
Malam nanti Elfiza akan mengadakan pesta, hanya sebuah pesta kecil yang rutin Elfiza adakan bersama dua sahabatnya diLembang terkadang juga mengundang keempat sahabatnya yang ada dipangandaran jika tidak sibuk.
Pesta kali ini diadakan dirumah Elfiza, Yudis sempet heran saat adik kecilnya itu, minta izin untuk mengadakan pesta 'Kesambet apa tu anak mau bikin pesta, dia kan paling ga suka yang namanya keramaian dan kebisingan, lah ini mau bikin pesta' celoteh batin Yudis.
***
Malampun tiba Kezia dan Siska sudah sampai dirumah Elfiza sejak 10 menit yang lalu, "Yang lain belum dateng?" Tanya Elfiza yang baru saja turun.
"Masih dijalan katanya" jawab Siska, yang diangguki Elfiza tanda faham.
"Dara jadi ikut katanya, dia juga lagi dijalan" ucap Kezia memberi tahu.
"Jadi ikut juga tu anak" timpal Siska.
"Heem" jawab Kezia.
Tak seberapa lama orang yang mereka obrolkan muncul bersama sibibi. "Dateng juga loe" ucap Siska.
"Iya lah kapan lagi coba, nanti - nantikan pada sibuk bakalan jarang ada waktu" jawab Dara sambil menghempaskan bokongnya disofa.
"Empat herder loe kaga ngamok?" Tanya Elfiza.
"Kaga kan gue ngerayunya pake penjinak mereka" jelas Dara.
Siapa yang tak kenal kefosesipan ketiga pria tampan keluarga Handoko itu, untuk mendekati princess keluarga Handoko itu, mereka harus siap mental, terkadang Dara sendiri juga kesal terhadap ketiga kakaknya dan ditambah papanya, menjadi semakin susah saja dia untuk bergerak bebas.
Disuguhkan guguk sekelas herder mana berani mereka untuk melawan, tapi bukun berarti tidak ada yang mau mencoba menguji kemampuannya.
Banyak juga dari mereka yang ingin mendekati Dara, walu lebih menegangkan dari lolercoster yang ada diDufan, tapi untuk para pria tangguh malah membuat jiwa mereka merasa tertantang untuk menaklukan para herder penjaga sang putri.
Sayangnya hati sang putri tak bisa mencair begitu saja, entah mengapa orang - orang yang punya keberanian lebih untuk mendekat kearhnya malah mendapatkan penolakan mentah - mentah.
Banyak hati para teman Elfiza yang sudah patah oleh teman satu kelasnya ini, sudah banyak teman lelaki Elfiza yang galau karna perbuatan Dara ini, entah kapan akan mencairnya hati gadis ayu itu.
Sebenarnya sih sudah meleleh sayangnya dia salah pilih pangeran, yang mengejar - ngejarnya ia acuhkan begitu saja, dia malah mengejar yang mengacuhkannya sampai detik ini.
Ahhh cinta kadang seaneh itu tapi ya mau bagai mana lagi itu lah yang saat ini dirasakan teman sekelas Elfiza, dia lebih memilih mengejar Alif yang sudah jelas tak melihatnya lebih dari sekedar teman dn mengacuhkan orang - orang yang mengejarnya.
Sudahlah lupakan soal Dara kembali saja keacara pesta yang diadakan Elfiza, saat ini teman - temannya sudah pada kumpul, tidak banyak orang yang hadir tidak lebih dari 20 orang, karna Elfiza memang terlalu membenci keramaian, sumpek dan penga serta gaduh, apa lagi Elfiza tak suka kegaduhan, jadi musikpun - musik slow yang diperdengarkan, menambah kesyahduan malam ini.
Sebagian anak malah ada yang mulai menguap karna merasa kantuk menyerang mereka karna musik pengirinya seperti membawa mereka keper aduan mereka.
Setengah jam kembali berlalu si ketua kelas dan beberapa teman prianya sudah bergeletakan diatas karpet bludru yang hangat itu, terlalap sudah mereka karna ulah musik itu. Terlalu enak didengar ditelinga mereka dan membuat mata mereka memberat dan akhirnya pulas walau beralaskan karpet beludru dan bukan kasurpun mereka pulas, bahkan sudah ada yang mendengkur saja, untung tidak terlalu keras dengkuranya.
****
22.00Wib yang masih terjaga bisa dihitung hanya beberapa orang saja dan diantara mereka ada Elfiza disana, mereka masih setia dengan cemilan mereka, sesekali tertawa mendengar cerita dari yang lainnya.
