My Story Elfiza Anestasia

My Story Elfiza Anestasia
TOLONG BANTU AKU


__ADS_3

"Help me El" ucap Alexis lirih, pasalnya dia benar - benar tak tahu cara mendekati perempuan, ini baru kali pertama dirinya mempunyai perasaan terhadap lawan jenis.


Hemmmm...


Elfiza menghela nafasnya, baru tahu dia sisi Alexis yang satu ini, orang yang terkesan cuek nan dingin itu bisa memelas seperti itu juga rupanya.


'bukan hanya ganteng yang dimiliki ni anak ternyata dia juga bodoh masa tidak tahu kalau si barbie itu suka padanya.. hadeh' batin Elfiza.


Jujur saja setelah dia mengenal yang namanya cinta dan tahu rasa sakitnya dihianati, entah mengapa dirinya tidak mudah percaya dengan berbauhal tentang cinta, apa lagi dengan pria yang mengatakan suka terhadap seseorang.


Tapi bukan berarti Elfiza bodoh tidak bisa melihat perasaan seseorang yang memang terlihat nyata dari caranya memandang saja sudah dapat dipastikan jika Siska menyukai pria dihadapannya saat ini.


Dan dengan bodohnya pria dihadapannya ini uang memiliki perasaan yang sama dengan Siska itu malah tidak peka sama sekali,, seharusnya Alexis bisa menebaknya karna dia sendiri mengetahui jika Siska sering staking sosmetnya. Seharusnya disitu saja dia sudah sadar tapi ya namanya juga bule kaku wajar saja ini kali pertamanya dia jatuh hati.


"Bisakan kamu membantu ku?". Buyar sudah lamunan Elfiza setelah mendengar permintaan dari Alexis.


"Loe yakin beneran suka Siska?" Tanya Elfiza memastikan.


"Bukan hanya suka, aku sayang dia" jawab Alexis.


"Dan juga Ci-nta dia" tambahnya bergumam, nada suaranya mengecil, rupanya ia tengah gugup karna telah berterus terang kepada sahabat wanita yang disukainya.


'Mukanya kaya udang rebus, merah malu kali ya' batin Elfiza, tak sadar dirinya tersenyum melihat hal itu.


'Ahh Sis andai loe tau kalau si bule ini bisa blusing, gue bisa pastiin loe abadikan mimiknya saat ini' kembali batin Elfiza berucap.


"Tolonglah El, aku bener - bener menyukainya, tak pernah selama aku mengenal wanita tidak ada yang semenarik dia, mommy juga menyukainya" ujar Alexis.


"Loe bilang sama nyokap loe?" Tanya Elfiza tak percaya atas apa yang didengarnya itu.

__ADS_1


"Iya bahkan daddypun setuju, jadi tolong aku ya" pinta Alexis, makin menganga tak percaya Elfiza dibuatnya.


"Baiklah akan ku bantu" putus Elfiza akhirnya.


"Beneran?" Tanya girang Alexis, yang diangguki Elfiza.


"Kemarikan poselnya" titah Elfiza.


"Ponsel siapa?" Tanya Alexis bingung.


"Loe lah" jawab santai Elfiza.


"Untuk apa?" Alexis.


"Udah jangan banyak omong kemarikan saja ponselnya" titah anak macan itu. Dengan kaku Alexis memberikan ponselnya ketangan Elfiza yang sedari tadi terjulut itu.


Tak seberapa lama Elfiza berkutat dengan ponsel sibule itu, lantas mengembalikannya kesienpunya ponsel.


"Coba untuk komunikasi dengannya, sms, chat atau telpon, terserahlah apa saja yang bisa buat loe kenal sama dia, kalau dibilang kenalankan ga mungkin orang sudah kenal juga, yang terpenting mulailah dengan berkomunikasi" paparnya berucap.


'Mudah - mudahan aja ni Unta Arab satu ngerti deh, kan anak - anak bilangnya dia belum pasih' batin Elfiza.


Ternyata dia takut, takut jika si Unta Arab (Bukankah dia dari Turki, nah teruskenapa jadi ke Unta Arab panggilannya ahh ada - ada saja Elfiza ini)  satu ini tak mengerti apa maksud dari ucapannya, karna mendengar jika Alexis belum lancar berbahasa Indonesia.


Dia memang belum pasih berbahasa Indonesia, tapi bukan berarti dia bodoh Elfiza. "Oh iya saat mau coba untuk chat, sms, atau telp jangan pake basa basi lagi, lobilang aja aja siapa loe. Nanti juga dia faham, anak itu ga suka basa basi soalnya" terang Elfiza kembali.


"Ok terus?" Tanya Alexis.


"Ya, terus apa lagi? Lanjutinlah yang udah loe mulai, yang gue bilang tadi dia ga suka basa basi" ucap Elfiza.

__ADS_1


"Semua itu berjalan tergantung loe, gue bantu sampai sini dulu, kalau progres pendekatan loe berhasil dengan cepat, ajak dia ketemuan, kalau udah merasa nyaman dan waktu yang tepat, ya loe taulah selanjutnya apa." Lanjutnya.


Baru Alexis akan membuka suaranya Elfiza kembali berucap "Gue udah cantumin no gue, kalau ada apa - apa atau loe kesulitan dalam pendekatan loe, loe bisa hub gue" tambah Elfiza.


Mendengar penjelasan panjang lebar dari Elfiza, Alexis merasa senang, akhirnya dia bisa dekat juga dengar orang yang dia suka.


Ahhh dia tak memyangka jika Elfiza mau membantunya, senangnya pria bule satu ini."Tapi ingat jika sampai loe nyakitin Siska gue orang pertama yang akan buat loe masuk rumah sakit" ancam Elfiza.


"Kamu tenang aja itu ga akan terjadi" jawab mantap Alexis.


"Ok, gue pegang kata - kata loe, ayo kita balik, bentar lagi magrib, sehabis magrib kita mesti balik lagi ke lembang" jelas Elfiza. Yang diangguki Alexis.


'Ahhh.. andai loe kaya si bule satu ini Fah, mungkin loe udah jadian dari kapan tau, dari kelas X ampe sekarang nyali loe ciut Fah' batin Elfiza kala ia mengingat salah satu teman gesreknya.


Siapa lagi kalau bukan si Fahri, sukanya sama siapa yang digodainnya siapa, ahh Fahri - Fahri, yang ada nanti kau keduluan orang Fah...


"Hacimmmm"


"Ngapa loe?" tanya Dito kepada Fahri yang tiba - tiba saja bersin itu mengagetkannya saja.


"Kayanya ada yang ngomongin gue dah, tapi siapa?" tanyanya.


"PD banget loe jadi orang" sorak yang lainnya.


"Emang kenyataannya gituh kan gue populer" pd Fahri menjawab.


"Iyain ajalah Put, biar kelar" ujar Kezia.


'Siapa yang ngomongin gue ya' barin Fahri, ternyata anak satu ini punya sisi sensitif, saat dibicarakan dibelakang sepertinya dia bisa merasakannya, entah itu kebetulan semata atau tidak.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2