
"Masih jaman ya ngebully orang?" pertanyaan sarkas itu terlontar begitu saja dari mulut Elfiza.
"Loe ga usah ikut campur urusan gue kalau loe ga mau berurusan sama gue" Ancam Tania pada Elfiza.
Saat ini Elfiza tengah mepregoki Tania yang sedang membullya juniornya, astaga perilaku yang tidak patut untuk dicontoh, entah apa salah gadis malang yang saat ini tengah dipojokan itu, ada bekas telapak tangan dipipi sebelah kanan gadis itu, sudah bisa dipastikan oleh Elfiza jika itu bekas telapak tangan Tania yang menempel dipipinya.
"Siapa yang mau ikut campur urusan loe, gue kan cuman tanya doang salah ya?" Elfiza menampakan wajah pongahnya.
"Mending loe pergi dari sini," usir Mela
"Ada hak apa loe ngusir gue dari tempat umum?" Tanya Elfiza menantang.
"Mending loe pergi dari sini, selagi gue masih baik hati ngelepasin loe gitu aja" ketus Tania berucap.
"Loe ga takut kalau gue laporin apa yang loe lakuin ke dekan?" tanya Elfiza.
"Coba saja kalau loe pengen hidup loe kaya tu anak" tunjuk Tania pada gadis yang tengah dibullynya.
"Loe tau gue kan, ga semudah itu loe nindas gue" ucap Elfiza.
""Apa yang loe mau?" tanya Tania akhirnya.
"Lepasin anak itu" jawab Elfiza santai.
Tania terkekeh geli, "keheheh.. lantas gue harus ikuti mau loe begitu?" Tania
"Loe yang tanya mau gue apa" santai Elfiza
"Kalau gue ga mau loe mau apa?" tantang Tania, Elfiza tak menjawab pertanyaan Tania, dia melangkah semakin dekat kearah Tania dkk, lantas sepersekian detik tanpa Tania sadari gadis yang tadi tengah dikepung olehnya dengan dua sahabatnya itu, kini berpindah disamping Elfiza.
"Gue cuma butuh ni anak, karna kami satu kelompok dan akan mengerjakan tugas dari pak Ceklik" jawab Elfiza tanpa dosa, tidak melihat bagai mana wajah Tania yang sudah memerah bak kepiting rebus karna emosi, mungkin saja memang itu tujuan Elfiza.
"Kembalikan dia, gue masih belum selesai dengannya" kesal Tania.
"Tapi maaf loe harus nunggu dulu kak, karna tugas dari pak Ceklik lebih mendesak dari urusan loe, jadi kita pamit bay" ucap Elfiza sambil menyeret gadis itu untuk kabur dari arena panas itu.
****
"Loe ga apa - apa?" Tanya Elfiza pada gadis itu.
"I-iya gue ga apa - apa" jawab gadis itu takut - takut.
"Santai lah ga perlu takut seperti itu, gue bukan Tania kali" ucap Elfiza sambil terkekeh karna melihat wajah lucu gadis dihadapannya itu.
"Tapi kita ga saling kenal, kenapa loe bilang ada tugas kelompok bareng gue?" Heran gadis itu.
"Oh... kita belum kenal ya, Ampe lupa gue! Nama gue Elfiza, tapi temen - temen gue pada panggil gue El" ungkap Elfiza semakin menautkan alis si gadis, bingung itulah yang dirasakan gadis itu saat ini.
__ADS_1
Elfiza kembali terkekeh saat melihat raut wajah gadis yang diselamatkannya dari monster betina itu beberapa menit yang lalu, "Loe lucu banget sih" ungkap Elfiza membuat si gadis kembali bereaksi bingung, gadis itu bingung apanya yang lucu dia itu tengah bingung dengan apa yang tengah terjadi itu, matanya mengerjap - ngerjap tanda dia memang sangat bingung, namun dari mata pandang Elfiza terkesan begitu imut dan lucu, menggemaskan rasanya ingin mengunyel pipi tembem gadis dihadapannya itu, entah mengapa Elfiza menganggap gadis itu seperti anak TK.
"Nama loe siapa?" Tanya Elfiza setelah berhasil menghentikan kekehannya.
"Naumi" jawab gadis itu
"Ok, kalau gitu gue pergi ya lain kali kalau tu monster betina gangguin loe, kabur aja atau lawan aja jangan takut, kalau emang ga berani aduin aja sama dekan" saran Elfiza, lantas dengan lenggang kangkung dengan santainya, meninggalkan gadis yang bernama Naumi itu sendirian terbengong - bengong.
"Gue yang aneh apa cewe tadi ya?" gumamnya bertanya.
