
Satu minggu berlalu dan surat itu tak lagi ada dimanapun semua seperti kembali keawal dan itu membuat Elfiza merasa senang walaupun masih ada yang aneh.
Namun tidak dengan para temannya karna mereka tak dapat lagi membaca pesan - pesan cinta yang puitis secara cuma - cuma, itu penuturan teman ceweknya, berbeda dengan teman cowok yang bersorak kecewa karna tak lagi dapat bersorak untuk mengecengi Elfiza dan memanas - manasi Fahri yang memang suka dengan Elfiza sudah dari kelas X.
Tidak tahu saja mereka jika yang sebenarnya disukai Fahri ternata malah sahabat Elfiza sendiri, dan itupun diketahui oleh Elfiza, maka dari itu dia tidak terlalu risi dengan kata tanpa makna.
Hanya sebuah gombalan yang berawal dari keisengan rasa gugup berada dekat dengan orang yang disukainya, lantas berlanjut karna kebiasaan, jauh dari itu semuah tetap hati bukanlah untuk Elfiza, melainka untuk sahabat Elfiza.
"El ngantin yo" ajak Siska
"Bareng siapa?" tanya Elfiza
"Bareng gue lah " jawab Kezia dari belakang. "Ok ... ayo " ucap Elfiza.
"Ehhhh ... bebep gue dateng mau kemana bep?"Tanya Fahri selengean.
"Babap bebep ... mulu loe kutu,gue tabok juga ni " ucap Kezia ketus.
"Dihhhh .... ada macan betina takut" kata Fahri yang ditanggapi cekikikan Dito dan Bima.
"Mau kemana El ?" tanya Ridwan yang datang dari arah samping.
"Ngantin" jawab Elfiza.
"Dih sibebep giliran si cacing kremi aja yang nanya dijawab, lah giliran babang Ayinya malah dianggurin sadisnya kau cinta ku" ucap Fahri alay .
"Ehhhh... kutu loncat, kdal burik buaya buntung ... ngarep bener loe... " ucap Elfiza sambil berlalu yang membuat Fahri melongo tapi kelima temannya tertawa
"Kutu loncat, kadal burik ... kan emang loe mah ga ada bagusnya.. hahaha " ucap Kezia yang ditarik Sisika menjauh karna kalau tidak bakalan panjang urusannya, Kezia dan Fahri tidak bisa disatukan.
"Buaya buntung ..... hahaahaha .... aduhhhh .... loe mah banyak banget dah sebutan Fah " ucap Kelvin yang tak sengaja lewat depan kelas sahabatnya itu, tak lupa tawanya hadir dari mulutnya.
"Mamam tu kadal burik " ucap Ridwan sambil berlalu.
"Haissss .... teganya dikau pada babang bep .. tapi gue suka" ucap Fahri.
"Alay loe udah masuk yo " ajak Dito.
Kantin ....
"Eh iya El, tu surat beneran ga dikirim lagi ya?" Ranya Kezia, Elfiza hanya mengangguk.
"Apa orangnya ngambek kali suratnya selalu kita yang bacain?" Tanya Siska.
"Mana gue tau soal itu, bomatlah ya ... yang terpenting gue ga diganggu lagi sama tu surat kaga jelas ujung pakalnya" ucap Elfiza bersorak.
"Loe ga bakalan kangen gitu sama tu surat El?" Tanya Siska, "Dih ngapain gue kangen ama surat kaga jelas begitu " jawab Elfiza.
"Yakin banget si loe ga bakalan kangen " ucap Kezia. "Ya harus lah" balas Elfiza.
"Serah loe ajalah maemun" ucap Kezia dan Siska hampir berbarengan.
"Gue rasa tu anak lagi ngerencanain sesuatu deh buat loe" ujar Kezia, Elfiza hanya menautkan alis bingung.
"Maksud loe?" tanya Siska baru Elfiza akan bertanya demikian.
"Mungkin aja ni ya dia mau kasih kejutan ke loe gitu El, yang lebih bagus dari ini makanya ngilang " jawab Kezia sambil sesekali mengunyah baksonya.
"Wah bener tu ... bisa jadi kaya gitu El" sergah Siska antusias walau mukanya merah kepedesan gara - gara sambel merecon somainya mang Udin.
__ADS_1
"Ngarang deh loe pada" balas Elfiza santai.
"Kalau ternyata bener gimana El?" tanya Siska.
