My Story Elfiza Anestasia

My Story Elfiza Anestasia
PEMBESUK RUSUH2


__ADS_3

'Dasar nasib gue, kalau bersaing sama yang itu sih babang ga akan kuat dek' batin Fahri.


Dan hal itu tak luput dari penglihatan Elfiza, Elfiza mengulum senyumnya.


'Dasar sama - sama bodohnya mereka berdua, yang satu pengecut yang satu kaga peka' cicit batin Elfiza.


"Fahri minta tolong powebank gue dah dimeja sebelah loe" niat hanti hanya ingin minta tolong malah dia dibuat malu oleh teman gesreknya.


"Powerbank buat ngisi daya bantre hp, nah kalau neng El buat ngisi hati babang Ayi" jawab Fahri tanpa memperdulikan situasi yang sudah mulai menegang, bahkan Elfiza saja sudah terpapu kaku.


"Ini, ngedip kali, ya ampun gantengkan aku beb, kamu terpesona sama aku" ucap Fahri kembali sambil mencolek dagu Elfiza.


"Sumpah ini sih namanya si Fahri mancing" cicit Siska yang diangguki Kezia.


Kezia bisa melihat tiga manusia yang masih berdiri menjulang itu menatap Fahri nyalang seakan ingin memangsa.


"Fahri Loe ngomong apa barus?" Tanya Elfiza menekan kata - katannya, wajahnya sudah memerah menahan malu dan kesal.


Malulah dirinya karna Fahri berani menggombali didepan kakak - kakaknya apa lagi ada Arjuna diantara mereka semua semakinlah dirinya malu.


"Ngapa jadi malu - malu gitu sih beb?" Tanya Fahri.


"Alah.. mampus si Fahri ini mah" cicit Kezia pada Siska, yang lain hanya menatap sambil menahan tawa mereka yang ingin meledak, melihat Fahri tak menyadari situasi saat ini. Sedang Siska memegang pelipisnya, tiba - tiba saja pusing mendadak.


"FAHRI" ucap Elfiza sedikit membentak membut Fahri sedikit terlonjak.


'Alah mak macan ngamok ini mah' batin Fahri yang masih saja belum sadar keadaan dia malah takut melihat wajah Elfiza yang mulai menyeramkan.


"Becanda atuh El" jawab Fahri.


"Khemmmm" suara deheman dari Yudha membuat Fahri dan yang lainnya menoleh kearah ketiga pria tampan dihadapan mereka semua.


"Alah masih ada kakak ipar..ups" Fahri benar - benar keceplosan, entah kenapa kalau berurusan dengan Elfiza kata - kata alaynya begitu saja keluar tanpa bisa dicega.


Tapi sih biasanya bisa dikondisikan dalam sikon tertentu, seperti tadi pas ada ibunya Elfiza, tapi kenapa malah tidak berfungsi pada saat ini.


Elfiza menepuk keningnya frustasi akan tingkah teman gesreknya satu ini. "Maaf kak keceplosan" ucap Fahri spontan dengan polosnya membuat Efiza melongo tak percaya.


"Kak ini ga seperti yang kakak fikir ko" ucap Elfiza mencoba menjelaskan, namun Yudha sudah terlihat garang mukanya.


Cukup sudah teman - teman yang lain tak lagi bisa menahan tawa mereka karna keabsrudan Fahri itu.


Suara tawa yang serempak itu membuat Yudha, Yudis dan Arjuna kaget, juga heran ada apa.


"Maafkan teman kami kak, Fahri memang begitu ka, tapi tenang aja dia ga serius ko" ucap Kezia.

__ADS_1


"Bener gitu dek?" Tanya Yudha masih tak percaya.


"Bener ko kak" jawab Bima yang merasa kasian kepada sahabatnya itu yang masih ditatap sadis oleh ketiga pria tampan itu.


"Makanya Fah, tu mulut kondisikan" ujar Indra kembali yang meledakan tawanya.


"Sial lo" umpat Fahri.


"Maaf ka bener kata Kezia saya cuman bercanda sama El" jelas Fahri.


"Ohhh begitu.. ok" jawab ketiganya serempak.


"Buset dah, abangnya nyeremin" bisik Fahri pada Alexis.


"Terus kapok?" Tanya Alexis yang juga berbisik.


"Kaga" jawabnya mencicit. Membuat Alexis menggelengkan kepalanya.


