My Story Elfiza Anestasia

My Story Elfiza Anestasia
BERMAIN ATV BARENG ARJUNA


__ADS_3

Setelah selesai dengan pembayaran diloby depan akhirnya Arjuna dan Elfiza bisa bermain Atv, awalnya Arjuna tak yakin jika Elfiza bisa mengendarai Atv, sedangkan ayah dari adik sahabatnya itu baru memberi dia izin untuk berkendara sewaktu kelas XII SMA, lantas apa Elfiza bisa mengendarai Atv jika kemampuan berkendaranya itu belum cukup, menurut Arjuna.


'Apa gue salah ya membawa ni anak kesini, gimana kalau tu anak engga bisa mengendarai Atv' batin Arjuna.


"Ayo kok malah bengong sih" ajakan dari Elfiza membuat Arjuna tersadar dari lamunannya.


"Ehhh... ayo" ucap Arjuna, 'Semoga aja tidak terjadi sesuatu sama ni anak, bisa mati gue digorok dua abangnya nanti' Arjuna terus berdo'a dalam hatinya agar tidak terjadi seauatu saat mereka bermain Atv apa lagi pada anak macan satu ini.


"Silahkan" salah seorang petugas memberikan helem dan juga sarung tangan serta kunci motor Atv kepada keduanya.


Elfiza tampak antusias sekali, 'Sumpah sudah sangat amat lama gue ga main Atv lagi' bati Elfiza, memang hanya sebagian teman - temannya yang mengetahui hobi Elfiza yang bagai para perempuan itu sangat memacu adrenalinnya, bahkan ayah dan ibu serta kedua kakaknya saja tidak mengetahuinya.


Jika tahu dapat dipastikan Elfiza akan dilarang untuk menekuri hobinya itu, salah satu dari teman SMPnya meperkenalkannya dengan dunia adventure beradrenalin tinggi salah satunya adalah berpetualan dengan menggunakan sarana Atv ini, teryata itu sangat amat menyenangkan untuknya.


Namanya Karisma, cewe keturunan tionghua itu memperkenalkannya sesuatu yang mengerikan bisa dinikmati dengengan kesenangan, walau Karisma sudah berada jauh dengannya tapi ternyata apa yang ditinggalkannya bersama Elfiza malah semakin melekat dalam hidup Elfiza.


Baginya tantangan itu sunggu sangat menyenangkan apa lagi yang memacu adrenalinya, membuatnya terpacu semakin ingin menaklukannya, dulu saat Elfiza kelas VIII SMP dia selalu bermain Atv atau yang lainnya bersama Karisma walau harus petak umpet dengan keluarganya, tidak pernah meminta izin dari keluarga, hanya izin akan bermain dengan Karisma, ibunya tak pernah curiga karna dia berfikir sesama anak cewek bermain pasti yang mereka lakukan tidak jauh - jauh dari yang namanya jalan - jalan ala cewe lainya.


Memang mereka jalan - jalan tapi mereka jalan - jalan sesuai ala mereka sendiri berpetualang dengan keasikan mereka sendiri, Elfiza sempat kesepian setelah Karisma ikut dengan orang tuanya ke Shanghai, karna dia tidak bisa lagi mersakan permainan yang memcu adrenalinnya.


 Setelah Karisma tidak adak Elfiza benar - benar tidak lagi ada kesempatan untuk bermain yang memacu adrenalin, kebanyakan teman perempuannya tidak menyukai hal yang berbau adrenalin tinggi, dan teman laki - lakinya saat masih SMP malah sukanya bola dan balap liar yang memang dilakukan malam hari salah tengah malam, mana berani Elfiza keluar rumah dijam segitu, bisa - bisa dicincang ibunya dan digantung ayahnya.


Bukan tanpa sebab Elfiza bisa dekat dengan Fahri, saat itu dia ingat betul selepas acara mos yang melelahkan, Elfiza memutuskan bersenang - senang seorang diri, dia megunjungi salah satu tempat Atv yang ada diLembang. Dan disanalah dirnya bertemu dengan Fahri, Fahri yang memang dasarnya huble dan Elfiza yang frendly maka terjalinlah pertemanan dari pertemuan itu, apa lagi saat Elfiza dan Fahri tahu jika mereka satu sekolah bahkan hampir selama tiga tahun mereka sekelas hanya saat semester satu kelas X dia tidak sekelas dengannya.


Dan dari situ pula lah Elfiza kembali menikmati getaran - getaran yang memacu jantungnya yang mengasikan untuknya, bahkan Fahri pula yang megenalkannya lebih jauh dalam petualangan menguji adrenalinnya salah satunya rock climbing padanya.


Tak jarang mereka berpetualang bersama dengan teman - teman Fahri yang pencinta dunia adrenalin pula. Elfiza mulai menaiki motor Atvnya, mulai melajukannya dengan kecepatan sedang, setelahnya dia memacu mesin itu sedikit diatas rata - rata agar lebih terasa adrenalinya, dulu saat bersama Karisma dia hanya dikenalkan saja, dan cuman bisa tanpa tahu lebih jauhnya, sedang bersama Fahri dia jauh lebih mengetahui segala sesuatu yang berkaitan dengan duni yang memacu adrenalin salah satunya bermai Atv, 'ada trik khusus yang bisa loe lakuin saat bermain Atv agar loe bisa lebih merasakan asiknya' itulah kata - kata Fahri saat itu yang masih diingat Elfiza.