"Ga bakalanlah ... loe pada kebanyakan halunya deh makanya jangan nontonin drakor mulu apa jadi halukan" celetuk Elfiza menasehati dua sahabatnya.
"Issss... daripada loe nontonnya Spongebop, Tom & Jery sama apa satu lagitu Sis ..?" tanya Kezia
"Naruto" jawab Siska.
"Nah itu, baru itu yang namanya aneh ya ga Sis" tambah Kezia meminta dukungan ke Siska.
"Bener banget masa anak SMA tontonannya masih kartu aduhhh berasa bocah SD dah gue mah " celetuk Siska membuat Kezia cekikikan.
"Ye... mendingan itu lagi ga bikin halu" bela Elfiza.
"Sakarepmu waelah" balas Kezia .
Tett....Teettt...Teeeeettttt..
Bel tanda usai istirahatpun dibunyikan seluruh siswa, siswi tak terkecuali Elfiza, Kezia dan Siska masuk berbondong - bondong untuk mengikuti pelajaran terakhir mereka hari itu.
Hari ini tak banyak cerita yang dialami Elfiza semua tampak biasa saja seperti biasanya, namun saat perjalanan pulang tiba - tiba saja Elfiza dikejutkan dengan sebuah mobil Lamborghini Veno yang mengikutinya. Awalnya Elfiza tak berfikiran aneh saat mobil mewah itu terus mengikutinya, arahnya tujuannya mungkin memang sejalan.
Tapi lama kelamaan Elfiza merasa hawatir juga dia malah takut jika orang yang menyetir akan berniat jahat, awalnya Elfiza akan berbelok untuk masuk kedepan gang yang terhubung kevila namun ia malah mengambil jalan lurus agar memastikan jika memang mobil mewah itu tidak sedang mengikutinya.
Alangkah terkejutnya saat simobil itupun terus maju lutur mengikuti arah Elfiza, semakin Elfiza melajukan motornya semakin cepat pula gerakan simobil untuk mengikutinya.
'Sial siapa si...Bikin parno aja' batin Elfiza bermonolog.
Karna Elfiza tak ingin ada adegan kejar - kejaran ala - ala film action maka dari itu dia membelokan lajur motornya dan berbalik melawan arah mobil itu kini mobil dan motor itu berhadapan.
Elfiza turun dari motornya dan melepaskan helemnya, ia sangat kesal seharusnya ia sudah ada dirumah dan beristirahat sekarang ini bukan disini.
"Turun ga loe" bentak Elfiza sembari menunjuk tak sopan kepada sipengemudi mobil yang masih setia dijok mobilnya, karna kaca filter yang dipake mobil itu nampak gelap diluar Elfiza jadi tidak dapat memgetahui siapa orang yang ada dibelakang kemudi.
"Gue bilang turun" tegas Elfiza memerintah sembari menggebrak depan mobil, ia kesal karna sipemilik mobil tak kunjung turun.
"Pengecut" teriak Elfiza, sambil berbslik hendak pergi, barulah saat Elfiza hendak pergi siempunya mobil keluar dari persembunyiaannya.
"Tunggu siapa tadi yang kau bilang pengecut?" Tanya sipemuda itu menahan langkah kaki Elfiza, mendengar suara samar yang ia kenali Elfiza berbali badan dan Taraaaaa..... Alangkah terkejutnya dia dibuat sipemuda itu.
"Hai...." sapa sipemuda.
"Loe ..." ucap Elfiza kaget dan sedikit berteriak .
"Iya ini gue ... gimana kejutannya?" Tanya sipria.
"Ngapain loe disini ? Dan loe gila ya ngapain ngikutin gue udah kaya penguntit aja?" bukannya menjawab pertanyaan sipemuda itu Elfiza malah balik membrondong pertanyaan untuk sipemuda.
Yang ditanya hanya cengengesan saja.
"Eh kampret gue tanya loe ya, malah diem aja dan ini apa maksudnya ?" tanya Elfiza menjawil seragam SMA yang dikenakan sipemuda itu yang sangat Elfiza kenali itu adalah Almamater sekolahnya.
"Ya loe bisa tebak lah El" ucap sipria itu
"Jangan bilang kalau" Elfiza menggantung ucapannya membuat sipria itu menaik turunkan alisnya.
"Ya Allah hari - hari tenang gue" Elfiza menepuk jidatnya yang dibarengi toyoran oleh sipemuda.
