My Story Elfiza Anestasia

My Story Elfiza Anestasia
Dimana Kamu Dek?


__ADS_3

Hampir satu bulan lamanya Elfiza berada di villa Yunia salah satu sahabatnya di Lembang, beberapa hari yang di janjikan Elfiza kepada Fahri ternyata salah besara, karena Elfiza masih membutuhkan waktu untuk sendiri, entah itu karena dirinya lupa atau malah rasa nyaman lah yang membuat Elfiza betah berada di persembunyiannya itu.


Sedang dilain tempat masih di kota yang sama, semua yang bersangkutan dengan masalah yang di hadapi Elfiza tengah Fahri usahakan selesai secepatnya, supaya Elfiza cepat kembali dari persembunyiannya.


Bukan hanya Fahri yang tengah berusaha memulihkan nama baik Elfiza melainkan, kedua kakak Elfiza dan tentunya Arjuna pun tengah berusaha untuk membalik keadaan, dan pada akhirnya Fahri pun ikut bekerja sama dengan kedua abang Elfiza, walau masih ada rasa kesal setiap kali melihat kedua kakak beradik itu Fahri selalu mengingat bagaimana kelaluan Yudha dan Yudis kepada Elfiza hampir 3 bulan terakhir itu, dan itu yang membuatnya selalu merasa kesal.


Hingga masalah Elfiza berakhir, nama baiknya kembali, tak ada lagi yang menggunjing tentang gadis itu lagi, bahkan penyebab masalah vidio itu tersebar sudah diketahui seluruh kampus siapa orangnya, hingga mengakibatkan Tania di drop out dari kampus, dan kedua teman Tania mendapatkan peringatan keras dari kampus untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama jika tidak mereka akan ikut di DO.


Namun Elfiza gadis itu belum muncul juga dari persembunyiannya, pencarian pun dimulai semua orang yang mengenalnya sekarang ini tengah mencarinya, bahkan selembaran pun disebar dengan menggunakan foto dirinya yang dicetak besar, koran dan berita tak luput dari Yudha dan Yudis agar bisa menemukan keberadaan Elfiza.


Tapi sayangnya setelah seminggu berita Elfiza menghilang tersebar belum ada yang mengkonfirmasi keberadaan Elfiza dimana, entah berada dibelahan bumi mana adik tercinta mereka berada saat ini, tidak ada yang tahu Elfiza seperti ditelan bumi, Ayah dan ibu akhirnya diberi tahu masalah ini, karena Yudha takut jika kedua orang tuanya sampai mengetahui kebenaran itu dari orang lain entah semurka apa ayahnya itu nantinya.


Karena hal itu pula lah Yudha dan Yudis berada diruang keluarga bersama kedua orang tuanya, Atmosfer diruangan itu sudah sejak tadi mencekam, bahkan Yudis tak berani hanya sekedar untuk membasahi kerongkongannya dengan air liur, padahal susah sedari tadi kerongkongannya itu kering, rasa tercekat ditenggorokan bukan hanya dirasakan oleh Yudis saja, Yudha sang abang pun mengalami hal yang sama.


"Jadi ada yang bisa jelaskan ke ayah, kenapa adik kalian bisa sampai menghilang? dan hampir dua bulan lamanya." ucapan sang ayah masih dibalas dengan bungkaman oleh kedua anaknya itu, tak ada yang berani menjawab, entah apa alasan mereka terdiam.


"Yudha, Yudis ayah menunggu jawaban!" Tandas sang ayah.


"I..ni semua salah kami ayah" setelah mengucapkan hal tersebut mengalir lah cerita tentang masalah yang tengah dihadapi oleh Elfiza dan bagaimana perlakuan mereka berdua terhadap Elfiza pub diceritakan oleh Yudha tak ada yang ditutupi oleh pemuda itu.


Sungguh jika boleh membanting benda mungkin sudah sedari tadi meja dihadapan tuan Wira terjungkal karena marah, hanya saja itu terlalu percuma yang dihadapinya saat ini bukanlah musuhnya melainkan anak - anak kandungnya sendiri, membuat kepalanya terasa berdenyut saja, sudah dikabari jika anak gadisnya menghilang dan entah berada dimana rimbanya dia tak tahu, kini dirinya harus menghadapi kenyataan atas apa yang tengah dihadapi oleh ketiga anaknya itu.


"Ya allah, adek dimana kamu nak?" gumam sang ibu yang tak lagi bisa membendung tangisnya.

__ADS_1


"Kenapa bisa sampai seperti ini sih bang?" Tanya sang ayah dengan nada lirih, tak dapat meluapkan amarah membuat semua tenaga terasa terkuras habis karena berusaha meredam emosi kepada sang anak.


