My Story Elfiza Anestasia

My Story Elfiza Anestasia
WADUH SENIOR GALAK


__ADS_3

Jam menunjukan angka 13.30 wib itu artinya mereka sudah harus kembali mendapatkan bimbingan dari para senior mereka, sebelum menyandang gelar MABA (Mahasiswa Baru).


"Baru hari pertama, tapi udah berat banget gini ya" keluh Siska pada Kezia sambil berjalan menyusuri lorong koridor kampus.


"Jalanin dulu aja lah Sis, kan cuman tiga hari ini, ya anggap aja ini hari terakhir, jadi kita semangat bua--" belum selesai Kezia berbicara keduanya terhenti karna ditabrak dari depan saat berjalan.


"Uhhh pantat gue" keluh sicewek yang tadi menabrak mereka.


"Baju gue" keluh Siska, Kezia melirik sekilas baju siska yang terkena noda tumpahan minuman berwarna entah apa.


"Loe tuh kalau jalan hati - hati bisa ga sih" bentak si cewe yang masih berusaha berdiri dan merapihkan pakaiannya yang tidak berantakan.


Kezia memincingkan matanya tak mengerti 'Ni orang waras ga sih, dia yang nabrak dia yang marah - marah' membatin Kezia.


"Budeg ya loe" sentak cewe itu yang baru saja mengangkat wajahnya, baru saja Siska akan menyemburkan amukannya, mulutnya yang sudah mangap kembali mingkem.


'Waduh senior galak' batin Siska.


"Maaf kak, bukan kah seharusnya kakak yang minta maaf ya?" Tanya Kezia bingung, membuat Siska yang berada disampingnya mengerang karna ulah sahabatnya satu ini. 'Aduh kacau ini bisa panjang urusan' batin Siska.


"Ehhhh... loe ga liat ini, minuman gue melayang entah kemana isinya, pantat gue juga nyium lantai keras baget terus gue harus minta maaf, loe mikir ga sih loe berdua yang salah loe berdua lah yang harus minta maaf ke gue" bentak cewe tersebut kesal.


"Maaf ya kak, kita berada dijalur yang seharusnya kita berjalan, kita juga tidak tergesa - gesa seperti kakak tadi" ucap Kezia kembali.


"Tapi loe berdua jalannya gal liat jalan, malah asik ngobrol, gue lewat makanya ga liat, jadi loe berdua lah yang harus minta maaf ke gue, tanggung jawab atas perbuatanya dong" kekeh si senior yang tak diketahui namanya itu oleh Kezia dan Siska itu.


"Jalannyakan masih lega, kenapa kakak malah milih jalan menuju kita dan nabrak kita?" Tanya Kezia bingung.


"Lagian nih kak ya temen saya tuh yang kena imbasnya karna kakak buru - buru kaya tadi" ucap Kezia.


"Yang harusnya minta maaf berarti kakak" tambahnya kekeh harus meminta maaf pada Siska, padahal disini mereka bertiga salah.

__ADS_1


Sisenior yang tak diketahui namanya itu salah karna berjalan dengan terburu - buru tanpa memperhatikan jalan, sedang ditangannya sedang memegang munumannya.


 Kezia dan Siskapun juga bersalah karna tak memperhatikan langkah mereka karna keasikan mengobrol, padahal Elfiza tengah menunggu mereka diruang kelas, karna sebentar lagi bimbingan akan dilakukan.


"Gue, ga ada urusan sama baju temen loe yang basah, yang gue mau loe berdua minta maaf" tegas senior cewe itu.


"Maaf kalau gitu kamipun tidak ada urusan dengan permintaan kakak yang tidak masuk akal" balas Kezia santai.


"APA!!" Kaget dan kesal sudah dirinya karna meras dilawan oleh joniornya itu.


"Maba aja loe belagu banget, loe ga tau siapa gue ya" kesalnya membentak, jika Kezia bisa santai menghadapi perangai seniornya lainhalnya dengan Siska yang mengkerut.


Bukan karna takut, hanya saja tak ingin mendapat masalah saat ospek begini, bisa abis mereka dibully oleh senior mereka. Acara ini bisa jadi ajang aji mumpung buat para senior untuk mengerjai para mabakan.


'Aduh, si Kezia pake acara buat ulah lagi' keluh hati Siska.


"Udahlah Kez minta maaf aja, lagian baju gue bisa dicuci ini, ga parah juga basahnya" cicit Siska tepat ditelinga Kezia, yang mendapatkan lirikan tajam Kezia, karna lirikan itu membuat Siska tak berani lagi berkomentar, dia terlalu tau sahabatnya satu ini, kalau lagi ngambek ngeselinnya minta ampun.


Buktinya sudah ketahuan dengan teriakan sumpah serapah yang masih bisa didengar Kezia dan Siska walau mereka sudah menjauh.


