
Zara berjalan menuju ruang kerja sang kakak sedangkan dua anaknya sedang bermain di taman ruamah. Ia ingin bicara berdua dengan sang kakak berdua makanya ia meninggalkan sang anak bermain, Sesampai di depan pintu ia mengetek pintu terlebih dahulu.
Tok tok tok
"Masuk. "Sahut dari dalam. perlahan Zara membuka pintu setelah di perbolehkan masuk, Sesampainya di dalam ia melihat kakak sedang sibuk di depan laptopnya.
"Apa kakak sedang sibuk..?"Tanya Zara takut mengganggu pekerjaan sang kakak.
Mendengar suara sang adik Glen mendongakan kepalanya, ia kira Yang mengetuk pintu pelayan Yang ia minta membuatkan kopi ternyata Yang masuk afik kesayangannya.
"Untuk adik kesayangan sesibuk apapun akan menyempatkan waktu untukmu. "Jawab Glen apa adanya.
__ADS_1
Mendengar jawaban sang kakak Zara terharu sampai tidak menahan tangisan nya, Kasih sayang Glen kepada mereka tidak perlu di ragukan lagi, karna Glen selama ini selalu menjaga Dia dan anak - anaknya dengan baik. Mendengar adiknya menangis Glen menghampiri Zara dan memeluknya dengan hangat.
"Terima kasih karna kakak selama ini sudah menjagaku dan anak - anak aku dengan baik hiks hiks hiks. "Ucap Zara sambil menangis.
"Itu sudah menjadi kewajiban kakak,, Kakak akan selalu menjaga kalian sampai kapapun dan kakak akan melakukan apapun asal membuat kalian bahagi. Karna kakak sangat menyayangi kalaian. "Jawab dengan mata berkaca - kaca. Mendengar jawaban Glen tangisan Zara bukannya mereda malah semakin kecang, Glen menghela nafas mendengar tangisan Zara Yang semakin kencang saja.
Karna terlalu Lama berdiri dan kaki juga sudah pegal, Glen mengajak Zara untuk duduk di sofa Yang ada di ruangan itu, Setelah duduk ia membiarkan Zara menangis di dalam pelukan sampai tangisan Zara mereda dengan sendirinya.
"Sudah jangan menagis terus,, masa sudah punya anak dua masing saja cengeng emang tidak malu hmmm... "Canda Glen. Karna bosan tangisan Zara tidak reda- reda badahal sudah hampir setengah jam.
"Apa Yang ada kamu bicarakan sampai kamu menghampiri kakak kesini...? "Tanya Glen sambil mengahapus air matanya, Zara terdiam ia ragu untuk bicara dengan Glen.
__ADS_1
"Ada apa katakanlah..? "Tanya Glen lagi setelah melihat Zara Yang terliahat ragu.
"Ini soal kepulangan kami ke indonesia ka. "Cicit Zara tidak berani menatap Glen.
"Sebenarnya kakak masih keberatan. "Ucap Glen sembari menghela nafas. "Tapi kau pasti sudah memikirkannya dengan matang - matang jadi kakak tidak bisa melarang mu dek karna semua keputusan ada di tangan mu dan kau pasti sudah siap dengan resikonya kan. "Lanjutnya.
"Iya kak, Aku lakukan ini Demi anak - anak. Aku tahu di dalam hati Zein ia pasti merindukan daddy dan kakeknya, Apalagi papa bram sangat menyanginya selama ini. Mungkin Zein bilang kepada kita bahwa ia sangat membenci Raka, Tapi aku tahu di dalam hatinya kecilnya di sangat menyanyanginya mungkin saat ini hanya kecewa karna telah meninggalkan kami dulu. Bahkan aku sering memergokinya menangis sambil memeluk foto Raka. Lagi pula biar bagaimanapun mereka masih anak - anak Yang masih butuh kasih sayang ayahnya apalagi sein tidak pernah tahu siapa ayahnya. "Ucap Zara dengan tatapan nanar.
"Bagaimana kalau Raka mengabaikan mereka lagi dan malah membuat anak - anak semakin sakit hati karna di abaikan oleh ayah mereka. "Tanya Glen dengan geram mengingat Raka dulu Yang telah mengabaik adik dan keponakannya.
-
__ADS_1
-
____******_____