Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 48


__ADS_3

Sesampainya di depan pintu kamarnya, Dengan tidak sabaran Raka langsung masuk ke kamar seteleh membuka pintu. Ternyata sama seperti kamar Zein, Kamarnya pun sudah kosong.


Bahkan Foto yang biasanya terpajang tidak ada lagi, Hanya menyisakan fotonya seorang diri. Dengan gemetar Raka pintu lemari baju tidak ada pakaian Zara sehelai pun di dalam lemari itu, Hanya baju dirinya yang tersisa yang ia sengaja ia tinggalkan dulu.


"Bahkan ia pergi tanpa meninggalkan jejaknya. "Gumamnya.


Tanpa sadar Air Matanya menetes, Dengan lunglai ia berbalik. Dengan gontai Raka berjalan berniat untuk keluar kamarnya, Namun Tiba - tiba matanya menangkap Sebuah kotak di atas meja Rias Zara.


"Kotak apa Ini. "


Dengan cepat ia membukanya, Raka mengobrak - abriknya ternya berisi sebuah Sertifikat rumah dan perhiasan, Bahkan semua kartu Yang ia berikan kepada Zara ada semua.


Sampai akhir nya Dia menemukan sebuah kertas terlipat, Jantungnya bagaikan tertusuk Ribuan Belati saat membaca isi kertas itu yang ternyata Sebuah surat, Yang ia yakini dari Zara untuk dirinya.


*Assalamualaikum mas,,,


Saat kau membaca surat ini itu artinya mas Raka sudah pulang ke Rumah, Dan itu berarti Aku dan Zein sudah tidak ada di Rumah.


Pasti kau bahagiakan Mas, Karna kami sudah tidak ada di Rumah*.

__ADS_1


"Tidak,, Aku tidak Bahagia Zara hikss. "


Isak tangis Raka terdengar sambil menjawab seolah Zara ada didepannya.


Oh ya Mas, Aku belum memberimu selamat ya. Selamat atas hubungan mu dengan Celinin, Kau pasti bahagia kan karna Wanita yang kau tunggu sudah kembali kedalam pelukan mu lagi.


Tapi apakah kau tau mas,, Saat melihatt kau bersama Celine. Kau tidak tahu telah menyakiti hatku.


Kau dengan tega Menamparku hanya membela wanita itu, Tanpa mendengar penjelasan dariku terlebih Dahulu.


Bukan Fisik aku yang merasakan Sakit tapi Hatiku yang Sakit Saat melihat perlakuan mu kepada nya, Bahkan tatapan matamu kepadanya sangas berbeda saat melihat kepadaku yang selalu dingin.


Ah kenapa aku jadi Curhat ya mas, sudah lupakan saja curhatan ku ini ya mas.


Aku Cuman mau bilang tinggal di rumah ini, Aku sudah menghilangkan kenang - kenangan tentang kita.


Aku sudah mengembalikan Seperti semula saat sebelum aku datang, Maaf jika tidak sepenuhnya kembali seperti semula. Jangan pikirkan Zein dia akan Baik - baik saja bersamaku.


Semoga bahagia dengan pilihan mu mas.

__ADS_1


 


selamat tinggal mas


Zara


 


Tangisan Raka semakin semakin keras, Setelah membaca Surat dari Zara. Ia merutukinya yang bodoh, Karna telah menyakiti Zara.


"Hiks bodoh,, Kau bodoh Raka hiks. "Racau Raka sambil menangis sesegukan.


"Apa yang telah aku lakukan, Kenapa aku menyakiti mereka. "lanjutnya.


Raka terus menangis sambil memeluk kertas itu, Bi yati hanya mematung di depan pintu melihat Raka menangis, ia membiarkan terlebih dahulu. Tadi ketika ia sedang di bawah ia Mendengar suara tangisan karna khawatir akhirnya ia menyusul ke atas.


"Apa yang telah kau lakukan tuan, Kau membuang berlian dami batu kerikil. "Gumamnya kasihan.


Karna kasihan kepada Raka akhirnya, Ia meberanika diri untuk menghampiri Raka. Dengan lembut ia menyentuh pundak Raka, Sesorang yang sudah Ia Asuh sedari kecil. Yang sudah ia anggap putra nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2