My Story Elfiza Anestasia

My Story Elfiza Anestasia
Tugas Bikin Pusing (Refisi)


__ADS_3

Elfiza Anestasia paling membenci hari senin entah apa pasalnya namun Elfiza membencinya sama seperti hari ini, hari ini hari senin dan sialnya Elfiza terlambat karna kesiangan dan teganya kedua kakaknya malah meninggalkannya.


Alhasil Elfiza saat ini mengayuh sepedanya, jarak antara sekolah dan vila kediamannya lumayan cukup jauh padahal banyak angkutan umum yang bisa Elfiza naiki tapi ia lebih memilih menggoes sepedahnya, karna Elfiza memiliki pengalaman yang tak pernah ia ingin ingat lagi saat naik angkutan umun jadi dia lebih memilih berkeriangat ria.


Dari pada naik angkuta umum dan dirumahnya ada motor dan mobil, Elfiza lebih memilih menggoes sepedahnya lagipula ayahnya belum mengijinkannya untuk mengendarai mobil atau motor karna masih belum memiliki sim, dan lagi pula Elfiza juga tak mau karna itu bukan miliknya, ia ingin seperti dua kakaknya yang memiliki kendaraan hasil keringatnya sendiri, barulah ia akan bangga menggunakannya.


Jam menujukan 06.54 wib itu artinya Elfiza sudah sangat - sangat terlambat, dan jika sampai 5 menit lagi Elfiza belum sampai maka guru yang terkenal kiler itu pasti akan meghukumnya.


Pintu gerbang sudah mau ditutup tapi karna teriakan Elfiza pak Asep satpam sekolah akhirnya tak jadi menutup gerbang lantas menunggu Elfiza datang.


"Aduh .. neng El, buruan masuk" ucap pak Asep sembari menggeser gerbang.


"Makasih pak ... nanti istirahat bilang aja pesanan aku ke bi Ani ya pak" teriak Elfiza pada pak Asep, ya itu lah kebiasaannya saat terlambat habis pak asep baik sih...


***


"El, ngantin yo" ajak Kezia pada Elfiza, untunglah tadi pagi Elfiza tak terlambat masuk kelas alhasil dirinya lolos dari hukuman pak Adam guru kilernya itu.


"Ogah ah gue mau ke perpus aja" jawab Elfiza santai menolak ajakan teman satu kelasnya.


"Elfiza Anestasia kenapa sih loe itu susah banget kalau diajak ngantin pas istirahat pertama?" Tanya Kezia.


"Kezia Siswanto, denger ya sayang gue itu ga suka kerumunan orang sayang" jawab Elfiza menjelaskan mengapa dirinya enggan untuk kekantin setiap jam istriahat pertamanya.


Ia lebih memilih duduk dikursi perpus hanya untuk menghabiskan waktu istirahat atau dikelas karna istirahat jam pertama itu akan banyak sekali moster kelaparan menurutnya, dan dia tidak ingin berdesak - desakan degan mereka saat dikantin nanti bukanya gengsi atau apalah tapi dia memang tidak suka ramai kalau dia memaksa dia akan merasa pusing dan mual.


"Ohhh gitu ngomong dong sayang " ucap Kezia.


"Tapi hari ini kan loe telat El, nakso bi Ani sudah kau pesan belun buat pak Asep?" Pertanyaan Kezialah yang memaksanya untuk mengekori dirinya, karna denga teganya Kezia tak ingin membantunya untuk memesankan pesanan pak Asep, alhasil disinilah dia sekarang.


"Apa kita aka ikut kesana?" Tanya Elfiza brigidig ngeri melihat para zombi yang kelaparan.


"Yups" jawab Kezia santai,


"Apa ga bisa gue tunggu disini?" Pinta Elfiza pada sahabatnya itu.


"Lantas gue yang pesan dan bawakan?. tidak akan!" Tegas Kezia dengan lantangnya menolak permintaan Elfiza, Elfiza mencoba untuk memohon lagi kepada sang sahabat bukannya lulu Kezia maha makin menjadi.


