My Story Elfiza Anestasia

My Story Elfiza Anestasia
ANAK MACAN NGAMOK (BBQ BARENG YUDHA DKK)


__ADS_3

Ketika semua kembali normal, dan Fahri sudah tak lagi memusingkan kegalauannya tapi tidak dengan Elfiza yang masih terus terkukang dengan kenangan masa lalunya, membuatnya menutup diri untuk urusan perasaan, dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan memperbanyak teman.


Elfiza baru saja akan terbang kealam mimpi ketika kesadarannya direnggut paksa oleh suara bising dari arah halaman belakang, "Sumpah gue cuman pengen tidur" kesalnya sedikit berteriak karna mangkal, Elfiza menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya, berusaha membiarkan suara - suara bising itu, dan memejamkan matanya untuk kembali fokus merengkuh alam mimpinya kembali.


Disaat mimpi itu telah datang membelai sukmanya, kembali Elfiza dikagetkan dengan suara - suara dari bawah sana, kali ini yang membuatnya kembali kealam nyata adalah karna suara musik yang seakan bisa memecahkan gendang telinga siapa saja yang mendengarnya, entah pekerjaan siapa dia sendiri tidak tahu, ingin rasanya menyemburkan sumpah serapahnya jika saja dirinya tidak sangat amat lelah.


Hari ini dirinya baru saja tiba dirumah setelah 3 hari dirinya mendaki bareng dengan anak - anak pendaki teman Fahri, ya Fahri menepati janjinya beberapa bulan lalu, untuk mengajak Elfiza mendaki, kali ini Elfiza harus ekstra keras mendapatkan izin dari kedua abangnya, setelah tahu jika Elfiza akan mendaki bersama anak beruk yang jelas - jelas tidak disukainya, bahkan Arjuna sampai ikut - ikutan mengomel pada Elfiza, walau hanya ditelepon, saat itu Arjuna memang tengah bersama Yudha berada di Jogja, sedang ada tugas kuliah entah apa.


mendengar hal itu Yudha dan Arjuna memaksa akan pulang jika saja ayahnya tidak turun tangan, "Biarkan saja, adikmu sudah besar Yudh, biarkan dia memiliki pengalamannya sendiri" itulah perkataan ayah, memang ayah tidak melarang Elfiza, hanya saja banyak peraturan yang mesti ditaati Elfiza, selama ia mendaki.


Dan setelah semua drama selesai akhirnya Elfiza berangkat juga mendaki salah satu gunung yang masih berada di pulau jawa itu, tidak terlalu jauh karna memang libur kuliah hanya beberapa hari saja,setelah ulangan.


Dan saat ini dirinya ingin sekali bisa merengkuh mimpinya dengan beralaskan kasur tidurnya yang empuk tapi masih saja ada gangguan untuknya hanya sekedar untuk istirahat, ahhhh semua ini membuat Elfiza kesal, tapi apa daya tubuhnya sudah sangat lelah untuk protes, Elfiza mencoba kembali tertidur dengan menumpukan bantal dikupingnya untuk menghalau suara bising musik, yang pada akhirnya terdengar samar ditelinga Elfiza.


Ketika kesadarannya mulai hilang diambil alih oleh dunia mimpi, kembali Elfiza terperanjat kaget karna suara tawa yang membahana, suara tawa itu terdengar begitu terbahak dengan seruan - seruan olok - olok pula, untuk kali ini Elfiza tidak bisa tidak berteriak karna kesal. "Keterlaluannnnnnnnn" teriaknya kesal.


Elfiza menyibak selimutnya, lantas memaksakan tubuhnya yang lelah itu untuk bangkit, setelah kakinya sepenuhnya menjejak lantai, dia sempatkan menghentikannya melampiaskan kekesalannya pada lantai yang tidak bersalah itu, ahhhh dasar cewe barbar.


