My Story Elfiza Anestasia

My Story Elfiza Anestasia
MALAH MELEBAR KEMANA - MANA


__ADS_3

"Mana yang udah buat loe marah?" Tanya seseorang sedikit berbisik sesaat setelah mereka masuk keruangan.


"Yang disana" jawab seorang perempuan yang mendapat bisikan tadi.


"Nya hayu sampeurken atuh kehel ningalina oge, siga cabe kitu ( ya udah ayo samperin, kesel liatnya juga kaya cabe gitu)" ajak yang satunya kepada kedua gadis disampingnya itu.


BRAKKKKK....


Tanpa tendang aling - aling lagi seseorang menggebrak meja dengan kerasnya membuat dua orang yang sedari tadi mengobrol tersentak karna kaget.


"Astaga" ucap Siska sambil memegangi dadanya saking kagetnya.


Kezia dan Siska berbarengan melihat siapa yang telah berani mengagngu ketenangan mereka saat jam istirahat begini.


"Oh jadi dua Curut ini yang gangguin loe itu" ucap seorang perempuan kepada temannya yang diangguki sitemannya itu.


Kezia memincingkan matanya menatap sekilas siapa yang ada didepannya ini. 'Ternyata dia mengadu sama kawanannya' gumam hati Kezia.


'Sudah dapat dipastikan dari awal' batin Siska.


"Kan gue udah bilang sama loe kemarin, jadinya ribet kan" cicit Siska ditelinga sahabatnya itu.


"Mana El ga ada lagi" keluhnya lagi dengan tetap berbisik.


"Ada apa ya kak?" Tanya Kezia mencoba sesopan mungkin dan mengatur dirinya agar tidak ikut terbawa suasana.


"Loe punya hutang sama teman gue" ucap perempuan yang berada didepan Kezia, sepertinya dia ketua geng tersebut, fikir Siska.


"Maaf perasaan saya, saya tidak berhutang apapun sama teman kakak, malah yang ada teman kakak yang berhutang permintaan maaf kepada teman saya" telak Kezia berbicara, tanpa ada rasa takut dengan santainya dia berucap.


"Berani baget ya loe bicara seperti itu disini" ucap siperempuan tadi.


Kezia hanya tersenyum rama "Maaf kak bukannya saya tidak sopan tapi itu kenyataan yang ada" jelas Kezia kembali.


"Tapi teman gue bilang loe dan teman loe yang salah" sungutnya.


"Jadi loe yang harusnya minta maaf bukan gue" kali ini perempuan yang kemarin menabrak Kezia dan Siska yang berucap.


Ini hari kedua ospek untuk Kezia, Siska dan Elfiza, dan hari inipun tak kalah beratnya dari hari kemarin, ditambah dengan permasalahan ini membuat Kezia semakin mumet saja.


Sahabat Elfiza satu ini memang paling cuek dengan keadaan tapi jangan harap dia lepasin orang begitu saja jika sudah mengganggu ketenangannya.


Ya semua orangpun tak ingin diusik ketenangannya bukan, sama halnya dengan Kezia walaupun masalah ini sebenarnya sepele bisa jadi besar ditangan Kezia jika dia sedang kesal.


Kezia akan sangat menyebalkan jika dia sedang kesal apa lagi jika ada yang menggangu dirinya saat sedang kesal, dia bisa membuat kegaduhan seisi ruangan, mungkin hanya Siska dan Elfiza serta anak sekelasnya dulu sewaktu SMA yang tahu sifatnya Kezia.


Itu sebabnya tak ada yang berani mengusik apa lagi mengganggu ketengan seorang Kezia dan kedua sahabatnya, hanya takut mak lampir dalam tubuh anak itu bangkit dan mengamuk.


"Kami ga akan minta maaf untuk kesalahan yang tidak kami perbuat kak. Maaf saja" santai Kezia, Siska sudah mengumpat dalam hati karna ulah sahabatnya itu.


'Aduh Kez, kenapa sih mesti cari masalah' batin Siska 'Ni anak pasti lagi kesel deh' rutuk otak Siska.


"Berani banget ya loe" ucap perempuan yang ada dihadapannya itu, kesal sudah tiga seniornya itu mendengar ucapan dari Kezia.


