warna pink seperti kesukaan Sein, Zara menggeleng melihatputrinya tidur dengan posisi tidur berantakan.
"Sayang bangun ini sudah siang. "Ucap Zara sambil mengusap kepala Sein.
Namun bukannya bangun Sein malah semakin mengeratkan pelukan pada gulingnya, Hal itu membuat Zara gemas melihat kelakuan Putrinya dengan gemas ia menciumi seluruh wajah sein hal itu membuat Sein terganggu dengan malas ia membuka matanya.
"Pagi kesayangan Mommy. "Sapa Zara sambil tersenyum.
"Pagi Mom. "Jawab Sein sambil tersenyum.
"Cepat bangun gih dan mandi hari ini Mommy ingin mengajak Sein bertemu dengan seseorang. "Perintah Zara.
"Bertemu siapa Mom? "Tanya Sein penasaran.
__ADS_1
"Rahasia, Makanya cepat mandi nanti Mommy tinggal. "Ancam Zara.
Mendengar ancaman ibunya Sein langsung berlari cepat kekamar mandi, Zara hanya bisa menggeleng saja melihat kelakuan putrinya. Setelah selasai membereskan tempat tidur Sein, Zara pergi menuju ke kamar putra. Berbeda dengan sang adik, Zein ketika Zara masuk ia sudah mandi bahkan sudah memakai pakaian.
"Selamat pagi sayang. " Sapa Zara sambil mengusap rambut Zein.
"Pagi Mom. "Jawab Zein sambil mencium pipi Zara yang sedang duduk di tempat tidurnya.
"Kalau sudah selesai cepatlah turun, Nanti Mommy ingin mengajak kamu bertemu opa Bram kebetulan hari ini Mommy libur jadi Mommy ingin mengajak kalian kesana. "Beritahu Zara.
"Baiklah Mom. "Jawab Zein patuh tapi matanya tidak bisa berbohong bahwa Zein senang akan bertemu dengan kakeknya.
********
Sepanjang perjalanan menuju ke rumah Bram , Tubuh Zara berkeringat karna sejujurnya ia belum siap bila bertemu dengan Raka. Melihat kondisi ibunya dengan lembut ia memegang tangan Zara, Merasa tangan di pegang seseorang ia menoleh kesamping Dan melihat Zein Yang sedang melihat dambil tersenyum.
"Jika Mommy tidak sanggup lebih baik kita pulang saja. "Kata Zein.
__ADS_1
"Mommy baik - baik saja jadi kamu tenang saja ya. "Jawab Zara sambil tersenyum.
Setelah satu berkendara mobil Yang di tumpangi mereka sudah sampai di rumah Bram, Karna kebetulan pintu gerbang tidak tertutup mobil Zara langsung masuk begitu saja kedalam. Sein melihat kesekeling rumah Yang asing baginya, Tadi di dalam mobil ia selalu bertanya kepada Mommy namun selalau mendapatkam jawaban Yang sama.
Berbeda dengan Sein Yang masih kebingungan, Zein langsun turun begitu saja ketika melihat Bram Yang akan memasuki rumahnya entah apa Yang di pikirkan Bram hinggga tidak mendengar suara mobil.
"Opa. "panggil Zein namun Bram hanya berhenti sebentar lalu berjalan lagi.
"Opa. "Panggil Zein lagi dengan sedikit keras, Namun Bram tidak merespon sama sekali bahkan ia tetep melanjutkan jalannya.
"OPA ZEIN KANGEN OPA."Teriak Zein dengan keras bahkan air matanya mengalir.
Barulah Bram berhenti dapa Zara lihat bahu Bram bergetar Zara tebak pasti mantan mertuanya sedang menangis, Dan benar saja ketika berbalik air matanya suudah mengalir. Zara sadar bahwa dirinya egois telas memisahkan kakeknya dan cucunya,Nmun keadaanlah yang memaksa Zara berbiat seperti itu.
Terima kasih atas dukunganya buat karya pertama Uthor.🙏🙏🙏🙏
Jangan lupa like, Coment dan Vote sebanyak - banyaknya.😃😃
__ADS_1