"Ikut gue atau loe gue tinggal ditengah keramaian ini, mau?" Tanya Kezia santai yang dijawab gelengan oleh Elfiza


"Emang loe mah ratu tega" gumam Elfiza namun tetap mengekori Kezia, Kezia yang mendengarnya hanya cengengesan saja.


'Ini juga demi loe sayang biar terbiasa sama banyak orang ' batin kezia.


***


"Assalamualikum, aku pulang " teriak Elfiza dari ruang tamu.


"Wa'alaikumsalalm" suara serempak terdengar menjawab salam Elfiza dari arah ruang keluarga, sepertinya tengah berkumpul dan kelihatannya ayah Wira juga sudah pulang karna samar - samar terdengar suara ayah Wira.


Elfiza sampai diruang keluarga dan ternyata benar tebakannya jika sang ayah telah pulang, Elfiza menghempaskan tubuhnya disamping sang ibu setelah tadi dirinya menyalami semua yang ada diruang keluarga.


"Cape ya sayang?" Tanya sang ibu yang dijawab anggukan oleh Elfiza,


"Ini semua gara - gara ka Yudis bu" Elfiza mengadu.


"Loh ko jadi nyalahin kakak si dek" ucap Yudis.


"Habisnya ... kakak ninggalin aku, kan kalau aku ga ditinggal aku ga bakalan ngayuh sepeda kaya tadi, cape tau kan sekolah jauh" keluh ku.


"Salah sendiri kenapa bangunnya telat?" Tanya Yudis.


"Ya tapikan ga sampe ditinggal juga padahalkan aku bangun belum ada jam 06.30 kak" jelas Elfiza tak mau kalah.


"Sama saja itu namanya telat kakak ga mau dihukum" jawab Yudis.


"Kamu mah aneh sih dek, perempuan ko hobi banget yang namanya bangun siang" celetuk Yudha yang membuat Elfiza tambah merasa kesal.


"Siapa yang mau?" Tanya Elfiza kesal.


"Ya kamu lah masa kakak" tujuk Yudha menjawab.

__ADS_1


"Isshhhhh.... ibuuuuuu" sedikt berteriak Elfiza mengadu, padal sang ibu ada disampingnya, sudah kebiasaan kalau mengadu suaranya melengkin seperti itu, hingga ibu, ayah dan kedua kakaknya menutup teling karna mendengar teriakannya.


"Husss jangan teriak - tetiakkan ibu ada disini, lagian kalian ini selalu saja adiknya diusilin" ucap ibu


"Hehehe... maaf bu kebiasaan" jawab Elfiza,, sambik memeluk sang ibu.


"Itu bukan usil bu kenyataan" masih saja Yudha menggoda Elfiza.


"Apaan si orang ga gitu.. buuuu" keluh Elfiza


"Dasar tukang ngadu" tukas Yudis.


"Biar aja .. dasar nyebelin"jawab Elfiza


"Diapa yang nyebelin?" Tanya kedua pemuda itu.


"Haissss... sudah - sudah kalian ini ga pernah akur, kalau dirumah selalu aja begini pusing ayah dengernya, ya sudah nanti biar anak kesayangan ayah, ayah yang anter dan jemput gimana mau?" Tanya ayah dan juga melerai tingkah usil kedua kakaknya.


Mendengar ucapan dari sayang ayah Elfiza mengangguk antusias, tapi tidak dengan kedua kakaknya.


"Jangan" cegah kedua kakak beradik itu berbarengan.


"Memangnya ada yang salah kalau ayah mengantar dan menjemput adik kalian?" Kini ibu Nesya yang bertanya pada kedua anak lelakinya.


"Jqngan bu nanti dia manja " jawan Yudha.


"Malu bu nanti dikira Yudis anak papi lagi yah, yang ga bisa mandiri" jawab Yudis.


"Apa hubungannya si kak?" tanya Elfiza kesal.


