My Story Elfiza Anestasia

My Story Elfiza Anestasia
KEPASAR MALAM YU EL 2


__ADS_3

"Kenapa loe nentang abang loe El?" Tanya Kezia merasa aneh dengan sahabatnya.


"Gue emang pengen pergi ke pasar malam" jawab Elfiza santai, yang dijawab angukan kepala oleh Kezia, dia kembali fokus pada kemudinya.


Elfiza kembali memandang keluar jendela, melihat apa saja yang melintasi mobil yang Kezia kendarai. Kezia tengah mengantar Elfiza pulang kerumah setelah acara kumpul bareng dengan Siska selepas kuliah tadi.


Jika Siska pulang dengan Alexis maka Elfiza pulang dengan Kezia, Elfiza memang sedari pagi tadi tidak membawa kendaraan, karna si denoknya kembali ngadat, sudah beberapa bulan ini sidenok suka bikin kesal Elfiza yang tiba - tiba saja mati ditengah jalan, seperti kemarin sore, alhasil hari ini dia tak membawanya ikut serta kekampus.


"El" panggil Kezia, ditengah kesunyian mobil itu, tumben sekali mobil yang biasanya ramai itu jika sudah ditumpangi para sahabatnya ini malah senyap bak kuburan.


"Hemmm" Elfiza hanya berdehem tanda menjawab panggilan sang sahabat tanpa menoleh kearah Kezia.


"Apa maksudnya Fahri butuh dihibur?" Tanya Kezia bingung.


"Seseorang yang sedang patah hati memang butuh hiburan bukan" jawab Elfiza.


"Loe nolak dia lagi?" Tanya Elfiza.


"Kapan sih gue ga nolak dia" ukap Elfiza sambil menaik turunkan sebelah alisnya, Kezia hanya melirik sekilas kearah sahabatnya itu dan menampakan senyum mirisnya.


"Entah kapan Fahri akan menyerah, dan lagian tumben banget loe mau ngehibur dia, biasanya juga loe masa bodo ama perasaan dia, apa jangan - jangan loe udah mulai suka sama dia?" Tuduh Kezia nyerocos, walau begitu dia tak mengalihkan pandangannya dari arah depan, dia tetap fokus melihat jalan.


"Kali ini beda dia mutusin buat nyerah" ucapan Elfiza seketika membuat Kezia menghentikan laju mobilnya mendadak, beruntung tak ada pengguna motor atau mobil didepannya hanya saja.


Tiiiiiiiinnnnnnnnnn....


"Woy... kalau mau celaka jangan bawa - bawa orang lain dong"tukas seorang pengndara mobil, yang merasa kaget karna mobil didepannya berhenti secara mendadak, beruntung dirinya masih bisa mengerem laju mobilnya, entah kalau tidak bisa mungkin dirinya akan celaka karna menabrak bodi belakang mobil didepannya.


"Maaf kak" ucap Kezia dengan tulus.


Bukannya menjawab orang itu malah melajukan mobilnya kembali dengan Kencang, mungkin karna kesal terhadap Kezia.


"Loe sih ngapain pake berhenti ngedadak kaya tadi? Kalau kita kenapa - kenap gimana?" Cerocos Elfiza marah.


"Ya sorry gue kaget aja, denger apa yang loe bilang tadi" jawab Kezia.


"Ahhhhh... Sudah lah ga usah bahas, intinya gue cuman mau ngehibur dia udah itu aja ga lebih, dan sekarang cepetan anterin gue balik" titah Elfiza.


"Loe pikir gue supir loe" kesal Kezia.

__ADS_1


"Bukan supir tapi calon kakak ipar gue, jadi ayo cepetan anterin adek ipar loe ini" goda Elfiza yang malah membuat rona merah diwajah Kezia.


'Andai loe tahu jika si tutup toples  galau gegara loe Kez' keluh hati Elfiza 'Sampai akhir rupanya loe memilih jadi pecundang Fah' lanjut batin Elfiza.


***


19.30 wib, Elfiza terlihat sudah rapih dengan dandanannya, seperti biasa tak ada perubahan dalam dirinya soal kustum, dia tak bisa berpakaian layaknya gadis feminin biasanya, dia terkesan aut - autan, celana jins yang tak tahu lagi warna dasarnya apa karna mungkin sudah sering digunakan olehnya.


Kaus putih yang dilapisi jaket bombernya melekat manis ditubuh gadis itu, riasan yang sangat amat natural karna dia hanya melapisi wajahnya dengan bedak bayi dan lipbalm peach dibibirnya, dan dia sudah  pd dengan penampilannya kali ini untuk jalan dengan Fahri.


Fahri menepati janjinya untuk datang tidak telat, 19.40 wib Fahri sudah nangkring disofa ruang tamu rumah Elfiza, tatapan dua abang Elfiza seperti ingin menguliti Fahri saking menusuknya tatapan itu.


Sudah kepalang taggung jadi Fahri harus bisa menghadapi dua singanya Elfiza yang entah kapan jinaknya, dan tak tahu oleh siapa dua singa itu bisa jinak, 'Geu baru sadar ternyata kesereman dari anak macan itu, dia dapat dari sang abang' batin Fahri.


