
Hari kembali berganti Elfiza sudah bisa menjalani hidupnya kembali dengan ketenangan tanpa gangguan apapun lagi ya memang beberapa bulan lalu saat dirinya baru sampai dilembang dia sering diteror chat dari dua orang itu, sipa lagi kalau bukan Nano dan Nadin.
Nano dan Nadin sering kali mengirim pesan singkat ataupun sesekali menelphon Elfiza ada saja yang mereka bilang untuk minta maaf dan ingin bertrmu.
Lama kelamaan itu membuat Elfiza merasa tak tenang seakan dirinya tengah diteror padahal dirinya sudah megatakan jika dirinya sudah memaafkan, namun jika untuk bertemu dengan mereka Elfiza belum siap, karna dia tidak pernah bisa membohongi perasaannya, masih ada setitik rasa sakit didalam hatinya untuk keduanya.
Terlebih atas sikap Nano yang terus menginginkan dirinya kembali untuk menjali cinta dengannya padahal jelas - jelas dia tak bisa pula merelakan Nadin untuk pergi, itu yang membuatnya merasakan sakit yang amat sangat.
Mungkin jika bukan dengan Nadin, Elfiza akan sangat mengeluarkan amarahnya tapi sayangnya Nadin orang yang juga memiliki tempat dihati Elfiza dan itu jugalah yang membuat Elfiza terpuruk dalam ketidak berdayaan atas luka yang digoreskan.
Beberapakali Nadin ataupun Nano menanyakan keberadaannya dimana, namun Elfiza memiliki seribu alasan untuk dirinya tidak memberitahu dimana dirinya berada. Dan pada akhirnya Elfiza memutuskan untuk mengganti nomor telponnya.
Dan semua akun sosmednya dia blok dan menggantinya dengan yang baru walau awalnya dirinya sangat kesulitan karna banyak teman dekat dan keluarganya yang harus ia hubungi kembali untuk memberitahukan nomor barunya dan akun sosmednya juga hal lainnya berkaita denga dirinya.
Karna itu pula banyak dari mereka yang bertanya macam - macam atas gantinya semua yang berkaitan dengan dirinya membuat keluarga dan teman - temannya merasa penasaran, karna terasa sangat aneh bahkan sosial media yang dulu dipake saja malah diblok dan diaganti, itu yang membuat mereka semakin penasaran.
Pasalnya Elfiza orang yang sangat anti untuk mengganti nomor atau yang sejeniasnya karna akan susah memberi kabar keorang lain, lainhalnya dengan ketiga sahabatnya yang mengetahui mengapa Elfiza bisa sampe mengganti nomor atau memblok semua akun sosmednya, sudah dapat dipastikan itu karna Elfiza ingin menghapus jejaknya.
***
"Pagi manis" sapa Yudis pada Elfiza yang tengah duduk berselonjor kaki sembari menonton film kartun kesukannya.
"Pagi" jawab Elfiza singkat tanpa menoleh, Yudis menghempaskan dirinya disebelah Elfiza sembari merebut snack yang sedang Elfiza makan dan hal itu membuat Elfiza memajukan bibirnya, tanda ia merasa tidak senang jika snck itu diambil secara paksa darinya.
"Kenapa? minta sedikit pelit banget si" ucap Yudis santai melihat mata dan bibir adik kecilnya yang hendak protes.
"Ciihhhh" dengus Elfiza batal sudah keingin protesnya, ia kembali fokos pada kartu pavoritnya, akhirnya dia lebih memilih mengalah dan mengambil snack yang ada dimeja untuk dia kembali menyemil.
"Pagi" sapa Yudha
"Pagi bang" jawab Yudis sembari memasukan makannan kedalam mulutnya.
"Pagi" kembali Elfiza menjaab dengan singkat, masih tetap konsentrasi dengan kartunya.
"Idih tontonnannya itu loh, macam anak TK saja" cibir Yudha mulai jahil yang diangguki Yudis, namun Elfiza tetap fokos pada tontonannya seakan menulikan pendengarannya, terhadap ocehan dua kakaknya yang sudah biasa kala dirumah selalu saja mengganggu dirinya.
"Nonton tuh yang bermutu kaya ini nih" ucap Yudha sambil megganti chanelnya menjadi permainan basket, membuat Elfiza benar - benar membulatkan matanya menunjuka bahwa dirinya sangat kesal.