"Ya adalahkan kamu adik aku, dan semua anak sesekolah tau itu nanti kalau kamu dianter jemput ayah habis kakak dicengin dek" jawaban Yudis membuat sang ayah tertawa, nukan marah.


Karna ayah Wira tahu jika kedua anak laki - lakinya ingin mandiri dan ingin bertanggung jawab jadi ayah Wira tak merasa risih saat Yudis berucap demikian namun terdengar lucu ditelinganya.


"Ya sudah kalau aku ga boleh diantar ayah makanya jangan tinggalin aku lagi" ucap Elfiza ketus sembari berlalu pergi kekamarnya.


Elfiza sangat kesal karna awalnya dia antusias akan diantar dan dijemput ayahnya jika tidak sibuk dan tidak ada perjalannan bisnis tapi malah kedua kakaknya tidak memperbolehkannya padahal dia ingin sekali dekat dengan ayahnya pasalnya ayah Wira selalu tak ada dirumah sangat jarang.


****


Isi dari prosa harusah lebih terus terang karna itu arti dari bahasa latin prosa, prosa juga tidak sama denga puisi karna variasi ritme yang dimilikinya lebih besar serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya.


Itu yang membuat Elfiza kesulitan prosa tidaklah sama dengan puisi, terlalu rumit menurutnya, judul dan temamnya memang bebas tak ditentukan oleh sang guru yang terpenting adalah tugas itu harus terkumpul, bu Ita selaku guru bahasanya hanya ingin melihat sejauh mana siswa dan siswi yang diajarnya mengerti tentang prosa.


Alhasil kini Elfiza tengah berpusing ria dengan tugasnya yang satu ini dan pastinya akan ada lagi tugas yang membuat dia lebih pusing dari prosa ini.


'Arrrrrrrhhhhh ..... stres gue kalau gini ceritanya mah ... issssssshhhhhh... susahnya cari inspirasi.' keluhan batin Elfiza.


Saat ini Elfiza tengah berada dikamarnya dengan fikiran yang terus saja mencari inspirasi untuk prosanya, robekan kertas bertebaran dimana saja ada yang berbentuk seperti bola ada yang kriting tak beraturan dan masih banyak lagi bentuk lainnya yang aneh.


Sudah hampir satu buku ia habiskan untuk tugas itu tapi jangankan selesai bahakan temanya saja dia belum mendapatkannya apa lagi judul dan isinya, dan yang paling membuatnua prustasi tugas itu akan diserahkan ju'at ini .


"Arrrrr... prustasi gue" teriak Elfiza


"Ya tuhannnnn" kembali Elfiza berteriak.


"Masya allah" ucapan seseorang dari ambang pintu membuat Elfiza menoleh dan alangkah terkejutnya Elfiza saat melihat siapa yang datang.


"Kamar mu dek... sudah kaya lautan kertas saja" ucap Enda.


"Aa kapan datang?" Tanya Rlfiza antusia dan menghambur kedalam pelukan Enda.


"Kemarin sore dek" jawab Enda membalas peluka Elfiza.


"Ohhh" Rkfiza hanya beroh ria.


"Kenapa?" Tanya Enda yang membuat Rlfiza mengkerutkan kening tanda ia bingung dengan pertanyaan itu.


Melihat kebingungan Elfiza, Enda melirik dan menunjuk denga dagunya kertas - kertas yang bertebaran membuat Elfiza paham pertanyaan itu.


"Bingung sama tugas ku a' " jawab Elfiza singkat.

__ADS_1


"Tugas apa memangnya?"Tanya enda.


"Bahasa ... disuruh buat prosa tema dan judul bebas" jelas Elfiza.


Enda hanya tersenyum lantas berujar


"Kenapa ga minta tolong Yudha saja kan dia jagonya" saran Enda.


"Ahhhh ia juga " ucap Elfiza sedikit berteriak membuat Enda kaget.


"Isshhhh.. ngagetin deh" sembari mencubit hidung Elfiza yang masih betah bergalayut manja dirangkulan Enda.


