Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 58


__ADS_3

"Sayang kapan kamu kembali?. "


Saat ini mereka sedang duduk di atas rumput, Dengan Raka tiduraran di pangkuan Mira. Dengan lembut Mira mengelus putrannya, Yang sedang memejamkan matanya menikmati elusan ibunya. Mendengar pertanyaan ibunya Raka mebuka matanya, untuk melihat Wajah ibunya Yang tidak pernah ia pandang.


"Apa mamah tidak senang aku ada disini...? "Tanya Raka, Mira menghela nafasnya mendengar pertanyaan putranya.


"Bukan mamah tidak senang kamu disini, Justru mamah sangat bahagia sayang. "Jawab mira.


"Terus kenapa mamah menyuruh aku pulang mah, Lagi pula aku masih rindu mama Dan ingin tinggil disini sama mamah, Jadi jangan menyuruh aka pulang. "Sahut Raka dengan tegas, Sambil bangun dari tiduran nya.


"Tidak sayang kamu belum waktunya berada di tempat ini, Lagi pula apa kamu tidak rindu dengan papa, Nia Dan sahabat - sahabat kamu. Dan apakah kamu tidak ingin bertemu lagi bersama anak Dan istrimu. " Bertahu Mira setelah menghampiri Raka.


"Tapi mereka semu tidak mau bertemu aku lagi karna aku sudah mengecewakan mereka, Terutama Istri Dan anakku pasti mereka sangat membenci ku. "Jawab Raka sambil mengingat lagi kelakuan nya Yang telah mengecewakan mereka semua.


Setelah mendengar penuturan Raka, Dengan lembut ia mengelus pundak Raka yang tegap dengan lembut, Seolah - olah mengisyaratkan semuanya akan baik - baik saja.


"Jadi jangan suruh aku pulang mah, Raka disana sangat kesepian mah, tidak seperti di sini ada mama yang menemani Raka. "Lanjut nya sembari menahan tangisan dengan mata berkaca - kaca.


"Kata siapa kau disana sendirian hmm,, Apa kau tidak mendengar suara - suara yang sudah sangat merindukan mu. " Ucap Mira sambil menghapus air mata yang keluar dari mata Raka.

__ADS_1


"Maksud mamah apa. "Tanya Raka bingung, Belum sempat Mira menjawab Raka mendengar suara - suara yang sangat di kenalinya.


"*Kak cepatlah sadar, Aku sudah Rindu dengan kakak. "


"Cepatlah sadar sobat kami semua menunggumu disini. "


"Cepatlah sadarlah aku Rindu dengan omelanmu. "


"Cepatlah sadar Raka, Agar kau bisa menjemput anak dan istrimu. "


"Maafkan papa yang selama ini belum menjadi papa yang baik, Tapi asal kau tahu papa sangat menyangimu*. "


"Pulanglah sayang mereka sudah menunggumu. "Titah Mira sambil mengusap kepala Raka layak nya anak kecil.


"Mah. "Panggil Raka dengan suara serak.


"Pergilah,, kejarlah mereka dan bawa kesisimu lagi kembali. "Titah sambil mengalihkan pandangannya kebelakang Raka.


Raka membalikan tubuhnya, Terlihatlah Seorang Wanita dewasa dan dua anak kecil yang satunya sangat Dia kenali. Dengan pelan ia melangkahkan kakinya ke mereka meninggalkan mamanya yang sedang tersenyum melihat kepergiaanny dirinya.

__ADS_1


"Zara, Zein. "Panggil Raka namun mereka tidak menoleh ke arah Raka.


"Zara, Zein. "


Beberapa kali ia memanggil namu tidak ada jawaban sama sekali, Namun ia tidak mundur lagi terus berjalan ke arah mereka, Sambil terus memanggil mereka berdua.


-


-


Disisi lain Bram masih Setia di ruangan Raka,


Sedangkan yang lain sudah ia suruh pulang sedaritadi. Sambil duduk di kursi yang ada di sebelah ranjang Raka, Ia tidak lelah untuk mengajak putra berbicara walaupun tidak ada jawaban sama sekali.


"Nak,, Apa kamu marah pada papa karna sudah mengabaikan dirimu. Kamu boleh marah kepada papa dan memarahi papa, Tapi papa mohon kamu cepatlah bangun papa sudah rindu kamu. "Bram menangis sambil memegang tangan Raka. Ia sudah tidak kuat lagi, Selama ini ia selalu pura - pura kuat di depan mereka semua, Namun ia sekarang meluapkan tangisannya di depan Raka.


Ketika ia sedang menangis, Ia merasakan tangan Raka bergerak dan sayup - sayup mendengar suara. Dan betapa terkejutnya Ia melihat mata Raka bergerak, Mata yang selama ini tertutup perlahan terbuka.


"Raka kamu sudah sadar Nak..? "Seru Bram Antusias.

__ADS_1


"Zara, Zein. "Gumamnya lirih. Itulah kata yang keluar untuk pertama kalinya, Setelah berminggu - minggu menutup mata.


__ADS_2