Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 113


__ADS_3

"Tidak. "Jwab Raka singkat.


Mendapatkan jawaban dari Raka membuat ayah dan anak senang karna harapan mereka bisa saja tercapai. Berbeda dengan Dion yang heran akan jawaban Raka, Sungguh dirinya tidak mengerti dengan jalan pikiran Raka.


"Sayang sekali padahal anda sangat tampan juga kaya, Mungkin tuan Raka orang nya pemilih sehingga sampai sekarang masih sendiri. Tapi apa boleh saya mendaftarkan diri jadi wanita anda, karna sebenarnya saya menyukai anda sejak pertama kali melihat anda tadi. "Ungkap wanita percaya diri.


"Saya juga senang mempunyai menantu seperti anda, Apalagi kalian sangat serasi pasti kalian nantinya akan menjadi pasangan sempurna. "Kata Tuan alex dengan mata berbinar, Mendengar ucapan ayahnya membuat Jelita semakin melambung.


"Oh jadi ini tujuan mereka mengundang kami kesini. "Gumam Dion di dalam hati.


Raka yang sudah dari tadi muak dengan pembicaraan mereka berdua, Dengan kasar ia meletakan sendok yang ada di tangan nya hal itu membuat yang lain tersentak kaget. Sebelum berbicara Raka mengelap mulutnya telebih dahulu dengan tisu, Ia menatap mereka bergantian dengan tatapan tajamnya.


"Sepertinya kalian salah paham perkataan saya tadi, Saya memang tidak punya kekasih melainkan saya pria beristri. "Kata Raka tegas.


Jelita dan Tuan alex syok, Selama ini ia kira Raka tidak punya pasangan. Karna selama ini ia tidak pernah melihat Raka bersama perempuan manapun, Padahal ia sangat mengharapkan Raka jadi menantu nya.


"Hah Ist_ri. "Gagap Lita.


"Kalau begitu saya permisi pulang, Terima kasing atas undangan makanan malam nya. "Pamit Raka sebelum pergi.


"Tunggu tuan Dion. "Cegat Tuan alex sambil berdiri, Ketika Dion akan pergi menyusul Raka.


"Ada apa tuan Alex? "Tanya Dion sopan. Walau di dalam hati ia sedikit kesal kepada Tuan Alex, Tapi ia mencoba memahaminya sebab mereka tidak tahu apapun.


"Apa benar yang tadi yang di ucapkan Tuan Raka kalau dia sudah beristri? "Tanyanya Yang masih penasaran bisa Raka berbohong untuk menolak putrinya, Namun jawaban Dion membuat ia tubuhnya lemas.

__ADS_1


Dion menangguk. "Yang dikatan Raka benar adanya, Ia sudah mempunyai istri Dan dua anak. "Jawabnya dengan jujur.


"A_nak, Tapi kenapa selama ini aku tidak melihatnya bersama perempuan? "


"Maaf itu masalah pribadinya, Kalau tidak ada ditanyakan lagi saya permisi. "Pamit Dion.


Ketika Dion sudah pergi dari sana, Jelita memberanikan diri bertanya kepada sang ayah. "Apa ayah percaya dengan ucapan mereka? "


"Hmm tidak mungkin mereka berbohong sebesar itu kepda kita. "


"Hah padahal aku sangat menyukainya. "Gumam Jelita.


Raka berjalan dengan muka kesal karna waktunya terbuang sia - sia karna acara makan malam ini, Raka Yang sedang kesal tidak sadar ada anak kecil Yang sedang berlari kearahnya. Hingga tabrakan tubuh itu tidak bisa di hindari, Aneh bukan Raka Yang kesakitan melainkan anak perempuan itu.


Brukkk


"Sein. "Panggil Raka ketika sadar siapa Yang menabrkanya.


Sein mendongak melihat ke arah Raka. "Om tampan. "


Tidak Lama seseorang berlari ke arah mereka berdua. "Sein kau baik - baik saja sayang. "Tanyanya sambil memeriksa tubuh Sein.


"Sein tidak apa - apa Mommy. "


"Syukurlah kau membuat Mommy khawatir tadi. "kata Zara menghela nafa lega.

__ADS_1


"Maaf Mi. "


"Hmm lain kali janga berlari lagi seperti tadi. "Nasehat Zara sambil mengelus kepala Sein, Karna khawatir dengan Sein ia belum sadar Raka ada disana sedang memperhatikan mereka berdua.


Zein Yang baru datang menyusul ibu Dan adiknya, Menatap tajam ke arah Raka Yang berada disana. Raka Yang merasa ada menatapnya langsung melihat kearah Zein, Mata mereka berdua saling tatap namun memiliki arti lain. Zein menatap Raka penuh kebencian sedangkan Raka sebalik, Ia menatap Zein penuh kerinduan Dan penyesalan.


"Dasar kampret Lo Rak, Kenapa ninggalin gue tadi disana tadi." Omel Dion dengan nafas Yang sedikit terengah - engah akibat mengejar Rak tadi, Hingga ia tidak sadar situasi di sana Yang sedikit memanas akibat tatapan ayah Dan anak.


"Eh Zara. "Ucap Dion ketika sadar ada Zara Dan kedua anaknya, Mendengar ada Yang memanggil Zara melihat ke arah Dion.


"Raka. "Ucap lirih.


Zara kaget karna ada Raka juga disana, Sungguh ia tidak menyangka niat ingin mengajak kedua anaknya makan malm di luar malah mempertemukan Zara Dan Raka kembali. Repleks ia menarik kedua anaknya kebelekang tubuhnya seolah Raka akan mengambil mereka berdua, Raka Yang meihat reaksi Zara hanya tersenyum kecut.


Berapa menit kemudian mereka semua berkumpul di sebuah meja, Tadinya Raka akan pulang namun Sein terus merengek kepadanya untuk ikut makan malam bersama mereka. Walau Zara Dan Zein sudah membujuknya, Namun Sein tetep kekeh ingin makan makam bersama Om tampannya.


Akhirnya Zara terpaksa mengizinkan nya, Mendengar itu tentu saja membuat Raka senang walaupun perutnya sudah kenyang ia tidak akan membuang kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga kecilnya.


Selama makan malam Sein terus menempel kepada Raka, Mungkin karna tidak mendapkan kasih sayang sang ayah membuat Sein haus akan kasih sayang itu membuat Zara terisiris. Namun berbeda dengan Zein Yang terus makan bahkan ia tidak peduli walau Raka ada di dekatnya, Mungkin karna ia sudah besar Dan tahu kejadia seperti apa jadi Zein selalu bersikap dingin kepada Raka.


"Bagaimana kabarmu selamani? "Tanya Dion memecang kecangguangan di antara mereka berlima.


"Seperti Yang ka Dion, Aku baik - baik saja bahkan lebih baik dari kehidupan aku dulu. "Jawab Zara apa adanya.


Dion menghela nafas."Hmm, Dulu aku khawatir padamu ketika kamu pergi dari Raka. Tapi melihatmu sekarang aku senang melihat kamu baik - baik saja, Bahkan jauh lebih baik ketika kamu bersamanya."

__ADS_1


"Terima kasih ka sudah mengkhawatirkan aku. "Zara tersenyum tulus ke arah Dion.


"Hmm. "


__ADS_2