
"Hallo Yud, ayah sama ibu sudah sampai dilembang kemarin malam, kami nempatin vila kita jadi kamu cepat kemari" pinta ayah wira kepada anak pertamanya Prayudha Wira Atmaja.
Sisulung dari keluarga Wira Atmaja satu ini memang tipikal anak yang terobsesi dengan kemandirian, Yudha itulah sapaannya entah dirumah atau bersama dengan temannya.
Yudha memang sudah berada dilembang sejak lima tahun lalu semenjak dirinya duduk dikursi SMA, Yudha sudah tidak tinggal bersama kelaluarganya bahkan selama lima tahun dia dilembang dia hanya satu minggu menempati vila keluarganya, setelahnya dia memilih ngontrak sendiri dengan alasan jika vila itu hanya dia seorang yang menempati terlalu luas rasanya.
Terlepas dari kemamdiriannya, Yudha sangatlah penyayang dan ramah dan jangan lupa dia pangerannya kampus kapten timbasket dari semenjak SMP sampai kuliah, Yudha selalu menyandang gelar kapten basket.
Dan menjadi favorit untuk kaum hawa bisa dibilang banyak yang menggilainya tidak hanya perempuan dia juga digilai oleh laki - laki yang ingin bisa seperti dirinya terkadang para lelaki meniru gayanya hanya untuk mendekati seorang wanita yang dicintainya.
Tapi Yudha bukanlah seorang play boy yang memanfaatkan ketampananya, dia selalu berfikir itu bukan sifat yang patut ia contoh, Yudha adalah tipikal orang setia dan romantis padahal jika dirumah sifat usilnya sangatlah menjadi terhadap dua adiknya walaupun diluaran sama jailnya.
*****
Ada satu hal minest dari diri Yudha ya itu jorok ya walaupun masih tarap hal wajar, tapi entah kenapa para gadis malah semakin lengket terhadapanya bahkan Elfiza sang adik saja menganga terkejut saat salah satu gadis yang menggilai Yudha dengan jelas berbicara bahwa dirinya menyukai sifat joroknya Yudha.
'IYuuhhhhh.... dia buta atau gila atau apa si .. masa bilang gitu tanpa rasa malu sedikitpun' batin Elfiza kala itu sembari menggelengkan kepalanya.
Terlepas dari itu semua bukankah sudah dikatakan tadi bahwa Yudha orangnya penyayang dan ramah, Yudha sangatlah menyayangi keluarganya, terutama ibu dan adik perempuannya sikapnya sebagai kakak secara naluri ingin melindungi kadang terkesan seperti pacar yang posesif.
Bahkan terkadang dia terlalu protek terhadap Elfiza namun masih dalam tarap wajar saja, tidak sampai membatasi ruang gerak dan sifatnya yang selalu memanjakan adiknya yang membuat Elfiza merasa nyaman kepadanya.
Namun jika sisi tegasnya sudah keluar Ellfiza bahkan Yudis jasa takakan berani membantah, terlalu menyeramkan utuk melawan singa yang sedang kelapara bukan.
Maka dari itu Elfiza merasa sangat beruntung saat dirinya memiliki insiden kemarin, sang kakak tak bersama dengannya kalau sampai Yudha tau dirinya menangis karna seseorang yang memang menyakitinya, bisa dipastikan Nano habis dipukuli bahkan bisa dampai masuk rumah sakit mungkin.
__ADS_1
Yudha tidak akan tinggal diam jika menyangkut keluarganya, terutama adik perempuannya dan itu beberapa kali terjadi dalam hidup Elfiza,itupula yang membuat Elfiza risih setiap kali bertemu dengan orang yang berurusan dengan Yudha.
Kala orang tersebut bermasalah dengan Elfiza, membuatnya merasa tak nyaman karna orang tersebut seakan segan karna takut walau hanya sekedar tegur sapa dengan Elfiza.
'Kalau kak yudha sampai tau masalah gue sama nano bisa abis tu anak ' batin Elfiza saat memikirkan hal itu tubuhnya malah meremang karna membayangkan hal yang mengerikan.
"Ihhhhhhh serem" tanpa disadari Elfiza bergumam lirih.
Kepindahan Elfiza sudah satu bulan dan dirinya sudah mengenakan seragam SMAnya saat pindah ia memang sudah mengantungi surat kelulusanya, Elfiza pun masih sering berkomunikasi dengan ketiga sahabatnya yang berada dipangandaran.