Elfiza hampir saja terjatuh jika saja mbok Sum tidak memeganginya, "Ya ampun neng El ini, kenapa lari - lari begitu?" Tanya mbok Sum setengah membentak, saking kagetnya mbok Sum tadi, untung saja mbok Sum sigap tadi, menarik Elfiza kalau tidak, sudah terguling guling Elfiza menuruni tangga dengan tubuhnya bukan lagi dengan kakinya.


"Hehehe" Elfiza hanya terkekeh saja, sambil lalu tak lupa mengucapkan maaf pada mbok Sumnya itu


****


Dihalaman samping Yudha tengah mengadakan BBQ dengan teman - temannya, sekedar hiburan menuju penghujung perang nanti, "El belum pulang ya Dha?" tanya Arjuna.


"Ga tau gue, seharian kita diluar, pulang langsung siapin ini semua, belum tanya - tanya soal anak itu, lagian terakhir kali gue telpon dia, dianya ngambek" jawab Yudha.


"Kapan?" Tanya Arjuna, maksudnya kapan Yudha telpon Elfiza kembali


"Waktu dia sudah sampai dipos pertama, saat pendakian kemarin, walau sinyalnya putus - putus dan ga jelas, bukannya menurut sama gue dia malah marah - marah ke gue" jawab Yudha.


"Oh" Arjuna hanya beroh ria saja menanggapi jawaban Yudha tadi, "Yudis kemana Dha?" tanya Arjuna.


"Nginep" jawab Yudha singkat.


"Dha, udah Mateng nih," panggil Jendra yang diangguki Yudha, lantas kedua pria muda itu berjalan kearah teman - teman yang berkumpul.


ketika sedang asik bercanda ria dengan suasana musik yang tak sebising tadi, segerombolan bebek tanpa induk itu mendadak tersentak kaget karna sebuah teriakan seseorang.


"Tidak bisakah kalian tenang sedikit saja" teriak Elfiza kesal, lenyap sudah rasa malunya karena rasa kesal yang meluap - luap itu.

__ADS_1


segerombolan itu langsung mengalihkan pandangan mereka kearah sumber suara, 'Alamak macan betina ngamok', batin Jendra


'Waduhhh... pasti disiram plastisida ini mah' batin Rendra.


'Ya elah pengganggu datang' kesal batin Tania.


Dan masih banyak lagi gumaman dalam hati anak - anak yang sedang berkerumun itu, Yudha menelan salivanya kasar, dia tidak tahu jika adiknya sudah datang. "Wah Dha El loe ngamuk ini mah" cicit Arjuna ditelinga Yudha yang hanya disambut anggukan saja.


"Dek" gumam Yudha sambil mendekat.


"Ga usah ngerayu" sergah Elfiza telak, membuat Yudha kaku ditempatnya, padahal tadinya Yudha ingin menghampiri anak macan itu.


"Kakak tu keterlaluan tau ga sih, ini tu tengah malem kak, bisa ga sih kalau apa - apa tu ga ribut" meluap sudah omelan anak itu, membuat semua orang ternganga tak percaya seorang Yudha dimarahi oleh adiknya dan hanya diam saja.


"Maaf, kakak ga tau kalau kamu sudah pulang" ucap Yudha tulus, sambil beranjak dari duduknya, melangkah kearah sang adik.


"Kapan kamu pulang?" Yudha mencoba mengalihkan rasa kesal sang adik.


"Hanya sedetik saja seharusnya aku sudah terlelap, tapi kakak mengacaukannya" kesal Elfiza pada Yudha, sungguh Elfiza saat ini sedang kesal amat sangat kesal karena ulah kakak sulungnya itu, tapi Yudha seakan tak mengerti kekesalan adiknya itu, malah ingin mengalihkan pembicaraan mereka.


"maaf, maafkan kakak ya, kakak benar - benar ga tahu sayang" ucap Yudha melembut sambil membelai pucuk kepala sang adik, membuat Elfiza menepis tangan kakaknya itu.


"Tidak bisakah kamu memaafkan kakak?", Tanya Yudha sendu, inilah jurus andalan Yudha manakala Elfiza sendang memberangus sebal atau marah padanya, dengan ekperesi wajah demikian, biasanya Elfiza gampang luluh.