Yudha dan Yudis acuh saja seakan tak melihat kekesalan sang adik karna mereka sangat tau bagaimana Elfiza sangat tidak ingin diganggu kalau dia sedang menonton kartun pavoritnya itu namun dengan terang - terangan mereka malah megganggu adiknya.
"Issss.. bisa ga sih kalau lagi dirumah tu jangan gangguin adiknya" pinta Elfiza kesal pada kedua kakaknya.
"Siapa yang buat kesel si manis, kan bang Yudha benar nonton tuh yang ke ginian kan baru seru bener ga bang" ucap Yudis meminta pembelaan.
"Bener banget" sambung Yudha sembari berhigh five bersama Yudis.
"Arrrrrhhhhhhh... udah sana kan dikamar ka Yudha juga ada tv nonton disana saja" Usir Elfiza berusaha merebut remot TV dari kakaknya Yudha.
"Kakakkan pengennya nonton disini dek" ucap Yudha sembari menyelonjorkan kakinya membuat dirinya santai dan senyaman mungkin.
__ADS_1
"Ahhhh .... kembalikan sini " ucap Elfiza masih berusaha mengambil remot tv itu, tapi dengan tega Yudha malah melemparnya kearah Yudis yang jaraknya jauh dari Elfiza, lantas saat Elfiza ingin meraihnya denga santai Yudha memegang tangan dan menariknya kembali untuk duduk, sontak tubuh Elfiza terjengkang dan kembali duduk.
"Hehehehe ... hahahaha " keduanya tertawa berbarengan.
"Ihhhhhh..... ibuuuuuuuuuuuuuuuuuu" teriak Elfiza mengadu.
"Yudis, Yudha jangan usilin adik kalian terus" tak kala ibu berteriak dari dalam dapur.
"Huh ... mainnya aduan " sorak Yudha dan Yudis.
"Bodo amat" ketus Elfiza dan akhirnya dia bisa merebut remot itu dari Yudis dan saat memindahkan pada chel yang menampilkan kartun pavoritnya malah sudah habis acar kartunya.
Kartun favoritnya sudah digantikan degan berita yang menbuat Elfiza manggkal setengah mati karna tak tau kelanjutannya apa.
"Ihhhhh ... kan jadinya udahan" gerutih Elfiza kepada kedua kakaknya.
"Ya udah lah dek kan masih ada minggu depan " jawab Yudis santai.
"Minggu depa itu masih tujuh hari lagi kakak" kesal Elfiza.
"Ya udah lah .. udah gede dek masa nontonnya kartun mulu" timpal Yudha.
"Bodo" ucap Elfiza ngambek.
'Waduh ngambek, alamat ini mah bisa ampe semiggu didiemin el ni kalau gini ceritanya' batin Yudha dan Yudis secara berbarengan.
"Ehhh iya dek, kakak ampe lupa mau nanya ini" ucap Yudha mengalihkan semuanya agar Elfiza tidak ngambek lagi, Elfiza hanya melirik sekilas tanda dia ingin tau apa yang mau ditanyakan kakaknya.
"Dua cowonya Nadin apa dek?" tanya Yudha tapi Elfiza tak menggubris, jangan kan menjawab mendengar pertanyaanya saja Elfiza tidak karna lamunannya sudah jauh menerawang kemana - mana saat Yudha bercerita tadi.
"His ... ni anak bikin merinding aja ditanya malah diem aja" ucapan itu sontak membuat Elfiza kaget, membuat Yudha mengkerutkan keningnya berlipat ada yang aneh itu fikirnya. sedang Yudis yang sudah tau hanya diam saja tak ingin banyak ikut campur, awalnya Yudha ingin bertanya kenapa namun Elfiza sudah menyambar pertanyaannya duluan.
"Kenapa kakak mau tau?" tanya Elfiza padahal ia tak tau tadi kakaknya menanyakan apa maka dari itu dia membalasnya dengan pertanyaan agar dia tau apa yang ingin ditanyakan kakaknya dan tak memintanya dengan terang - terangan kepada kakaknya untuk mengukang pertanyaan itu akan membuat kakaknya semakin penasaran.
"Tinggal jawab aja apa susahnya, itu emang beneran cowonya Nadin ya dek?" kembali Yudha bertanya.
"Kak Yudha kepok deh ke Dora .." ucap Elfiza santai membuat Yudis terkekeh namun Yudha malah mencubit pipi gelmbul Elfiza.
"Awwwwww... sakit ka " keluh Elfiza.