Elfiza selalu bertukar kabar dengan mereka dia mendengar jika Yunia akan mempersiapkan dirinya untuk pindah kejakarta karna dia akan kuliah disana, kalau Zia, dia tengah sibuk mempersiapkan dirinya untuk UN ya walau masih lama karna baru saja dia naik kekelas XII dan kalau Sri yang baru naik kekelas XI itu mengatakan dengan lantang jika dirinya tengah menjalin kasih dengan seseorang lagi. Memang diantara mereka Elfiza lah paling muda.
Untuk urusan soal cita Sri bisa dibilang paling mengerti kami tak jarang dia merangkap menjadi konsultan cinta bukan hanya sebagai sahabat saja, disaat kemarin Elfiza terpurukpun sri yang lebih bisa menasehati soal urusan cinta.
Setiap kali Elfiza mengingat kata itu dia selalu saja tertawa karna mimik muka Sri yang kesal tak bisa ia lupakan, ditambah lagi ia menyematkan kata bebegig pada akhir kalimatnya yang artinya bahwa Nano ia samakan dengan orang - orangan sawah.
***
"Dek, geser" ucap Yudha kepada Elfiza memutus lamunan sesaatnya.
"Hissss... ngaggu aja ni" ucap Elfiza sambir beringsut menggeser tubuhnya kesamping sofa panjang itu.
"Tv nyala itu buat ditonton adikku bukan buat dianggurin" jelas Yudha.
"Suka - suka hati kulah " jawab Elfiza seadanya.
__ADS_1
"Isss ... kebiasan banget deh suka sekali mengacak - ngacak rambut aku, emang aku masi bocah apa" kesal Elfiza bersungut - sungut sembari merapihkan rambutnya yang kusut karna kelakuan kakaknya dan pelakunya hanya terkekeh saja.
Mendengar perkataan protes dari adiknya bukannya menyetop kelakuan jahilnya Yudha malah sengaja membuat kusut rambut adiknya "Hahahhahaha" sambil tertawa Yudha terus mengacak rambut adiknya itu.
"Issshhhh..... Ibuuuuuuuuuuuuuu" nah itu lah jurus andalan Elfiza mengadu pada ibunya.
"Yudha jangan usilin adik mu terus kalau dirumah" ibu Nesya sedikit berteriak karna mendengar pekikan anak gadisnya, ibu memang tengah berada didapur, entahlah sedang mengerjakan apa.
Ibu Nesya sangat hafal jika Yudha atau Yudis atau keduanya sedang ada dirumah pasti anak perempuannya selalu diusili oleh kakak - kakaknya itu namun sayangnya ucapannya kali ini takterdengar oleh Yudha karna terianya kurang kencang mungkin, walaupun memang ucapan ibunya itu tak pernah didengar kedua anak lelakinya jika memperingatkan mereka untuk tidak menjaili adik perempuan mereka.
Mungkin Yudha dan Yudis merasa bosan saja dirumah jika tidak ada kerjaan maka dari itu selalu menjaili adik terkecil mereka, ada saja tingkah Yudha saat menjahili adiknya itu yang terkadang membuat Elfiza merajuk padahal kalau sudah ngambek mereka sendiri yang repot dan kewalahan tapi seakan takan tak ada kapoknya mereka mengusili adiknya.
Terutama Yudha, terkadang Elfizapun melakukan hal yang sama karna tak ingin menjadi bahan usilsn kedus kakaknya saja, diapun melakukan hal yang sama apa lagi semenjak ia tau kalau kelemahan Yudha itu serangga.
Yudha sangat takut dengan serangga alasannya menggelikan katanya terlebih saat melihat ulat dan kupu - kupu yang bagi Elfiza itu lucu maka tak jarang Elfiza suka menaruh ulat atau kupu - kupu kedalam kamarnya.
Elfiza tau itu semuanya dari sang ibu, ia mendesak sang ibu untuk memberitaukan apa kelemahan Yudha.
Awalnya ibu Nesya tak ingin memberi tahukannya bukan hanya karna janjinya saja melainkan karna pusing pula jika setiap hari harus berisik karna ulah anak - anak mereka namun karna kegigihan Elfiza membuatnya luluh dan memberitahukan hal itu.
Karnahal itu lah terkadang Elfiza menjahili Yudha, nanti jika sudah seperti itu akan ada saja tingkah konyol Yudha sampai akhirnya membuat adik kecilnya merajuk dan pada akhirnya dia sendiri yang kalangkabut, jika El sudah ngambek akan sangat susah untuk dibujuk harus ekstra untuk membujuk anak itu.
Walau keisengan itu sering terjadi diantara mereka tapi mereka tetap saling menyayangi satu sama lain.Yah usil dan jail memanglah sifat asli Yudha jadi walau mau bagai manapun selalu ia akhiri dengan keusilan.
TBC. .
__ADS_1