"Maafkan Yudha ayah maaf" ucap pemuda itu menyesal


"Yudis pun minta maaf ayah, ini semua salah kami berdua ayah" sang adikpun ikut meminta maaf karena bukan hanya sang abang yang melakukan kesalahan melainkan mereka berdua.


"Lantas dimana adikmu sekarang Yudha Yudis?" Pertanyaan sang ibu dengan senggukan itu hanya mampu dijawab dengan tundukan saja oleh mereka, tak ada yang berani menjawab, karena nyatanya mereka belum menemukan keberadaan sang adik.


"Ya allah adek"


****


Sedangkan dilain tempat Elfiza tengah menikmati kesendiriannya, namun entah mengapa semua pekerja diperkebunan itu melirik kearahnya dan mulai berbisik - bisik, entah apa penyebabnya, membuat Elfiza merasa risih kembali mendapat tatapan sedemikian rupa, dirinya merasa tengah dihakimi kembali, apa jangan - jangan semua yang ada disini telah mengetahui siapa Elfiza dan tahu permasalahannya membuat dirinya merasa takut, rasa sesak itu kembali muncul, tapi apa benar seperti itu bukan kah dirinya bukan artis yang hampir semua seluk beluk hidupnya tersorot mata, tentu saja itu tidak mungkin.


"Sore neng El" sapa salah satu pekerja kebun teh, merasa dirinya dipanggil dan disapa mau tak mau dia menghentikan langkah cepatnya tadi hanya untuk sekedar membalas sapaan dari perempuan paruh baya yang berada disampingnya beberapa langkah terhalang tanaman teh yang tengah di petik ibu tersebut.


"Sore buk Rusti" jawab Elfiza dengan senyum yang sedikit dipaksakan.


"Habis jalan - jalan sore kah?" Tanya bu Rusti


"Iya nih buk, kalau begitu El pamit dulu, mau bersih - bersih" kilah Elfiza, entah mengapa dirinya merasa tidak nyaman mengobrol dengan bu Rusti padahal hari - hari biasanya dia malah menikmati obrolan dengan para pekerja kebun teh itu.


"Oh iya sudah" jawab bu Rusti.

__ADS_1


"Mari bu" pamit Elfiza yang mendapat anggukan dari bu Rusti, namun tak seberapa lama langkahnya terayun namanya kembali terdengar diserukan oleh orang yang sama membuat dirinya kembali menghentikan langkahnya.


"Tunggu neng El" panggil bu Rusti menahan kaki Elfiza untuk melangkah.


"Apa neng El beneran orang yang sama yang di beritakan di tv tadi pagi?" Entah sejak kapan bu Rusti berada di samping Elfiza, Elfiza sendiri tidak tahu, hanya saja pertanyaan buk Rusti malah membuat tubuhnya menegang.


Pemberitaan apa yang bu Rusti maksud dia sendri tidak tahu, masa iya masalahnya bisa sampai ditangan media, terlalu sulit untuk dipercaya, karena dirinya bukan artis tidak mungkin juga masalahnya bisa samapi tersebar kemedia masa.


"A..apa maksud ibu?" Tanya Elfiza sedikit terbata dalam kalimatnya.


"Tadi pagi ibu nonton berita, ada gambar kamu yang diberitakan hilang dan tengah dicari, fotonya jelas banget itu kamu, makanya ibu tanya yang di berita itu kamu?" Tanya bu Rusti kembali.


Elfiza dibuat bingung dengan apa yang dibicarakan oleh ibu Rusti, pemberitaan bukan tentang masalahnya tapi mengenai dirinya yang menghilang.


'Apa jangan - jangan Fahri membuat pemberitaan anak hilang ya supaya aku ditemukan gitu" batin Elfiza bertanya - tanya tak mengerti.


"Pemberitaan orang hilang" gumam Elfiza


"Iya benar itu maksud ibu, disitu ada foto neng El" bu Rusti menanggapi gumaman Elfiza, membuat Elfiza tersentak kaget.


"Saya permisi dulu buk Rus" ucap Elfiza sambil berlari kearah villa, dia harus pastikan sendiri kata - kata dari pekerja kebun teh itu.


"Masa iya sih si Fahri cariin gue sampai bikin pemberitaan segala sih" gumam Elfiza disepanjang jalan, Elfiza benar - benar bergegas dia harus secepatnya tahu apa yang di katakan oleh ibu Rusti tadi itu benar atau tidak.

__ADS_1


TBC....


__ADS_2