
# hati - hati banyak typo bertebaran maafkan πππππ
# And happy reading gust ππ
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Satu bulan kembali berlalau dan Elfiza masih saja terkungkung dengan surat - surat itu bahkan Elfiza sendiri menamai sipengirim surat itu dengan sebutan stalker bodoh.
Bagaimama tidak disebut stslker jika orang itu selalu tau keseharian Elfiza selama satu bulan itu, surat itu pun tak pernah absen seharipun, dipintu loker, meja tempat duduknya dikelas, dijok sibohay, bahkan sampe didepan pintu rumahnya yang sering diambil artnya untuk dikasi ke Elfiza sendiri.
Ada saja tingkangkahnya setiap hari, entah berapa surat yang ia dapatka selama satu bulan terakhir ini hingga seisi kelas sudah pada tahu dan sering mencengi dirinya, kadang kala ia berusaha untuk tak membuka isi surat itu namun rasa penasaran dan desakan dari teman - temannya membuatnya selalu membuka dan membaca isi surat itu. Seperti saat ini.
...π¬ Dari jauh pohon ranggdu...
...Dari deket pitri malu...
...Dari jauh hati rindu...
...Dari dekat rasanya malu π¬...
"Asiekkkkk .... dipantuni gust " ucap Dito teman sekelas Elfiza yang membacakannya didepan kelas, membuat Elfiza mulu setengah mati tapi apalah dayanya jika teman sekelasnya sudah tau semu kalau dia memiliki pengagum rahasia yang setiap harinya mengirim surat.
Maka tak segan mereka meminta Elfiza untuk membacakan atau dibacakan oleh orang lain... "Eeaaaaaa ...." teriakan dari anak - anak dikelasnya.
"Makin hari makin sweet aja ni kayanya tu sistalker loe El " celetuk Tia
"Iya ngebuat babang Fahri tersakiti " uca Fahri dibuat sealay mungkin.
"Iewwww.... mimpi woy mimpi loe ketinggian" ucap beberapa teman sekelasnya.
"Ihh ... bukan mimpi emang bebep El kan bebep gue ya ga El ?" tanya Fahri yang semakin dibuat alay membuat Elfiza brigidig ngeri.
"Bapbap bebep loe .... kaya El rek tertari wae kamaneh teh .. cing atu ngaca" ( kaya El mau tertari aja sama kamu coba ngaca ) ucap Siska yang disoraki seluruh kelas, Fahri hanya cengengesan saja.
"Kalau halu tu yang wajar kali Ri, jangan yang ga wajar " ucap Elfiza semakin membuat gaduh suasana kelas kala itu, karna guru yang mengajar mata
pelajaran matematika tidak hadir saat itu.
"Udah .. udah... lanjut lagi to lanjut " perintah Ridwan siketua kelas.
"Asiapppp... dengerin ya " ucap dito mulai berancang - ancang.
...π¬ Jika rindu itu bisa ku beli akan ku beli semua rindu itu agar tak lagi ada sesak dihati ini karna merindukan mu. tanpa bisa menyentuh mu π¬...
"Ya Allah ngelayang ni ati " ucap Dara yang selalu suka yang namanya kata puitis begitu, maka tak jarang kalau Dara yang suka baper atas surat - surat Elfiza.
__ADS_1
"Lebay loe dar " teriak Melvin.
"Sirik aja loe kambing " ucap Dara ketus.
"Udah... udah, gue lanjut " Dito menengahi keduanya.
...π¬ aku dalam hidupmu bagai angka 30 Bulan 2 π¬...
"Mana ada woy " teriak si Haikal
"Iya itu mah yang bikin puisi ga nyambung bep, mending dengerin babang Ayi aja ni pasti hati bebep langsung terjun " ucap Fahri kembali menggoda Elfiza.
"Diem ga loe bambang ... gue timpuk pake tas juga ni" ucap Dara mangkal karna puisi itu tersendat terus dia terlanjur penasaran akan isinya.
"Tau ni si kutu loncat atu ini" timpal Kezia.
"Iya .. iya gue diem, bep loe ga mau bela gue banget sih, solmet kejam " tukas Fahri dramatis
"Soulmet pala loe pitak " dengus Elfiza yang membuat kelas kembali ricuh karna suara tawa.
"Udah gue lanjut " ucap Dito kembali.