"Dari pada marah - marah mending ikut gabung yu" ajakan Arjuna malah membuat kedua kakak beradik itu kaget, entah kapan dia datang menghampiri mereka.


"Ngagetin aja loe" kesel Yudha, yang dijawab cengiran doang oleh Arjuna.


"Mau ga gabung, kebetulan udah pada Mateng tuh, tinggal makan aja" ajak Arjuna lagi, kali ini dia sempatkan mengelus puncak kepala Elfiza, membuat Yudha menepis tangannya.


"Hati - hati tangannya" ujar Yudha sangar, "Ya ampun Dha" keluh Arjuna, Elfiza hanya menerbitkan segaris senyum samarnya, bahkan Yudha dan Arjuna tidak dapat melihatnya.


"Mau ikut?" Tanya Yudha memastikan.


'Gue harap dia ga bilang iya' batin Tania yang tidak rela jika Elfiza ikut, bisa tidak leluasa dirinya mendekati Yudha padahal sedari tadi Yudha begitu cuek pada anak itu, tapi sepertinya gadis itu bermuka tebal, hatinya terbuat dari beton mungkin makanya tidak merasakan sakit, karena dicuekin oleh Yudha.


Elfiza melihat kearah kerumunan itu, jujur saja dia baru merasa malu sekarang, masa ia sudah teriak - teriak ujung - ujungnya malah ikut nimbrung juga, 'Kayanya sih ga lucu kalau gue ikutan, yang ada gue diketawain, tapi gue juga ga bakalan bisa tidur nyenyak selama mereka belum selesai, terus gue ngapain dikamar?' perang dalam hati Elfiza telah dimulai antara ikut atau tidak, antara mempertahankan gengsi atau menghancurkan harga dirinya sampai keakarnya, karena sepertinya dia sudah menghancurkan harga dirinya tadi.


"Ahhhh kelamaan, udah ikut aja. Lagian dikamar juga pasti ga bisa tidurkan" Arjuna berbicara sambil menyeret tangan Elfiza agar ikut bergabung dengan mereka, sedangkan Yudha menganga tak percaya sang adik dibawa kabur dihadapannya oleh sahabatnya sendiri.


"Arjuna kamfret" kesal Yudha saat melihat adiknya didudukan disebelahnya, Yudha berjalan tergesa - gesa kearahnya dan duduk disamping Elfiza.

__ADS_1


"Sial" cicit Tania kesal.


"Loe ngomong sesuatu Tan?" Tanya Jendra.


"e- engga ko" gagap Tania menjawab, Jendra mengacuhkan Tania dan kembali memakan sayuran yang sudah dipanggangnya itu.


"Katanya tu anak lagi kaga ada dirumah" cicit Sely kepada Tania, Tania hanya mengangkat bahunya saja tanda dia juga tidak tahu.


"gagal sudah rencana loe" kali ini yang berbisik ditelinga Tania adalah Mela, membuat Tania mengerang kesal, ya harusnya malam ini malamnya dengan Yudha, bukan ini yang dia inginkan, jauh - jauhkan dari Yudha, dan si anak macan itu yang mengambil tempatnya. "Harusnya gue yang ada disana" kesal Tania mencicit, yang diangguki oleh kedua sahabatnya yang berada disampingnya.


"Anak itu selalu jadi penghalang" kesal Tania bergumam, Tania masih saja membenci Elfiza apa lagi sekarang saat Tania tahu tentang hubungan Yudha dan Kezia semakin benci sajalah dia terhadap Elfiza.


menurutnya Elfiza akan menjadi gangguan terbesarnya untuk mendapatkan Yudha, karna baginya akan sangat mudah menyingkirkan Kezia dalam hidup Yudha, tapi dengan Elfiza tentu itu akan sangat sulit, tapi bukan dirinya jika dia tak bisa berbuat sesukanya. 'Lihat saja nanti gue pastikan loe bakalan dibenci kakak loe, atau loe yang akan menjauh dari Yudha' batin Tania.