"Eh udah sore ni balik yu" ajak Nanda


"Ehhh iya ya, kok ga kerasa ya" jawab Kelfin.


"Iya lah kan pake ngobrol" jawab Siska.


"Ya udah balik yo" ajak Bima.


"Iya udah sore ni, takut dicariin mamah, besok lagi deh kita kesini" ucap Kezia.


"Yahhh" ucap Elfiza sedih.


"Tenang kita kesini lagi besok say" ucap Siska sambil memeluk Elfiza.


"Bener ya" pinta Elfiza.


"Iya bawel" jawab Kezia.


"Yakin ni kalian mau pada pulang?" Tanya Yudis kepada mantan adek kelasnya itu.


"Iya bang udah sore banget ni nanti dicariin juga" jawab Indra.


"Ya udah hati - hati ya, jangan padan ngebut bawa kendaraannya" ucap Yudha.


"Iya bang. Kita semua pamit bang, cepet sembuh loe kutu" ucap Alfin.


"Ya thanks ya kalian udah jengukin gue" ucap Elfiza berterimakasih.

__ADS_1


"Sama - sama" serempak.


"Abang pulang dulu, kamu cepet sembuh, kalau kangen bilang, chat aja nanti abang cus balik sini lagi" kembali Fahri menggobali Elfiza.


Yang digombali hanya memutar bola matanya malas. "Si Fahri kaga punya kapok" bisik Kelfin pada Alif yang diangguki Alif.


"Ehh... maaf bang kebiasaan ga bisa direm jadinya, hehehe" malu sendiri Fahri melihat tatapan sadis ketiga pria itu.


"Remnya blong ya Fah, jadi kaga punya malu" dongkol Elfiza yang membuat mereka tertawa.


"Loe mah gitu sih beb, kaga pernah aja belain pacarnya" nah kan kembali Fahri lupa akan situasi, entah kenapa kalau Elfiza yang membalas gombalannya bak gayung bersambut gitu, mengalir gitu aja.


Elfiza langsung menutup mulutnya, karna kelepasan malah merespon ucapan - ucapan alay Fahri.


"Ahhh udah ahh ayo balik, kak kami pamit pulang dulu ya" ucap Kezia sambil salaman sambil menyeret Fahri keluar.


"Nanti dulu Kez, kan gue belum salim sama kakak ipar gue, nanti durhaka" Fahri sepertinya punya yawa sembilan, selalu saja membuat masalah, sudah tau tatapan para pria itu sangar kepadanya masih saja bisa bercanda dasar anak kadal.


"Bang pamit ya, dahh ayang embeb" setelah salim tangan saja dia masih sempat menggombal, kalau tidak ditarik Kezia pasti sudah kena jikakan Yudis tadi bahkan bantal penyangga bunggung Elfiza sudah melayang kearah Fahri mengusir anak itu.


"Fahri.. Fahri loe mah ga kapok - kapok" sungut Kezia sambil mengeret Fahri. Sedangkan Fahri masih tak percaya jika tangannya saat ini berpegangan tangan dengan Kezia.


Ok biarkanlah mereka seperti itu selama yang Fahri inginkan, sekarang kembali keElfiza.


"Dek itu bentukan teman kamu kaya gitu amat ya" ucap Yudha


"Iya aneh" tambah Arjuna.


"Ya walau aneh begitu dia tetap teman aku loh kak" jawab Elfiza.


"Kenapa ko kamu kaya ga suka gitu sih kalau kita bilang gitu, suka ya sama dia?" Tanya Yudis.


"Ga ada ya suka sama yang begituan modelannya ga akan kakak biarin" kesal Yudha.


"Ga akan kakak kasih restu juga" ucap Yudis.


"Kakak pastiin dia ga akan betah sama kamu" tambah Arjuna.


"Lah kenapa kalian jadi sentimen gini ke aku, lagian siapa yang suka sama si Fahri, tiap hari digombali aja udah empet apa lagi ampe kejadian pacaran aduh yang ada aku masuk RS lagi gara - gara ngadepin orang gila" kesal Elfiza, karna dituduh begitu.


"Tapi walau kaya gitu bentukannya dia tetep teman ku" tegas Elfiza kembali, membuat ketiga pria itu tersenyum.


Mereka tak menyangka Elfiza begitu membela dan mengakui kalau cowo absrud tadi itu temannya.


"Iya kita percaya ko" jawab Yudha akhirnya.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2