__ADS_1
"Sejak kapan loe disini Al?" tanya Elfiza kepada Alif teman satu SMPnya dulu waktu diPangandaran.
"Satu bukan yang lalu " jawab Alif santai.
"Ehhhh... kambing udah satu bulan lau disini, tapi laau baru nongol sekarang waras bambang?" tanya Elfiza.
"Santai kali mak... nyablak kaga ilang - ilang, kan gue udah sering buat kejutan buat loe, laaunya aja yang kaga sadar" jawab Alif.
"Tunggu .. kejutan, kejutan apa maksudnya?" Tanya Elfiza tak mengerti.
"Alah loe mah lemot mana tau kode - kodean" celetuk Alif yang dihadiahi jitakan oleh Elfiza
"Ye sibambang" ucap Elfiza.
"Nanti dulu... Jangan bilsng kalau surat - surat itu yang selama ini gue teriman itu semua dari loe " tuduh Elfiza lantang, yang dituduh cengengesan.
"Gimana ok ga gue kalau jadi pujangga?" tanya lif bangga, karna pertanyaan Aliflah yang membuat mimik Elfiza menjadi berubah ia seolah - olah ingin muntah.
"Oekkwwww... iuwwww... jadi tu sura dari loe isss ...apa maksudnya coba?" Tanya Elfiza yang dijawab gedigan bahu oleh Alif.
"Ehhhh.... si embe ... gue tanya juga, tau ga gara - gara tu surat abis gue diketawain satu kelas tau ga " dengus Elfiza mangkal kala mengingat bagai mana teman sekelasnya puas meledeknya.
"Hahaha... itu yang gue mau" jawab Alif santai.
"Ehhh si kam****t dasar" ucap Elfiza mangkal sambil menjita kepala Alif, yang dijitak malah samtai saja sambil mengusap kepalanya.
"Tapi ko loe bisa pindah kesini sih Al?" tanya Elfiza penasaran.
"Bokap dipindah tugaskan disini jadi ya gue sekeluarga ikut" jawab Alif santai.
"Ya Allah tuhan ku ... hari - hari tenang gue" ucap Elfiza mendramatisir.
"Lebay loe" tukas Alif.
"Lagian kenapa si kalau gue pindah ke sekolah loe?" tanya Alif
"Mampus gue" jawab Elfiza tak santai.
"Eh ... dodol, bukannya seneng loe sahabatnya pindah kan bisa temenin loe malah ngomong kaya gitu selebor " ucap Alif bersungut - sungut.
"Seneng apanya sengsara iya gue ... ya tuhan apa salah hamba kenapa engkau pertemukan hamba dengan mahluk beruk satu ini lagi " ucap Elfiza drama.
"Alay loe, ga sekalian aja loe minta dicabutnyawa" celetuk Alif sembari menoyor kepala Elfiza.
"Enak aja gue masih waras tau, tapi loe puitis juga ya stalker bodoh . ampe sohib gue pada baper" jelas Elfiza.
"Gimana ga bikin baper gue gitu kan ampe seorang Elfiza Anestasia aja bisa bangun pagi cuman buat liat tu surat hampir seminggu lagi " jelas Alif yang dihadiahi jitakan kembali.
"Tapi ko gue bacanya geli - geli gimana gitu" jujur Elfiza. "Gimana loe ga geli loe kan bukan cewe " jelas Alif.
"Sia***n loe" tukas Elfiza. "Udah ahhh ... gue mau balik takut dicariin ibu, kapan - kapan loe main vila ya, bay stalker bodoh gue " ucap Elfiza seraya pergi dari tempat itu sambil menoyor kepala Alif sekali lagi.
"Ihhh .... songongnya hobi banget dah loe mah" teriak Alif.
Tanpa memperdulikan teriakan Alif, Elfiza pergi begitu saja dari sana, sepanjang jalan dia ketawa tak jelas karna tingkah konyol sahabatnya satu itu.
'Itu bukan hanya sekedar kata tanpa makna El, tapi itu lah isi hati gue untuk loe, sayangnya gue ga punya keberanian buat ungkapin itu semua ke loe. Gue ga sanggup kalau harus menjauh kalau gue bilang yang sesungguhnya karna gue tau loe El, maka dari itu biarlah gue menjadi pecundang yang loe bilang tadi' batin Alif bermonolog sambil terus melihat kepergian Elfiza didepannya.
TBC.
__ADS_1