Anak - anak yang masih terjaga memang menunggu tengah malam untuk main Truth Or Dare. Makanya mengisi kekosongan mereka bercerita mengenang masa - masa SMA mereka yang sudah berakhir satu minggu yang lalu.
Yudha pulang pas tengah malam dengan Arjuna yang mengekor dibelakang, dua pemuda tampan itu terkejut.
Bagai mana tidak terkejut jika disuguhkan orang - orang yang bergeletakan dengan piama mereka masing - masing, ditengah ruangan ada beberapa anak yang sedang asik tertawa entah menertawakan apa.
"Ada apa ini Yudh?" Tanya Arjuna heran, karna tak biasanya mendapati banyak orang dijam segini dirumah sahabatnya itu, rumah ini sudah seperti rumahnya saja, seluk beluk rumah ini Arjuna tahu betul, makanya aneh saja saat melihat pemandangan yang bergeletakan seperti itu.
Ada yang lelaki ada juga yang perempuan campur aduk mereka tidur dalam satu alas (ingat hanya tidur tanpa melakukan apapun ya).
__ADS_1
"Hai, lagi pada ngapain?" Tanya Yudha kepo, saat mereka sudah berada tepat diantara mereka.
"Main Truth Or Dare bang" jawab Alif yang ikutan acara pesta kali ini, ya memang harusnya pesta ini hanya untuk Kezia, Elfiza dan Siska serta Dara, tapi nyatanya anak yang lain ingin pada ikut setelah tak sengaja si Fahri mendengar hal itu, maka jadilah Fahri kompor meledug untuk mengompori yang lain untuk ikut acara pesta malam para gadis itu.
"Wah boleh ikutan tidak?" Tanya Yudha antusias.
"Tidak boleh" tolak Elfiza cepat.
"Loh kenapa?" Tanya Arjuna yang diangguki Yudha.
"Inikan pesta piama dan kak Yudha sama kak Juna ga pake piama jadi tidak boleh ikut" jelas Elfiza menjawab.
"Tapikan kakak juga pengen ikut dek, boleh ya kakak ikutan" pinta Yudha membujuk.
"Engga, jagan gaguin issss sana ahhh" keluh Elfiza mengusir Yudha, dia sudah tau akal bulus kakaknya itu, jika ikutan gabung bisa tamat riwayatnya dikerjai habis - habisan oleh sang abang.
"Ya ampun dek pelit banget sih, cuman pengen ikutan doang juga, bolehkan anak - anak" ucap Yudha meminta dukungan dari yang lainnya yang masihΒ hidup (sepertinya yang bergeletakan sudah dianggap tiada oleh Cipand iniπ).
"Iya nih El pelit deh sama kita" kali ini Arjuna juga ikut berbicara, Elfiza hanya mendengus samar saja.
"Sudahlah El makin banyakkan makin seru" bujuk Dara.
"Heem El" ujar Siska dan Kezia.
"Udah abang ipar ganti baju aja dulu kepiama biar kita kompak, kan ini pesta piama, jadi harus pake piama baru boleh ikut gimana" tawar Fahri.
Jujur saja sebenarnya Arjuna dan Yudha ingin sekali menggeplak anak satu ini, 'Kakak ipar katanya! Sejak kapan gue terima ni anak jadi adik ipar gue?' Tanya batin Yudha.
'Kok El mau sih sama bocah kaya dia, bentukannya aja aneh gitu' bantin Arjuna.
"Ih beb jangan marah - marah mulu cepet tua" saran Fahri.
"Loe bikin orang naik darah mulu" tukas Kezia.
"Diam mak lampir" umpat Fahri.
"Apa loe?" Kesel Kezia.
"Apa?" Tantang Fahri.
"Udah loe berdua lama - lama gue kawinin" ketus Siska.
"Emangnya gue kambing" teriak Kezia dan Fahri berbarengan.
"Ngomong aja barengan, emang kalau jodoh mah susah" ucap Alif santai.
"Ogah" ucap keduanya berbarengan, lain dimulut lain juga dihati Fahri jika mulutnya bilang ogah tapi hatinya meng amini ucapan temannya itu.
Elfiza memutar bola matanya jengah melihat kerusuhan teman - temannya itu, "Udah ini jadinya kakak boleh ikut apa engga?" Tanya Yudha
"Boleh ko bang, asal ganti baju dulu ya biar ferr, juga biar kerasa kalau kita lagi ngadain pesta piama" pinta Siska.