****


pada akhirnya Elfiza ikut acara yang diadakan oleh kakak sulungnya itu, ikut tertawa menyaksikan kekonyolan Jendra dan Rendra, sikembar tapi beda pabrik dan peternakannya. Tapi kelakuannya sebelas dua belas.


tanpa terasa kekesalannya tadi menguak begitu saja, karena keasikan yang tercipta oleh teman - teman sang abang, walau pada akhirnya tubuh lelahnya tak dapat dibohongi olehnya, dia terlelap dipangkuan Arjuna, saat tadi Yudha mengambil minum untuk teman - temanya, Arjuna menawarkan bahunya untuk jadi sandaran Elfiza, manakala Elfiza sudah terlihat sayu, awalnya Elfiza menolak dan hendak pergi kekamar namun Arjuna melarangnya.


"Yakin kuat jalan? Nanti yang ada jatoh" tanya Arjuna, Elfiza berfikir sebentar ',Ada benarnya ucapan kak Juna, tapi gue ngantuk berat, kak Yudha mana sih' keluh Elfiza dalam hati.


"udah sini sendaran, nanti kalau Yudha datang, kamu pindah ke Yudha atau minta Yudha gendong kekamar" ucap Arjuna, karna hal itulah akhirnya Elfiza mau bersandar dibahu Arjuna, wala jantungnya mendadak kebat -, kebit tidak jelas.


kurang dari dua menit Elfiza benar - benar sudah terlelap, rasa kantuk dan lelah menjadi satu, membuatnya tidak susah untuk merengkuh mimpi, dan tidurnya tak terganggu walau ditengah keramaian biasanya dia akan bangun dan tidak bisa tidur jika ramai sedikit saja, tapi rasa lelah dan kantuk yang menderanya membuatnya malah terlelap pulas, apa lagi setelah Arjuna dengan hati - hati memindahkan tubuhnya dari duduk menjadi berbaring miring dengan berbantalkan paha Arjuna, malah membuatnya semakin merasa nyaman.


"Sejak kapan dia tidur?" tanya Yudha setelah selang lima menit Elfiza tertidur.


"Ga lama loe pergi" jawab singkat Arjuna.


"udah biarin dulu kaya gini, kalau loe angkat dia sekarang takutnya malah keganggu, mau loe kena amuk lagi?" Arjuna mencoba menahan Yudha yang ingin menggendong Elfiza.


"Pindahin ke gue aja kalau gitu takut loenya pegel" Yudha bersuara.


"Engga ko, udah nikmatin lagi makanannya" titah Arjuna, Yudha mendengus saja, walaupun menuruti apa yang diucapkan Arjuna, dia tahu jika sahabatnya itu punya perasaan sama adiknya, makanya dibilang tidak pegal.


"Awas berani macem - macem sama adik gue" ancam Yudha hanya dibalas dengan cengiran saja.


Yudha benar - benar posesif sekali pada adik perempuan satu - satunya itu, "Padahal kaga bakal gue apa - apain Dha" gumam Arjuna, namun Yudha memilih diam walau dia mendengarnya, tak ingin berdebat dengan sahabatnya karna sudah asik menggigit daging dimulutnya.


Dan malam itu Elfiza terlelap dipangkuan Arjuna setelah sedikit menikmati acara BBQ yang diadakan oleh kakaknya itu, hingga tak terasa dua jam Elfiza tidur dipangkuan Arjuna, karna merasa kasihan kepada sang adik akhirnya Yudha menggendongnya kekamar agar Elfiza bisa tidur dengan lebih enak, dan Arjuna tak protes karena dirinya pun merasa kasih terhadap gadisnya.

__ADS_1


Entah sejak kapan dirinya mengklaim bahwa Elfiza adalah gadisnya, padahal dirinya belum mengutarakan perasaannya pada Elfiza, apa lagi pada sang sahabat, Arjuna masih harus ekstra hati - hati, agar Yudha bisa menerimanya jika nanti Arjuna mengutarakan perasaannya kepada sang adik..


🍁🍁🍁🍁


__ADS_2