"Ga ada sopan - sopannya sekali loe sama gue sebagai senior" tukasnya kembali.


***


Elfiza yang baru saja tiba didalam kelas menjadi heran ada apa dengan suasana kelas yang tetiba saja menjadi tegang seperti itu. 'Ada apa ini, padahal baru ditinggal solat saja' batin Elfiza.



Suasana kelas memang terbilang tidak seramai tadi saat dirinya pamit untuk kemusola tadi, mungkin masih asik istirahat yang memang baru setengah jam berlangsung, masih ada setengah jam lagi.


"Ada apa sih?" Bertanya Elfiza pada dirinya sendiri karna heran melihat anak - anak yang ada dikelas itu tertuju pada satu bangku.


Pandangannya mengikuti arah pandang maba teman barunya itu, dan Elfiza tersentak kaget saat melihat dua temanya sedang bersitegang dengan tiga senior perempuan yang katanya paling menyebalkan itu.


"Mau apa mereka?" Gumam Elfiza bertanya.

__ADS_1


"Gue bilang minta maaf sama Selly" titah perepuan yang tepat berada dihadapan Kezia itu.


"Kalau gue ga mau loe mau apa?" Tanya Kezia menantang.


"Sopan sekali anda ternyata, berani banget sama senior" bentak cewe yang disebut Selly tadi.


"Thanks pujiannya" jawab Kezia, semakin membuat geram perempuan yang berada tepat dihadapan Kezia itu.


"Kez udahlah, jangan buat masalah" pinta Siska berbisik pada Kezia.


"Diem Sis" titah Kezia mencicit.


"Hukuman apa yang pantas buat orang songong kaya loe ini ya" ucap perempuan yang ada dihadapan Kezia dengan sinisnya tak membuat Kezia takut sama sekali.


Semua kejadian itu terlihat oleh Elfiza, 'Aduhh.. gawat kalau ga dilerai bisa tambah kacau ini mah' batin Elfiza sambil bergegas menghampiri meja yang berkubu itu.


"Sorry ada apa ya ini?" Tanya Elfiza sopan.


"Tania" gumam Elfiza pelan setelah dia tahu siapa yang sedang berdebat dengan kedua sahabatnya itu.


"Ada apa ya kak?" Tanya Elfiza kembali, tetap dengan sopan.


"Mereka teman - teman loe?" Tanya Tania yang diangguki oleh Elfiza.


"Iya mereka teman saya! Ada apa ya dengan mereka? Kenapa kakak - kakak sampai marah - marah?" Tanya Elfiza sopan.


"Suruh dua temen loe minta maaf sama temen gue dan gue juga" titah Tania, membuat Elfiza muak dengan gayanya yang sok berkuasa disini, ingin rasanya muntah dihadapan seniornya yang satu ini kalau saja dia tak memiliki kesopanan.


Dia masih memiliki orang tua dan kakak - kakaknya yang harus dijaga nama baiknya, maka dari itu dia masih memakai etitudnya.


"Memangnya apa kesalahan mereka ya kak?" Tanya Elfiza


"Loe tanya aja sama dua anak curut itu, mereka ngelakuin apa sama temen gue" tukas Tania geram.


Elfiza menolehkan pandangannya kearah Siska dan Kezia, bertanya secara non verbal pada keduanya. "Kak Selly yang salah kenapa mesti gue sama Siska yang harus minta maaf" ungkap Kezia kesal.


'Waduhhh... anak gorila ngomok ini mah' batin Elfiza, belum juga apa - apa dia sudah disemprot Kezia seperti itu apa lagi kalau sampai disuruh minta maaf ke siapa tadi kakak seniornya yang bernama, Sella, Della apa Serlly atau Selly ahhh entah siapapun itu masa bodo Elfiza tak perduli.


"Kemarin kami bertiga tak sengaja bertabrakan, itu karna kak Selly menabrak kami, dia berlari tak melihat jalan" tutur Siska.


'Ohhh jadi ini yang kemarin dibilang kezia nabrak damtruk itu' Elfiza malah berceloteh dalam batinya.


"Terus" tanya Elfiza setelah sadae dari celotehan batinya.


"Niatnya kita mau minta maaf soalnya kita juga salah karna jalan tapi asik sama ngobrol jadi ga lihat jalan, tapi Kezia kesel karna kak Selly malah marah - marah dan nyalahin kita" kembali Siska menjelaskan keronologi kejadian kemarin.