"Ok deh kita keatas dulu buat ganti baju" ucap Yudha "Setelah salin kita ikutan ya, jangan dulu mulai ya" pinta Yudha kembali, teman - teman Elfiza mengangguk - anggukan kepala mereka tanda mengiyakan permintaan abang dan teman abang Elfiza itu, sedang Elfiza sendiri acuh saja.
Elfiza sedang memutar otaknya berfikir agar dia tidak dikerjai saat permainan turth or dare bareng abangnya nanti, hanya saja otaknya sedang buntu akan sebuah ide.
****
__ADS_1
15 menit kemudian Yudha dan Arjuna sudah siap dengan piama masing - masing melangkah gagah turun kebawah untui ikut bergabung bersama adik dan teman - teman adiknya itu.
'Sumpah tampan' batin Elfiza.
"Sumpah abang loe bikin meleleh" cicit Kezia yang masih bisa didengar yang lain, lantas diangguki oleh anak - anak perempuan yang masih hidup disana.
"Gantegan juga gue" celetuk Fahri.
"PDnya" sorak yang lainnya, sedangkan yang disorak mengangkat bahunya acuh.
"Gimana? Sekarang kita boleh ikutan kan?" Tanya Arjuna.
"Boleh dong, sini gabung aja kak" ajak Siska menggeser tempat duduknya memberi ruang untuk kedua pemuda itu.
Yudha duduk ditengah antara Siska dan Elfiza, sedang Arjuna duduk ditengah pula diapit oleh Kezia dan Elfiza, posisi mereka memang melingkar, agar memudahkan untuk mereka bermain turth or dare.
"Siapa yang mau mulai duluan?" Tanya Yudha sudah tidak sabar ingin ikut main, dalam otaknya sudah tercipat berbagai macam ide untuk mengerjai adiknya, begitupun dengan Elfiza yang saat ini tersenyum penuh arti kepada kakaknya.
'Memangnya kak Yudha saja yang punya ide gila buat bikin aku susah, kita lihat saja nanti siapa yang menang disini' batin Elfiza, bibirnya mengembangkan senyum seringai.
'Indah' satu kata itu tiba - tiba saja muncul dalam otak Arjuna, saat melihat seriang yang tercetak manis dibibir Elfiza.
Sepertinya otaknya sudah kongslet, jika teman - teman Elfiza saja brigidig ngeri melihat seringai itu mengapa Arjuna mengatakan jika seringai yang tercetak dibibir Elfiza itu indah, lebih dari sekedar aneh bukan pemikiran pemuda satu ini.
'Ngapa tu anak senyumnya gitu bener' batin Kelfin.
'Perasaan gue kaga enak ya' batin Alif.
'Kok serem ya' kali ini batin Dara yang berucap.
'Kamu mau kalahkan kakak, mimpi saja adik ku yang manis' nah kalau yang ini batin Yudha yang bicara.
"Kok gue jadi merinding sih, liat senyum loe" ungkap Fahri terang - terangan.
"Berisik loe Fah, udah Sis cepet nyanyi" titah Elfiza pada Siska untuk memulai permainan Truth Or Dare mereka.
"Kok nyanyi sih El bukannya main Truth Or Dare itu memutar botol ya?" Tanya Arjuna bingung yang diangguki oleh Yudha.
"Hanya awal permulaan saja kak Jun, botolnya ada pada Siska, biar adil siapa yang duluan untuk mutar botolnya" yang menjawab malah Kezia.
"Iya, kan kalau disuruh suka rela pada bakalan ga mau duluan muter tu botol, kadang suka sial" timpal Denim yang sudah ikut bergabung, padahal tadi masih tidur.
"Eh.. nyuk kapan bangunnya coba? Bukannya tadi masih molor?" Tanya Dara herang yang mendapat cengiran saja dari Denim.
Yudha menggelengkan kepalanya melihat kelakuan teman - teman adiknya, bagai manalah adiknya ini akan feminim jika teman - temannya saja pada cablak, termasuk yang cewe.
"Lagu yang dinyanyikan berawal dari Siska karna botol berada disiska, sesuai dengan irama dan lirik lagu tiap baitnya, botol itu digulirkan kesetiap orang yang ikut, dimana lagu itu berhenti disitulah orang yang memegang botol mendapat giliran pertama untuk memutar botol" tambah Elfiza menerangkan panjang lebar.
"Ohhh gitu, ya sudah tunggu apa lagi" jawab Yudha, membuat delikan dimata Elfiza.
'Dasar tukang perintah' kesal batin Elfiza.
Dan Siskapun mulai bernyanyi.
πππππ
TBC...
__ADS_1