"Ahh sudah lah, yang terpenting gue selamat dari kak Tania kali ini, ga tau deh kalau besok - besok" keluh gadis itu, lantas pergi dari lorong itu, menoleh kebelakang takut jika Tania mengejarnya dia mempercepat langkahnya.
****
"Dari mana loe?" Tanya Fahri
"Ada urusan bentar" jawab santai Elfiza
"Sok sibuk" ketus Fahri.
"Ngapa loe?" tanya Elfiza heran
"Loe lama gue udah hampir berjamur nungguin loe dimari!" Kesal Fahri.
"Lah suruh siapa kambing loe nungguin gue?" Tanya Elfiza tak kalah ketus.
"Eh manusia beruk, loe sendri yang kirim pesan ke gue minta ditungguin" kesal Fahri memberitahukan.
"Sorry lupa" jawab Elfiza
."Kebiasaan" dengus Fahri
"Ya maaf namanya juga lupa" ucap Elfiza.
"Yaya gue mah emang sering dilupain" kesal Fahri.
"Ya udah sih kan guenya juga udah disini, udah ayo jalan nanti anak - anak yang lain pada nunggu" ajak Elfiza, sepanjang koridor Fahri mengomel karna ulah Elfiza yang membuatnya menunggu hampir satu jam tadi.
"Udah ga usah kaya emak - emak kaga dapet jatah dari suaminya, ngedumel mulu loe" tukas Elfiza kesal
"Ya abis loe ngeselin, ehhh tapi emang loe tahu ya kalau emak - emak kaga dikasih jatah?" Tanya Fahri heran.
Bugghhh..
"Ngapa jadi mukul sih?"Kesel Fahri
"Makanya tu otak jangan travel ke yang mesum terus, jadinya kan gue pukul" kesal Elfiza.
__ADS_1
"Lah gue mesum apa coba kan gue cuman tanya" bingung Fahri.
"Auu ahhhh" ucap Elfiza mempercepat langkahnya meninggalkan Fahri dibelakang.
"Si monyet! El tungguin gue woy".
Dan dari kejauhan ada tiga pasang mata yang tengah menatap kepergian Elfiza dengan tatapan nyalang mereka, "Kali ini loe bisa lolos tapi lain kali l, ga akan gue biarkan loe lolos dari gue" kesal gadis itu
"Makin hari anak itu makin jadi", tambah yang satunya yang diangguki yang disebelahnya.
"Gue akan menutut perhitungan atas hari ini, liat aja nanti loe udah ganggu kesenangan gue, cewe macan" kesal Tania berucap.
"Udah balik yu" ajak Seli yang diangguki kedua gadis yang berada disamping kanan dan kirinya itu.
"Kita liat nanti sampai mana tu anak bisa bertahan" ucap Tania sambil berjalan
"Tapi apa loe yakin Tan, bakal berurusan lagi sama tu anak terakhir kali kita berurusan dengannya kita yang dipermalukan, ingat kejadian saat ospek kemarin" ucap Mela mencoba mengingatkan Tania kekejadian memalukan saat ospek.
"Kita juga belum balas yang itu" ucap santai Tania.
"Tapi kita harus hati - hati anak itu juga cerdik Tan" ucap Seli mengingatkan.
"Loe tenang aja, gue pasti bisa buat dia menanggung malu yang kita rasakan dulu, bahkan kalau perlu lebih dari yang kita rasakan" ucap Tania menggebu - gebu,.
"Caranya?" tanya Seli
"Nanti gue pikirkan" jawab Tania
"Tapi loe yakin mau berurusan sama adiknya Yudha?" tanya Mela
"Yakinlah, loe kenapa tanya gituh sih?" Kesal Tania
"Engga papa, cuman kan akan lebih mudah mendekati Yudha kalau loe Deket sama adeknya, dari pada jadi musuh adeknya" ucap Mela
"Bagi gue keduanya tidak ada yang menguntungkan, karna gue yakin walau gue baik - dia dia akan tetap menolak gue" ucap Tania.
"Apa yang dibilang Tania benar, sepertinya anak itu bisa membaca pikiran deh" ucap Seli.
"Maksudnya?" tanya Mela tidak mengerti dengan pertanyaan temannya itu.
"Maksud gue, El pasti langsung tahu kalau Tania itu hanya akting baik - baikin dia juga" jawab Seli.
"Heehhh" kesal Mela "Gue fikir apa" ketusnya
"Apa sih yang loe harapkan Mel?" Tanya Tania pada Mela yang dijawab angkatan bahu Mela.
"Udah balik aja lah yuk" ajak Mela.
__ADS_1
'Jangan pernah nyesel karna loe udah berurusan sama gue cabe!' batin Tania kesal.
🍁🍁🍁🍁