Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Episode 60


__ADS_3

Seteleh melihat mobil tuannya sudah tidak terlihat lagi, Bi yati memutuskan masuk ke dalam Rumah. Sesampainya di dalam Ia berpapasan dengan pembantu baru dengan wajah yang sedang Cemberut, Sebenarnya Bi yati kurang suka dengan pembantu baru itu, Karna ia selalu melihat pembantu itu selalu menggoda Walaupun sering tidak di ladeni oleh Raka.


"Kasihan gagal lagi ya. "Ejek bi yati.


"Bukan urusanmu bi, Mending sana lanjut kerja lagi jngan ikut campur urusan ku. "Titah pembantu itu bernama Diah dengan angkuh seolah ia nyonya di rumah ini, Bi yati Yang mendengar pembantu itu hanya menggeleng saja.


"Ckck dasar tidak tau diri. "Decih bi yati sambil meninggalkan tempat itu, Namun berhenti sebentar setelah mendengar teriakan Diah.


"Jika aku sudah menjadi Nyonya Di rumah ini, Aku akan Menendang Bi yati dari rumah ini. "Teriak Diah sambil memandang punggu bi yati.


"Mimpi. "Balas Bi yati Sambil melihat Diah dengan senyum meremehkan, Setelah itu ia melanjutkan langkahnya kembali.


"Sial. "Umpat Diah dengan wajah memereh karna kesal dengan ejekan Bi yati, Dengan wajah marah Diah meninggalkan tempat itu.


-*****-

__ADS_1


Sepanjang perjalanan menuju kantor, Raka hanya melihat ke arah jendela. Sampai di lamu merah ia melihat pemandanga Yang sangat menyentuh hatinya, Sebuah keluarga dengan anak kecil sedang bermain di area taman. Tanpa sadar air matanya menetes dari matanya, Lagi ia mengingat anak Dan istri Yang sekarang entah dimana.


"Kau menangis Raka. "Tanya Dion Yang tanpa sengaja melihat Raka menangis di kaca spion.


"Tidak, Aku tidak menangis ini hanya kemasukan debu saja tadi makanya aku menangis kau fokus saja menyetir. "Kilah Raka.


"Baiklah. "Pasrah Dion tidak bertanya lagi, Dia langsung menjalankan kembali mobilnya setelah lampu hijau.


Setelah beberapa saat mobil mereka telah sampai di kantor milik Raka, Mereka berjalan beriringan dengan wajah Datar Dan dingin. Karyawan melihat mereka masuk kantor langsung membungkuk dengan hormat, Mereka semua tidak berani melihat wajah tampan keduanya terutama Raka Yang semakin dingin Dan kejam saja beberapa tahun ini.


"Selamat pagi Tuan. "Sapa mereka.


"Hmm. "Jawab keduanya dengan singkat, Sambil berjalan masuk kedalam lift untuk naik ke lantas atas tempat dimana ruangan kerja mereka berdua.


Setelah pintu lift tertutup mereka semua bernafas lega karna mereka tidak menerima kemarahan bosnya seperti hari - hari biasanya, Dengan segara mereka semua segera pergi ke tempat kerja masing - masing sebelum mendapatkan teguran dari atasannya.

__ADS_1


Sesampainya di lantas atas mereka telah disambut dengan wanita cantik Dan sexy, Dengan senyuman manisnya ia menyambut bosnya Yang super tampan. Selama ini selalu berusaha untuk mendaptkan hati bosnya, Namun selalu Raka abaikan namun ia tidak pernah menyerah.


"Selamat pagi tuan. "Sapanya.


"Hmm. "Seperti biasa keduanya hanya menjawab dengan deheman.


Dion Dan Raka mereka berpisah setelah sampai di depan Ruangan mereka masing - masing, Baru saja Raka duduk di kursi kebesarannya ia mendengar sudah ada Yang mengetuk pintu. Raka sudah menebak pasti itu sekertarisnya untuk membacakan agendanya hari ini, Sebenarnya Raka kurang nyaman dengan sekertaris barunya ini. Karna sekertaris Lama sudah mengundurkan diri, Dengan alasan ingin fokus dengan keluarganya Dan Raka tidak bisa melarang karna itu hak mereka semua.


-


-


-


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2