Elfiza terkekeh saja sambil memegang hidungnya yang sedikit merah itu.


"Eh....tapi" ucap Elfiza


"Tapi kenapa?" Tanya Enda. "Tidak jadi sajalah" jawab Elfiza kembali


"Memangnya kenapa ?" tanya Enda penasaran. "Ya tidak mau nanti yang ada aku malah dijahili sama ka Yudha, ogah males" jawabnya acuh


Awalnya Elfiza berfikir itu ide yang bagus karna Yudha sangat pintar dalam semua bidang pelajaran termasuk bahasa tapi mengingat yang akan dimintai tolongnya adalah siraja jahil dia tidak jadi untuk meminta bantuan Yudha bisa jadi bahan kejailannya Yudha nanti dia.


"Hahahaha .. dasar kamu ini masa takut dijahilin Yudha bukannya setiap hari saja kamu dijahili kedua kakakmu itu?" Tanya Enda sembari tertawa mendengar ucapan Elfiza tadi.


"Ahhh ... aa mah gitu masa di ketawain" keluh Elfiza merengek sembari melepas rangkulan manjanya.


"Ehhh... ko malah ngambek.. ya udah ga usah minta tolong Yudha terserah kamu aja.. yang terpenting sekarang kamu temani aku jalan jalan keliling Lembang" pinta Enda panjang lebar.


"Tapi tugas ku gimana?" Tanya Elfiza.


"Lupakan dulu soal tuganya itu masih lama kan dikumpulkannya?" Tanya Enda.


"Masih empat harian sih a' " jawab Elfiza.


"Ya udah kalau gitu tunggu apa lagi siap -siap sana aa disini cuman sampai besok" ucap Enda.


"Lohhhh.... kenapa cuman sebentar?" Tanya Elfiza .


"Kenapa apanya? Kan aa mesti balik ke Jogja buat belajar disana" jelas Enda.


"Aa ga jadi pindah ? bukannya tahun lalu aa bilang bakalan pindah ya?" Tanya Elfiza.


"Tidak jadi sayang" jawab Enda


"Yahhh ... kenapa?"


"Selesaikan studynya dulu sampai beres kuliah baru kakak stay disini" jelas Enda.


"Ahh sudah kebanyakan ngomong ayo cepat waktu kita mepet" Ajak Enda, setengsh menyeret tubuh Elfiza.


****


"Ohhh capeknya" keluh Elfiza


"Capek ya? Ya sudah istirshat sana, makasih ya udah sempetin temenin aa jalan" titah Enda.


"Ok" jawab Elfiza singkat "Ya sudah masuk sana" printah Enda


"Aa pulang ya assalamualaikum" tambah Enda pampit.


"Waalaikumsalam" jawab Elfiza


Dan hari itu Elfiza benar - benar dikerjai Enda dari jam 15.00 wib mereka jalan keliling lembang dan pulang hampir larut kira - kira jam 23.30 wib, seandainya bukan Enda yang mengajaknya pergi entah akan digantung dipohon apa Elfiza oleh ayahnya.


Elfiza harus menelan ludahnya kala melihat kamarnya yang masih berantakan bak kapal pecah masih sama saat ia tinggalkan tadi, maka dengan berat hati terpaksa ia membereskannya terlebih dahulu dan setelahnya baru pergi kekamar mandi untuk menyegarkan dirinya yang sudah sangat lengket.


Dua puluh menit berlalu semuanya sudah rapih dan Elfizapun sama sudah segar dan mengenakan baju tidurnya siap untuk melangkah ke tempat tidur namun saat ingat tugasnya dia kembali membuka matanya ingin bangkit dan megerjakannya namun saat melihat jam sudah dinihari 00.30 wib itu artinya dia harus tidur jika tak ingin ditinggal lagi oleh Yudis...


"Masih ada besok lebih baik tidur sekarang daripada besok telat dan ditinggal lagi bisa berabe" Ucap Elfiza bergumam.


TBC...

__ADS_1


__ADS_2