"Makanya kalau kakaknya nanya ya dijawabnya yang bener atuh neng gelis" ujar Yudha yang mendapatkan jawaban angkatan bahu dari Elfiza tanda masa bodo lantas dia beranjak dari ruang tamu menuju lantai atas untuk kekamarnya.
"Dek, Nadin saja sudah punya pacar kamu kapan?" teriak Yudha yang berhasil menyulut emosinya secara tak sengaja karna kesal eEfiza menghentakan kakinya kasar saat menaiki anak tangga.
"Makanya ruba dong penampilan semberaut mu itu biar ada yang suka" kembali Yudha berteriak kini Elfiza sudah diambang pintu kamarnya.
"Hissss..... suka - suka aku saja kakak ni repot banget si mengomentari penampilan aku" tak kalah Elfizha berteriak diambang pintu lantas membanting pintu kamar karna kesal.
Hei mengapa dia sekesal itu jika dia sudah menganggap itu masalalu tapi entah kenapa dia malah kembali merasa kesal, entah kesal karna keusilan kakaknya atau kesal mendengar cerita kakaknya itu.
__ADS_1
'Ahhhhhh .. jadi gue belum bener - bener move on dari tu anak ... arrrrrrrrhhhhh...' Batin elfiza.
****
...❄ Malam beranjak datang satu lagi senja yang kulewati tanpa mu ❄...
...❄ Satu lagi malam tanpa sang rembulan yang bersinar untuk bumi ❄...
...❄ Satu lagi kerinduan yang tak bisa tersampaikan karna pemilik hati suda tak lagi menepi ❄...
Tok....Tok...Tok....
Suara pintu diketuk membuat lamunan Elfiza terhenti pintu kamarnya memang sedang terbuka tampaklah Yudha diambang pintu kamar siap masuk bila si pemilik kamar mempersilahkannya namun Elfiza malah kembali menatap lurus kearah jendela kamarnya.
"Apa kakak boleh masuk?" akhirnya Yudha lah yang bertanya sembari bersandar ditiang pintu.
Elfizha hanya mengangguk saja kala itu lantas Yudha masuk karna sudah mendapatkan jawaban dari sipemilik kamar.
"Maaf" katanya yang membuat Elfiza bingung pasalnya Yudha tak pernah memninta maaf kalau habis menjahili dirinya walaupun harus membujuknya kalau dia ngambek tapi tak pernah minta maaf.
'Ada apa dengan kak yudha?' Batin Elfizha bertaya
"Untuk?" Tanya Ellfiza akhirnya.
"Karna buat kamu sedih, kakak ga tau kalau ternyata" Yudha menggantung kata - katanya yang membuat Elfiza tak faham.
"Ternyata apa?" tanya Elfiza penasaran.
"Nadin"ucapnya lirih dan Elfiza paham arah pembicaraan itu akhirnya.
"Ga apa ko kak, I'm fine and I will be a fine ka" ucap Elfiza meyakinka kakaknya.
"Benar begitu?" Tanya Yudha memastikan.
"Sure ka ... Itu hanya masalalu ka " jawab Elfiza mantap namun Yudha bisa melihat kesedihan yang terpancar dari mata Elfiza.
Yudha terlalu mengenal adiknya jika dia bilang dia baik - baik saja itu artinya adiknya tidak sedang baik - baik saja, dan Yudha tau harus apa.
"Ok tidurlah sudah malam, besok sekolah" ucap Yudha sembari mengecup kening adiknya sayang lantas melangkah keluar.
"Kakak" panggil Elfiza membuat Yudha menoleh kearahnya saat berada diambang pintu.
"Aku baik - baik saja! Jadi tong jangan temui mereka biar mereka bahagia aku sudah baik - baik saja" Pinta Elfiza, dia terlalu tau siapa kakaknya itu dah Elfiza yakin kakaknya itu tau dari Yudis dan jika Yudis saja sudah tau pasti Yudis sudah mendatangi Nano dan dia tak ingin jika Yudhapun ikut campur, karna masalah ini baginya telah usai.
Mendengar hal itu Yudha terkekeh sendiri mengetahui adiknya tau apa yang akan ia lakukan.
"Selamat malam" itu lah kata terakhir Yudha malam itu dan itu pula terakhir kalinya Yudha membahas itu, karna setelahnya Yudha tak lagi membahas hal itu membuat Elfiza merasa tenang.
'Ya.... dia hanya bagian dari masalalu ku yang seharusnya aku lupakannya secepatnya jika aku ingin bahagia, Kau hanya sebuah masa lalu dan kau bukan masa depan ku' batin Elfiza.
__ADS_1
TBC...