"Ya ampun bang udah kali jangan ke gitu" keluh Fahri.


"Suruh siapa loe berani ngajak adik gue pergi" kesal Yudis.


"Punya nyali juga loe datang kesini" kali ini Yudha yang berbicara.


Glekk...


Fahri menelan salivanya, rasanya tenggorokannya tercekat karna ulah kedua abang Elfiza ini, "ya ampun bang, tega benersih ama gue, gue baru kali ini loh ngajak adek loe jalan" ucap Fahri.


"Apa salahnya bang?" Fahri balik bertanya.


"Itu masalahnya ngapain loe ngajak jalan adik gue!" Tegas Yudha.


"Ya tuhan.... bang gue cuman ngajak dia jalan bukan ngajak dia kabur" kesal Fahri.


"Berani loe bawa kabur adik gue, abis anu loe" kesal Yudis sambil melirik kearah ************ Fahri.


Fahri melihat arah lirikan Yudis refleks dia merapatkan kedua pahanya, seperti menutupi sesuatu yang penting, 'Masa depan gue bisa hancur kalau anu gue dirusak' keluh batin Fahri.


"Sadis bener loe bang mainnya ancaman" keluh Fahri.


"Gih pulang sono" usir Yudha.


"Ya gusti, bang kebangetan sih loe mah, masa gue diusir, gue tamu loh disini mana kaga dikasih minum lagi" kesel Fahri, entah kenapa Fahri selalu berani mencari perkara dengan kedua abang Elfiza ini yang terkesan sangar kalau berurusan dengan adiknya.

__ADS_1


Yudha dan Yudispun sepertinya enjoy menghadapi kelakuan sahabat adiknya itu, geretakan dan makian dari mereka seperti tidak menjadi beban untuk Fahri membuat mereka malah lebih ingin mengetahui sedalam apa keseriusan Fahri, tapi nyatanya tidak pernah terlihat, itu mengapa mereka selalu kesal degan Fari jika bilang dia cinta Elfiza tapi buktinya nol besar.


Tapi anehnya mereka tidak pernah membatasi ruang gerak antara Fahri dan Elfiza walaupun akan ada drama sedikit sama seperti saat ini.


"Udah sana balik - balik" usir Yudha kembali, Yudis sudah menarik tangannya untuk membuat anak bermuka tembok itu pergi.


"Bang ya elah, taga banget sih loe" keluh Fahri sambil berdiri karna tarikan dari Yudha dan Yudis.


"Ini sih namanya penyiksaan" ucap Fahri sedikit kencang berharap Elfiza datang.


"Lebay loe, udah sana loe balik" ucap Yudha sambil mendorong pelan tubuh Fahri agar mau berjalan, karna sedari tadi hanya mematung ditempatnya.


"Kak Yudha, kak Yudis" teriak Elfiza dari atas tangga, membuat kedua abangnya langsung berhenti ditempatnya dan merentangkan kedua tangannya keatas sepertinya mereka tertangkap basa oleh sang adik.


"Apa - apaan sih kalian ini" kesal Elfiza yang melihat kelakuan kedua abangnya, setelah berhasil sampai dihadapan mereka.


"Iya ni beb, abang - abang loe tega, udah gue disini kaga dikasih minum diusir pula" keluh Fahri mengadukan tingkah abangnya membuat Yudha dan Yudis membolakan matanya, melototi Fahri.


"Kakak apaan sih" kesal Elfiza


"Dek udah kamu dirumah aja ga baik anak perempuan amin malem - malem," ucap Yudis berusaha menggalkan rencana jalan dang adik.


"Biasanya juga ga apa - apa keluar malem" jawab Elfiza.


"Ini beda dek, kalau kamu kenapa - kenapa gimana? Kamu mau buat abang - abang kamu ini hawatir ya?" Kali ini Yudha yang membujuk sang adik agar tidak jadi keluar.


"Emangnya gue bakal celakain adik loe apa bang?" Kesal Fahri karna ucapan Yudha.


"Bisa sajakan begitu" santai Yudha menjawab.


"Haiss... sudah - sudah, ayo Fah kita jalan nanti keburu malem lagi" ajak Elfiza.


Fahri mengembangkan senyumnya mana kala dirinya berhasil membuat kedua abang Elfiza kesal karna ulahnya.


"Dah dua abang ipar, gue jalan - jalan dulu ya, tenang aja nanti gue bawain gula - gula kapas buat loe berdua biar ga dongkol terus biar ada pemanis gitu" ucap Fahri sambil mengekori Elfiza dari  belakang.


"Sial" umpat Yudha dan Yudis, dua bantal sofa melayang kearah Fahri namun sayang bantal sofa itu tak berhasil mendarat satupun karna Fahri sudah terlalu jauh untuk dijangkau bantal sofa itu.


"Awas aja tu anak" kesal Yudha sambil lalu.

__ADS_1


"Apa sih El yang kamu liat dari anak itu" heran Yudis tak habis pikir dengan adiknya itu.


"Dikenalin sama yang ganteng - ganteng ditolak mentah - mentah ama dia sedangkan sama anak beruk modelan kaya dia malah mau, ahhhh bener - bener deh tu anak" kesal Yudis kembali duduk disofa tamu.


__ADS_2