
Napas Raka naik turun bukan karna tergoda oleh rayuan Dian, Melainkan emosi dengan kelakuan Dian yang dengan lancangnya Dian memegang tubuhnya bahkan mengelus dadanya baginya hanya satu Orang yang boleh memegang tubuhnya yaitu Zara istrinya.
Selama ini ia masih mentolerir saat Dian menggoda dirinya karna masih di tahap aman, Alasan lain karna ia kasihan karna Dian harus menjadi tulang punggung keluarga di kampung Namun malam ini Dian sudah melewati batas.
Dengan kasar Raka menghempaskan tangan yang sudah lancang memegang tubuhnya, Penolakan Raka membuat Dian syok apalagi melihat sorot mata Raka yang menatapnya penuh kebencian.
Plakkk
Belum selesai keterkejutan Dian, Ia malah dikejutkan dengan tamparan Raka yang sangat keras sampai - sampai membuat bibir Dian sobek. Bukan sampai disitu dengan kasar Raka juga menarik rambut Dian untuk mendongakkan kepala dian.
"Berani sekali kau menyentuh tubuhku dengan kotormu itu hah Dan kau dengan lancang masuk ke kamar ini tanpa seijin ku.Kau pikir kau siapa hah. "Teriak Raka sambil menunjuk wajah Dian.
Sedangkan Dian hanya bisa meneteskan air matanya karna menerima perlakuan kasar Raka, Ia tidak mengira bahwa Raka sangat kasar bila sedang marah.
"Akan aku tunjukan siapa aku sebenarnya. " Dengan kasar Raka menarik rambut Dian untuk membawanya keluar kamar, Bahkan ia tidak peduli dengan tangisan Dian baginya ini hukuman yang telah bermain - main dengan nya.
"Sakit Tuan hiks. "Isak tangis Dian sambil berusaha melepaskan cengkraman Raka pada Rambut nya.
__ADS_1
"Diam inikan yang kau mau. "Bentak Raka dengan Wajah memerah.
"Kita mau kemana Tuan. "Panik Dian ketika Raka menariknya untuk menuruni tangga.
Namun lagi - lagi tidak dihiraukan oleh Raka yang sedang di liputi amarah, Sesampainya di bawah dengan kasar Raka menghempaskan tubuh Dian di atas lantai.
Semua pelayan berlari kearah ruang tamu setelah mendengar teriakan mereka semua penasaran apa yang terjadi, Mereka semua syok melihat perlakuan Raka ke Dian. Tapi ketika melihat pakaian Dian mereka semua mengerti kenapa Raka sampai marah besar.
Dian hanya bisa menundukan kepala sambil terisak lantaran malu, Apalagi dirinya hanya memakai lingeri yang sangat transparan ia tidak berani melihat kearah mereka semua yang sedang mencibirnya.
"Apa kalian semua mengerti. "
"Mengerti Tuan. "Jawab semua pelayan.
"Bagus jika kalian mengerti, Karna aku tidak segan berbuat kasar pada kalian semua. "Ancam Raka.
Mereka semua langsung mengeguk salivanya sendiri mendengar ancaman Raka, Apalagi setelah mereka semua melihat secara langsung kemarahan Raka kepada Dian.
__ADS_1
"Dan kau DI PECAT. "Ucap Raka sambil menunjuk kearah Dian dengan menekankan kata di pecat.
Tubuh Dian langsung lemas setelah mendengar dirinya di pecat, Ia memikirkan bagaiman nasib adik - adiknya jika dirinya tida bekerja lagi sedangkan ibunya sudah sakit - sakitan.
"Ini tidak bisa dibiarkan. "Gumamnya sambil menggeleng. Dengan berani Dian memeluk kaki Raka dengan erat, Semua orang kaget dengan dengan apa yang dilakukan Dian tidak terkecuali Raka sendiri. Wajah Raka semakin mengeras, Raka berusaha melepaskan kakinya dari belitan tangan Dian.
"Lepaskan. "Suara Raka terdengar memerintah. Dian hanya menggeleng malan semakin mengeratkan pelukan pada kaki Raka.
-
-
Mohon maaf jika ada kata yang kurang mengenakan..
Mohon di maklumi karna saya pun masih dalam proses tahap belajar.
Terima kasih!!!!! 👍
__ADS_1