...π¬ Iya Ga ada. Bagi kamu, aku ga ada tapi kamu, kamu kaya angka 17 bulan 8 selalu ada π¬...
...π¬ Andai aku tak menjadi pengecut mungkin saat ini aku bisa memandang mu disamping mu π¬...
Β
Β
"Sekian dan trimakasih" ucap Dito sembari mengembalikan surat itu ke Elfiza.
"Gila El ... pasti tu orang puitis banget dan kayanya ganteng banget dah " ucap Dara antusias.
"Gantengan gue kemana - mana kali" ucap Fahri PD.
"PDnya ga ketulungan bos ku" ucap Kezia.
"Sirik aja loe mak lampir " ucap Fahri ketus
"Ehhhh kesetan wc " balas Kezia.
***
Hari - hari berlalu hari barupun datang, Elfiza mutusin untuk ingin tau siapa orang dibalik suratnya itu, dia sangat penasaran tapi dia selalu saja gagal untuk tau siapa orangnya.
__ADS_1
Hari itu hari kamis, Elfiza yang tak pernah bisa bangun pagi, hari itu demi ingin mengetahui si stalkernya itu ia rela bangun pagi - pagi buta sekali bahkan ayam berkokok pun sepertinya belum banyak bersuara padahal waktu menunjukan 05.00 wib.
Dengan langkah perlahan Elfiza menuruni tangga dan bergegas untuk kepintu depan karna biasanya pagi - pagi bi Mina akan mengetuk pintu dan memberikan surat atas namanya itu.
Itu artinya pasti orang itu datang pagi - pagi sekali, setelah sampai didepan Elfiza merasakan hawa sejuk kota lembang dipagi hari, begitu menyenangkan, ia merapatkan sweternya karna mulai merasa menggigil.
Lantas langkahnya kembali tertuju pada gerbang rumahnya, dilihatnya dua satpan yang tengah jaga tertidur didalam posnya, tak ingin mengagetkannya Elfiza berusaha lebih berhati - hati agar tidak menimbulkan suara. Setelah berhasil sampai diluar gerbang sayang seribu sayang surat untuknya pagi itu absen.
Membuat alis Elfiza bertau bingung.
"Apa mungkin sudah tak ada ya?" Gumam Elfiza .
"Kalau begitu bagus dong hari - hari indah gue kembali normal " sorak gembira hatinya.
Dan satu kelaspun gaduh saat surat itu absen dimeja Elfiza. "Wah udah bosen kali El" ucap salah satu teman sekelasnya.
"Telat kali" timpal yang lain.
"Mungkin ga sempet kali" celetuk Dito
"Atau mungkin diloker loe kalo Elkan biasanya juga gitu " ucap Ridwan.
"Udah kita kesana aja pastiin" ucap yang lainnya.
Entah mengapa yang gaduh bukanlah dirinya melainkan para teman sekelasnya yang berisik berkomentar ini dan itu membuatnya bengong sendiri..
"Kenapa pula jadi mereka yang ribut sendiri sih?" Tanya Elfiza pada kedua sahabatnya yang tengah bersamanya dikelas hanya bisa mengangkat bahu saja tak tau harus bilang apa.
"Tapi ko ya tumben biasanyakan pangeran ngeblur loe itu ga pernah kesiangan" ucap Siska.
"Pangeran ngeblur itu siapa?" tanya Kezia yang tak faham.
"haiis loe mah ... oneng ya itu lah si pengirim surat yang ga tau orangnya siapa kan ngeblur namanya" jawab Sisika yang dibalas dengan tawa dari Elfiza dan Kezia.
"Loe berdua malah ketawa si benerkan yang gue bilang " ucap Sisla tegas.
"Siska sayang terselah loe deh ye mau ngomong apa, yang jelas gue laper ngantin yo" ajak Kezia kepada kedua sahabatnya yang mulai memgekori langkah Kezia.
***
Dan hari itu Elfiza tak mendapatkan secarikpun surat dari sistarket bodohnya, dan entah mengapa seperti ada yang aneh saja dalam pikirnya, namun Elfiza menepis semua itu.
"Giliran mau dicari tau siapa orangnya malah ngilang pinter banget tu orang" gerutuh Elfiza mangkal kalrna tak berhasil mengetahui sistalkernyaitu.
TBC..
__ADS_1
Kira - kira siapa si stalkernya Elfiza .. stay terus ya mentemen π