
Malam hari pun tiba, Setelah lama berpikir akhirnya Raka memutuskan untuk pulang kerumahnya bersama Zara. Lagi pula Ia sudah sangat merindukan putra nya Yang dia abaikan. Sebelum berangkat Ia menoleh ke samping kemudi, Yang ada hadiah untuk Zein yang ia beli di Mall beberapa hari lalu.
Sebenar nya walaupun Raka terlihat abai dengan Zein, Tapi ia selalu mengawasi Zein dari jauh. Karna jauh di lubuk hatinya ia sangat menyayangi Zein, Tapi entah kenapa Dia selalu bersikap acuh.
Selama dalam perjalanan Raka merasakan Hatinya Berdegup kencang, Dia bingung harus bersikap apa saat bertemu dengan Zara Wanita yang ia Sakiti.
Entah kenapa Setelah bi Yati menelpon, Dan Mengatakan Zara Menyuruhnya pulang. Tiba - tiba Hatinya menghangat, Namun juga khawatir sekaligus. Khawatir dengan reaksi Zara dan Zein ketika melihat dirinya.
Tidak terasa mobil Raka sudah sampai di depan gerbang rumahnya, Satpam yang melihat mobil majikannya di depan gerbang, Dengan segera langsung membuka gerbangnya.
"Selamat malam Tuan. "Sapa satpam.
"Malam. "
Setelah menjawab sapaan satpam, Raka melajukan kembali mobilnya untuk masuk ke halaman Rumah. Mobil Raka berhenti tepat di depan pintu Rumah.
"Kenapa aku gugup. "Gumamnya.
__ADS_1
Raka keluar mobil dengan gaya Cool, Sambil membawa mainan dan Bunga. Entah kenapa saat dia melihat penjual bunga, Ia ingin membelikan nya untuk Zara.
Raka sudah disambut oleh para pelayan, Raka mengendangarkan pandangan nya mencari Orang yang selalu menyambutnya ketika pulang diantara para pelayan. Ia menggelengkan kepalanya, Ketika Fikiran buruk melintas di kepalanya.
"Selamat datang kembali tuan. "Sambut para pelayan.
"Hmm. "Jawab Raka singkat.
Dengan langkah lebarnya Raka masuk Kedalam Rumah, Melewati para pelayan yang masih berdiri. Sesampainya di dalam Ia merasakan suasana Sepi, Tidak seperti biasanya yang selalu hangat.
Raka melihat ke sekeliling, Namun Orang yang ia cari tidak ada di dalam. Pandangan matanya berhenti di dinding tidak ada foto Pernikahan nya, Melainkan hanya foto dirinya dan seseorang yang dulu ia sangat Cintai.
Dada Raka bergemuruh memikirkan Sesuatu kemungkinan yang terjadi, Selama ia meninggalkan Rumah. Apa yang terjadi di rumah ini pikirnya.
"Bi, Siapa yang menyuruh bibi menggantikan Foto yang ada disana? "
Dengan lemas Ia bertanya kepada bi yati, Yang sedari tadi mengikutinya di belakang. Ia berharap semoga jawaban bi yati tidak sesuai yang ada di pikirannya.
__ADS_1
"Neng Zara sendiri yang menyuruhnya. "
"Kenapa bi?" Tanya Raka penasaran.
"Katanya itu sudah tidak artinya lagi Tuan. "Jawab bi yati jujur.
Deg
Mendengar jawaban bi yati, Raka seperti merasakan Jantungnya tertusuk Oleh sebuah belati. Apakah sebigutanya ia menyakiti Wanita itu pikir Raka.
"Terus sekarang Zara dan Zein ada dimana bi. "Dengan lesu Raka bertanya.
"Mereka sudah pergi dari Rumah ini tuan hiks. "
Isak tangis bi yati Terdengar setelah mengingat Zara dan Zein, Dia Rindu dengan keceriaan Mereka. Rumah ini menjadi sunyi setelah kepergian Mereka berdua.
Raka mematung mendengar jawaban bi yati, Dengan Cepat ia berlari menaiki tangga Setelah kesadaran kembali. Semoga ucapa bi yati hanya bohong Ia akan memeriksa nya sendiri.
__ADS_1
Pertama ia memeriksa kamar putranya, Ternyata kamar putra sudah kosong. Bahkan Baju di lemari sudah kosong, Dan mainnya sudah Tida ada di tempat biasa.
Setelah memeriksa kamar putranya, Raka berlari kembali untuk pergi ke kamar yang ia tempatinya selama berada di rumah ini.