Elfiza beruntung bisa mengenal Fahei walau kelakuannya gesrek dan kadang menyebalkan bukan kadang juga sih kalau setiap harimah namanya memang menyebalkan, tapi karna Fahri pula lah Elfiza semakin merasa senag karna diperkenalkan dengan dunia baru apa lagi teman - teman Fahri yang lainnya juga begitu welcome kepadanya saat dirinya ingin ikut gabung, tak jarang mereka mengajari sesuatu hal baru kepada Elfiza, megenalkan keasikan yang lainnya yang belum pernah dirasakan oleh Elfiza.

__ADS_1


'Teryata dia jago main Atv, malah kayanya jagoan dia deh dari pada gue' batin Arjuna.


"Memang benar - benar gadis yang unik, gue suka" tanpa sadar Arjuna bergunam demikian.


"Wawww.. kapan ya terakhir kali gue kesini bareng Fahri, nanti ajakin diamain Atv lagi pasti asik nih" guama Elfiza diperjalanannya bermai Atv.


"Memang masih sama menyenangkannya seperti dulu" tambahnya kembali, setelahnya Elfiza benar - benar fokus pada trek yang dilaluinya.


***


Dua jam mereka bermain Atv tanpa berasa waktu mereka bermain sudah habis. "Sekarang mau kemana lagi?" Tanya Arjuna sambil berjalan beriiringan dengan Elfiza kepintu keluar dari area permainan Atv itu.


"Emmm, masih banyak tempat sih yang mau aku kunjungi sebenarnya, tapi sudah mulai gelap,takut ibu malah nyariin" jawab Elfiza, memang saat berangkat tadi kondisi rumah tengah kosong hanya ada dirinya dirumah.


Dia izin pergi keluar denga Arjuna saja bilangnya hanya lewat chat ke ibunya, ibunya pergi bantu - bantu dirumah hajatan, salah satu anak sahabat ibu ada yang menikah, tahu sendiri anak gadis ya tak suka keramaian jadi tak pernah diajaklah dia kalau mau pergi ketempat seperti itu, Elfiza malah akan menyebalkan dan membuatnya pusing disana nantinya.


"Kita pulang saja ya" ucap Elfiza kembali.


"Ya sudah, tapi sebelum pulang makan dulu ya laper" ajak Arjuna.


"Asal ditraktir sih aku mau" ucap Elfiza, membuat Arjuna mengacak rambut gadis itu.


"Ihhh... kebiasaan" keluh Elfiza sambil merapihkan rambutnya yang membuat Arjuna tersenyum.


"Tentu makanlah sepuas yang kamu mau, kakak yang bayarin" jawab Arjuna.


"Sombongnya" dengus Elfiza memanyunkan bibirnya, kali ini Arjuna tidak bisa tidak tergelak karna melihat kelakuan adik dari sahabatnya itu.


"Ya sekali - kali sombong juga perlu El" santai saja menjawab Arjuna yang hanya mendapatkan decihan saja dari Elfiza "Cih".

__ADS_1


Dan waktupun berputar berjalan sangat cepat, sore itu akhirnya tempat terakhir mereka sebelum pulang adalah mencari makan untuk pengganjel perut mereka yang sudah keroncongan.


****


"Hari yang sangat menyenangkan trimaksih kak" ucap Elfiza setelah mesin mobil berhenti dan mobil tepat berada dihalaman depan vila kediaman keluarga Wira Atmaja.


"Kakak yang harusnya bilang makasih karna kamu mau temenin kakak jalan - jalan." Ucap Arjuna, Elfiza tersenyum simpul.


"Makasih ya, ternyata ngabisin waktu luang sama kamu asik, kapan - kapan kita main lagi, mungkin outbond" ajak Arjuna.


"Sama - sama kak, tetu saja, ayo kita bermain lagi" jawab Elfiza denga antusias.


"Iya kapan - kapan ya" ucap Arjuna sambil mengacak rambut Elfiza membuat siempunya rambut memanyunkan bibirnya merasa tak senang karna suda dapat dipastikan rambunya acak - acakan apa lagi saat ini digerai olehnya.


"Sudah ga usah cemberut gitu sana masuk" titah Arjuna.


"Abis kak Juna nyebelin" keluh Elfiza.


"Iya maaf deh maaf" Arjuna.


"Ya udah El masuk ya" ucap Elfiza yang diangguki Arjuna.


"Eh iya kakak mau manpir?" Saat membukan pintu Elfiza sadar sesuatu dia baru ingat tidak menawari sahabat kakaknya itu utuk mampir, walau hanya sekedar basa basi itu perlu hanya untuk sekedar kesopanan.


Arjuna menampakan senyum termanisnya hari ini menurut Elfiza 'duh jantung gue' lirih hati Elfiza. "Lain kali saja ya, kakak masi ada acara soalnya" bohong Arjuna, dia hanya tak ingin jika sala satu dari pengawal Elfiza menginterogasinya malam ini juga.


Dan berakhirlah acara jalan - jalan mereka hari ini, keduanya sama - sama senang karna hari mereka menyenangkan, yang satu senang karna bisa bermain Atv lagi dan yang satu senang karna bisa berduaan deganya walau tak lama itu tetap menyenangkan menurut Arjuna.


'Sepertinya gue mulai tahu sesuatu' batin Arjuna.

__ADS_1


"Hemmm harus siap - siap tempur ini mah" gumam Arjuna sambil menjalankan kembali kereta kencananya itu.


🍃🍃🍃


__ADS_2