Menunggu Didalam Penyesalan

Menunggu Didalam Penyesalan
Eisode 88


__ADS_3

Keesokan paginya Zara turun kebawah dengan pakaian sudah rapi namun dengan mata yang masih bengkak akibat menangis semalam. Zara berjalan menuju kemeja makan dimana kakak dan kedua anaknya berkumpul.


"Selamat pagi. "Sapa Zara sambil mencium pipi kedua anaknya bergiliran sebelum duduk di kursi.


"Pagi Dek, Mom. "Jawab ketiganya serempak.


"Apa kau sudah sudah merasa baikan sekarang ? "Tanya Glen sambil menyuapkan roti kedalam mulutnya.


"Memangnya Mommy kenapa? "Tanya Zein menimpali ucapan Glen, Dia takut ibunya terluka.


"Mommy enggak kenapa - napa sayang, Cuman semalam kepala Mommy agak pusing tapi sekarang Mommy sudah baik - baik saja. Iya kan kak? "Bohong Zara sambil menatap tajam kearah Glen sambil menginjak kaki Glen yang di bawah meja, Ia kesal karna Glen bertanya tentang keadaannya di waktu yang tidak tepat.


Uhhhkkkk

__ADS_1


Glen tersedak makanan ketika mendapatkan tatapan tajam dari Zara apalagi kakinya juga sakit karna di injak oleh Zara, Dengan segera ia mengambil air yang kebetulan ada di dekatnya untuk di minum. Ia merutuki kebodohanannya karna membuat Zara kesal kepadanya, Semalam dirinya kembali ke kamarnya sendiri untuk menemani kedua keponakan nya yang sedang tidur setelah Zara tertidur karna kelelehan menangis makanya ia langsung bertanya ketika melihat sang adik sampai ia lupa masih ada anak - anak di meja makan.


"I_ya semalam kepala Mommy kalian pusing, Makanya Uncle khawatir takutnya masih pusing sampai sekarang."Jelas Glen mengiyakan ucapan Zara yang sedang berbohong sambil mengelus kakinya yang tadi di injak oleh Zara.


"Benaran kan Mom? "Tanya Zein lagi karna ia merasa Ibu dan paman nya sedang berbohong.


"Beneran sayang masa Mommy bohong sih. "Jawab Zara sambil tersenyum, Ia lupa putra itu sangat pintar dan tidak mudah untuk membohonginya.


"Baiklah. "Ucap Zein percaya walau masih ragu, Melihat Zein percaya Zara bernapas lega.


Glen mendongak. "Tadi kaki Uncle di gigit semut raksasa makanya kaki uncle sakit. "Sahut Glen langsung mendapatkan pelototan dari Zara karna tidak terima di sebut semut.


"Memangnya disini ada semut Raksasa uncle? Terus mana semutnya sein mau lihat"Tanya Sein polos.

__ADS_1


"Ada ! Tapi sekarang semutnya sudah tidak ada karna Uncle sudah membuangnya. "Jawab Glen sambil menggaruk kepalanya.


"padahal Sein sangat penasaran ingin melihatnya. "Lirihnya kecewa.


"Sudah jangan membahas semut lagi yang tidak ada habisnya itu, Lebih baik sekarang lanjutkan sarapan kalian."Sahut Zara.


"Baik Mom. "Jawab Sein patuh.


Setelah itu tidak ada pembicaran lagi di meja makan, Mereka semua orang fokus ke sarapan masing - masing. Selesai sarapan mereka semua berangkat bersama dengan satu mobil karna kebetulan sekolah Zein dan Sein searah dengan kantor jadi sekalian mengantar anak - anak ke sekolah.


Tanpa di sadari oleh mereka semua kebersamaan mereka di lihat oleh sepasang mata yang menatap mereka dengan tatapan nanar, Tadinya ia sangat bahagia begitu Dion memberitahunya bahwa sudah menemukan dimana Zara tinggal selama ini namun ternyata itu tidak sesuai ia harapkan ketika bertemu dengan Zara, Justru dirinya malah melihat pemandangan yang membuat hatinya teriris dimana ia melihat Zara sudah mempunyai keluarga baru bahkan sudah memiliki anak perempuan yang sangat menggemaskan.


Dirinya tidak menyangka anak perempuan yang pernah ia temui dulu tanpa sengaja, Ternyata anak dari wanita yang ia tunggu selama ini bersama pria lain bahkan Zein pun tampak bahagia bersama suami baru Zara pikirnya.

__ADS_1


-


-


__ADS_2