"Gue ga marah, gue cuman bilang loe berdua harus minta maaf sama gue" bentak Selly tak terima dibilang marah - marah padahal itu kenyataannya.


"Apanya yang ga marah - marah, loe ampe bilang ga ada urusan sama baju temen gue yang basah, padahal itu karna ulah minuman yang loe bawa" ketus Kezia kesal. Kalau Kezia sudah bicara kasar seperti itu keyang lebih tua itu artinya dia tak lagi bisa menahan kekesalannya.


"Baju Siska basah" gumam Elfiza.


"Iya bajunya Siska basah, tapi dia tak mau meminta maaf malah terus menyalahkan kami, padahal dia juga salah" ketus Kezia sambil menunjuk tidak sopan kepada Selly.


"Turunkan telunjuk loe dari hadapan temen gue, tak ada sopan santunnya sama sekali loe" tukas orang yang dipanggil Tania oleh Elfiza tadi.


Elfiza segera menarik tangan Kezia untuk turun tidak lagi menunjuk kakak senior mereka itu. "Tenanglah Kez" pinta Elfiza berbisik.


Elfiza mengkode Siska dengan lirikannya agar menarik Kezia kebelakang untuk tidak berhadapan langsung dengan ketiga orang yang membuat masalah itu, bagi Elfiza.


Setelah Kezia dan Siska berada dibelakang, kini giliran Elfiza yang berhadapan dengan tiga orang seniornya itu, Tania masih memandang kearah Kezia dengan pandangan marah, dan melirik Elfiza kesal.


Dia tahu siapa yang saat ini berada didepannya itu, adik dari orang yang disukainya, tapi dia tak ingin jika dirinya dipermalukan, untuk saat ini dia hanya ingin mereka meminta maaf terhadanya.


Juga Selly, baginya bukan siapa yang bersalah tapi harga dirinya, dia tak ingin malu dihadapan teman - temannya apa lagi ini didepan juniornya.


"Kakak sudah tau siapa yang salah disini kan, kenapa kakak masih maksa Kezia dan Siska minta maaf sedangkan kak Selly tak ingin minta maaf kepada mereka juga" ungkap Elfiza santai.


"Karna mereka duluan yang salah sudah tidak sopan" bentak Tania.

__ADS_1


"Mereka berdua apa teman kakak yang tidak sopan?" Tanya Elfiza.


"Kenapa loe malah ngebela mereka yang jelas salah?" Tanya Tania kesal.


"Saya tidak membela hanya meluruskan saja" terang Elfiza.


"Lagian sudah terbukti disini siapa yang bersalah, bukannya sudah jelas keduanya salah kenapa kakak malah kekeh memaksa mereka untuk minta maaf sedangkan kakak tidak berusaha untuk membuat teman kakak meminta maaf kepada kedua sahabat saya" tambah Elfiza, terengah sudah dia berbicara seperti tengah berpidato saja.


"Yang gue tahu mereka salah dan mereka harus meminta maaf" tegas Tania.


"Itu namanya egois, kalau kakak hanya mendegarkan dari satu pihak tanpa mau mendengarkan dari pihak yang lainnya" ucap Elfiza.


"Alah banyak omong loe, sebenernya loe mau suruh sahabat loe buat minta maaf apa engga?" Tandas Tania bertanya kesal.


"Engga" enteng saja Elfiza menjawabnya.


"Itu artinya loe menentang keinginan gue" tandas Tania.


"Yakan memang bukan cuman mereka yang salah" kekeh Elfiza.


"Itu sama aja loe nentang gue, dan itu artinya loe dengan suka rela berurusan sama gue" kencam Tania.


"Terserah kakak saya memang tidak akan membujuk sahabat saya untuk minta maaf karna tidak sepenuhnya salah mereka, lagi pula ini hal sepele kenapa mesti dibesar - besarkan?" Keluh Elfiza, dia paling benci jika dia jadi sorotan, sama seperti saat ini semua anak yang sudah masuk kelas melihat kearah mereka.


Baru Tania akan berbuat kasar semua maba sudah pada masuk dan beserta dosen pembimbing membuat Tania tak bisa berkutik, Siska bernafas lega karna hal buruk tidak sampai terjadi. Karna sedari tadi dirinya takut.


