
"MOOOOMMY"
Mereka berdua yang tadinya berpelukan langsung melepaskannya, Zara dan Zein sangat mengenali suara cempreng itu. Dengan perlahan Zara dan Zein menoleh dan benar saja mereka melihat Sein sedang berdiri tidak jauh mereka.
Zara dan Zein langsung menghampiri Sein yang tersenyum kearah mereka berdua dengan air mata yang meleleh dari mata keduanya, Mereka berdua lega setelah melihat Seina dalam keadaan baik - baik ternyata kekhawatiran mereka beberapa menit yang lalu tidak terjadi.
Sesampainya di depan Sein Zara langsung memeluk putrinya dengan erat, Seolah mengerti kekhawatiran ibunya Seina pun langsung membalas pelukan Zara sambil mengelusnya bahwa ia baik - baik saja.
Sedangkan Zein hanya berdiri di belakan Zara sambil menghapus air matanya, Entah apa yang terjadi jika terjadi seseutu kepada adiknya pasti ia menyalahkan dirinya sendiri.
"Apa kau baik - baik saja sayang, Apa kau ada yang terluka terluka."Tanya Zara sambil membolak balikan badan putrinya.
Sein langsung memegang pundak Zara, Dengan lembut ia menghapus air mata ibunya, Dirinya merasa bersalah karna menyebabkan ibunya menangis.
"Aku baik - baik Mom, Jadi Mommy jadi khawatir lagi ya. "Sahut Seina sambil mengelus pipi Zara.
__ADS_1
"Bagaimana Mommy tidak khawatir, Jika salah satu anak kesayangan Mommy hilang.. "Jawab Zara sambil mencium tangan mungil Sein.
"Maafin Seina Mom,, yang sedang membuat kalian berdua khawatir. "
"Lain kali jangan begitu lagi ya sayang, jangan buat Mommy dan abang khawatir kepada Seina. "Nasehat Zara kepada Seina.
"Iya Mom. "Jawab Sein sambil menunduk. Melihat putrinya menunduk dengan lembut ia mengelus rambut putrinya.
"Sudah jangan pada sedih lagi,, lebih baik kita melanjutkan acara senang - senang disini kita selagi Momy libur bekerja. "Sahut Zein untuk mengalihkan pembicaraan mereka berdua.
"Setuju. "Jawab Sein semangat.
"Horeeee. "Teriak keduanya. Dengan semangat mereka berdua menarik tangan Zara untuk pergi dari sana, Seharian pull mereka menghabiskan waktu bersama disana mereka selagi Zara tidak sibuk bekerja. Barulah setelah lelah mereka bertiga pulang ke rumah, Saking kelelahan kedua anak Zara sampai ketiduran di dalam mobil.
******
__ADS_1
Larut malam Raka baru pulang kerumah diantar oleh Dion, Seharian ia sangat sibuk di kantor karna perusahaannya sedang mengerjakan proyek yang sangat besar belum lagi masalah di pusat perbelanjaan yang ia punya.
Sungguh hari ini sangat menguras tenaga dan pikirannya. Dengan lunglai Raka menaiki tangga untuk pergi ke kamarnya, Namun ketika ia membuka kamar ia suguhkan dengan pemandangan yang membuat darahnya naik.
Bagaimana tidak ia melihat Dian sedang duduk diatas tempat tidur dengan pakaian yang sangat sexy dan sangat menggoda untuk para kaum lelaki, Tapi tidak untuk Raka bukan nya tergoda ia justru jijik dengan Dian.
"Lancang sekali kau masuk ke kamar ini. "Bentak Raka dengan urat yang menonjol di lehaernya.
Bukannya takut Dian malahan menghampiri Raka dengan senyum menggoda, Ia sudah bertekad malam ini akan mendapatkan Raka seutuhnya.
"Berhenti disana. "Teriak Raka.
Bukannya berhenti Dian terus berjalan menghampiri Raka, Ia tidak menghiraukan teriakan Raka yang menyuruhnya berhenti. Sesampai di depan Raka dengan beraninya Dian mengelus dada Raka, Melihat Raka Diam saja ia pikir Raka tergoda olehnya.
Dian tersenyum dalam hati karna rencananya berhasil untuk menggoda Raka, Tanpa ia ketahui sorot mata Raka semakin menajam nafas Raka naik turun karna Emosi karna Dian dengan berani memegang tubuhnya yang berharga.
__ADS_1
-
-