"Dia teriak begitu emangnya ga sakit tu tenggorokannya?" Tanya Siska pada Kezia heran.


Yang ditanya hanya mengangkat bahunya acuh tanda tak perduli. 'Bodo amat mau putus sekalipun pita suaranya gue ga perduli' batin Kezia mangkal, ternyata dia masih kesal dengan seniornya tadi.


"Harus balik lagi ke toilet dong kalau gitu" ucap Kezia.


"Ga usah ga terlalu parah, lagia baju gue ga nyarang (transparan) ini" ucap Siska.


"Oh... ok" jawab Kezia terus berjalan menuju ruang kelas mereka, karna akan mendapatkan bimbingan kembali.


Sedangkan didalam kelas Elfiza sudah gusar karna kedua sahabatnya belum juga datang, sedangkan bimbingan sudah 10 menit yang lalu berlangsung.

__ADS_1


"Entah kemana mereka menghilang" gumam Elfiza.


"Awas aja kalau ampe bolos kaga ngajak gue" gerutuh Elfiza bergumam, yang masih bisa didengar teman disebelahnya.


Lelaki itu menggeleng mendengar Elfiza berucap demikian, 'Ni cewe bakalan asik diajak temenan, mudah - mudahan satu jurusan' ucap pria disebelah Elfiza..


Tak lama berselang Kezia dan Siska masuk selepas meminta maaf karna telat masuk kelas, akhirnya mereka kembali kebangku masing - masing. "Kemana aja sih lama bener?" Tanya Elfiza mencicit takut terdengar.


"Biasa ada insiden sedikit" tak kalah mencicit Kezia menjawab.


"Apaan?" Bisik Elfiza kembali.


"Abis ditabrak damtruk" jawab Kezia asal, memang postur tubuh seniornya tadi sedikit gemuk, hanya sedikit sih tapi Kezia melebih - lebihkan saja.


"Haahhhh" bingung Elfiza tak mengerti akan jawaban sahabatnya itu, dan Kezia tak memberi klarifikasi lain kepada sahabatnya itu, malah membiarkan sahabatnya itu kebingungan akan jawabanya barusa.


'Ni anak kaga kesambet pas lagi ditoiletkan' gumam bati Elfiza, malas berfikir dia memilih masa bodo dan memilih fokus kembali, fikirnya masih ada waktu saat istirahat nanti untuk mencecar dua sahabatnya yang menghilang hampir 20 menitan tadi.


'Biarkan sajalah, nanti saja tanyain merekanya' kembali membatin Elfiza, lantas setelahnya kembali fokus dengan apa yang sedang dibahas didepan.


Lain halnya dengan Siska yang kini malah melamun, dia masih memikirkan kejadian tadi, bukannya apa dia hanya takut jika masalah tadi jadi panjang, karna bukan tidak mungkin jika si senior galak itu memiliki teman, 'Bagai mana kalau dia nanti malah memanfaatkan ospek untuk kepentingannya nanti, sudah dipastikan jika dia melihat wajahku dan Kezia. Aduh bagai manalah ini gue ga mau tambah susah' keluh batin Siska.


Jika Siska masih memikirkan kejadian tadi berbeda dengan Kezia yang masa bodo dengan kejadian tadi, mau diperpanjang atau tidak itu bukan urusannya yang sekaran menjadi urusannya hanya satu kapan selesainya hari ini karna dia ingin segera merebahkan dirinya.


'Entah kapan ini selesainya... uhhhh gue pengen tidur' keluh otak Kezia, andai dia bisa kabur seperti biasanya mungkin dia akan kabur, tapi dia tak memiliki ide untuk kabur, karna biasanya yang memiliki ide untuk kabur ya Elfiza, tapi sepertinya sahabatnya satu itu tak memiliki ide, karna Elfiza tak berbicara apapun karna biasanya jika akan kabur dia selalu bilang ingin kabur.


Untuk kali ini sepertinya mereka tak punya celah untuk kabur, Elfiza dkk belum menguasai medan rupanya, jadi tak bisa memanfaatkan situasi, walau terkadang ada celah untuk bisa kabur, ahhhh jenuh rasanya, tapi mau bagai mana jika memang belum menguasai medang, berbeda saat diSMA waktu itu, mereka sudah memiliki cela mereka dan menguasai medannya, jika kabur ya banyak tempat untuk bersembunyi.


Kalau disini mereka baru entah harus kabur kemana mereka, jadi mereka memilih pasrah dengan keaadaan saja, berharap ada yangmenyrlamatkan mereka dari para penjajah itu, terlalu lebai mereka ini, tapi ya itulah yang dirasa ketiga gadis itu.


Sepertinya mereka akan menjadi kucing penurut selama 3 hari berturut - turut, ahhhh benar - benar bukan tingkah mereka seperti ini.

__ADS_1


🌴🌴🌴


__ADS_2