Bukan, bukan soal takut terhadap Tania dkk jika itu yang ada difikiran kalian, Siska hanya takut jika Kezia lepas kendali, tangannya sudah berulang kali mencoba melepaskan kepalan tangan Kezia.


Kezia memang acuh tapi dia memiliki sifat keras, dia tak bisa dihantikan siapapun, bahkan kedua orang tuanya saja tidak berani mengusik ketenangannya, jika dia sudah sayang dengan seseorang dia akan melindungi orang itu sampai akhir.


Entah itu orang tuanya, keluarga terdekatnya, dan juga orang - orang yang berada didekatnya, jadi jangan heran jika Kezia tersulut Emosinya saat melihat Elfiza dengan Tania dkk bersitegang.


"Loe selamat karna ada dosen tapi lain kali jangan harap, camkan ini baik - baik, walaupun loe adik dari Yudha dan Yudis tapi bukan berti loe bisa seenaknya disini" kencam Tania sambil lalu.


"Ingat itu anak manis" tambah Mela sambil menepuk - nepuk pipi Elfiza lantas berlalu, sedangkan Selly hanya meliriknya tajam, membuat Elfiza acuh saja.


"Ada apa Tan?" Tanya dosen didepannya, saat Tania melewatinya.


"Tidak ada apa - apa pak Joy silahkan dilanjut, hanya memeriksa saja" jawab Tania sopan.


"Cihhh dasar penjikat" bisik Kezia.


"Husss, kalau terdengar masalah lagi" walau Siska berbicara demikian, tapi dia membenarkan ucapan Kezia. "Bisa banget ya tu orang bermuka dua" gumam Siska yang diangguki kedua sahabatnya itu.


Dan acara ospekpun kembali berlanjut Kezia, Siska dan Elfiza kembali duduk bersama, dan mendengarkan dosen yang tengah memperkenalkan struktur kampus mereka.


"Gue ga yakin setelah ini kita selamat" tutur Siska berbisik kekedua sahabatnya yang diangguki Kezia dan Elfiza.


***


Dan apa yang dibilang Siska saat dikelas tadi itu terjadi, semenjak kejadian itu ada saja kelakuan Tania dkk yang membuat susah Elfiza dkk denga dali hukuman saat ospek.


Dari mulai membersihkan toilet hingga berlalri dilapangan sudah mereka lakukan, bahkan ketika beberapa menit kejam pulangpun masih sempat - sempatnya mereka memberikan sangsi untuk para diva.


Bagai mana tidak dibilang tiga diva, tiga serangkai itu terkenal dikalangan maba dan para panitia ospek lainnya.


Tak jarang mereka membicarakan Elfiza dkk apa lagi keberaniannya melawan Tania dkk, dan semua itu sudah pasti didengar oleh kedua abang Elfiza, sempat Yudha menegur Tania agar tak membuat keributan.


Sejujurnya dia ingin sekali membentak keras Tania, agar tak berurusan dengan adik kesayangannya, tapi mau bagai mana lagi dia harus propesional dalam bekerja, dan lagi tania berdalih ini ospek.


"Hal wajarlah Dha kan ini ospek, namanya bentakan dan hukuman itu wajar, itu akan membatu mereka menjadi orang yang tangguh" selalu itu yang diucapkan Tania mana kala Yudha memperingatkan Tania.


Yudha yang mengira itu masih tarap wajar dia hanya memperingatkan dengan peringatan kecil saja, berupa teguran pada Tania dkk, dan itu malah dimanfaatkan Tania untuk terus mengerjai adik dari orang yang disukainya itu.


Dan membuat Elfiza dkk geram, maka tak heran jika Elfiza sering berurusan dengan Tania dkk, dan itu juga tak membuat mereka kapok, dihukum sudah menjadi makanan untuk mereka.


Jadi tak membuat mereka merasa kaget lagi, terkadang bukan hanya Tania yang mengerjai mereka tapi Elfiza dkk juga sering mengerjai mereka.


Dan itu malah menjadi keseruan Elfiza dkk ditengah rasa prustasi memikirkan sampai kapan ospek itu akan berakhir.

__ADS_1


🍁🍁🍁


__ADS_2