
"El tungguin" teriak Alif.
"Ayo cepetan" tak kalah berteriaknya Elfiza.
"Loe ngapa sih kaga bilang kalau lagi dikejar sama si kiler?" Tanya Alif setelah bisa mensejajarkan langkah larinya dengan Elfiza.
"Ahhh, udah jangan banyak omong dulu kenapa sih, fokus Lif fokus, nanti gue ceritain" ucap Elfiza yang diangguki Alif.
****
Pada akhirnya kedua guru itu berhasil menangkap biang onar itu yang sudah membuat kegaduhan seisi sekolah, bagai mana tidak, bahkan kepala sekolah pun ikut mengejar mereka, tanpa tau sangkut pautnya apa, yang dilakukan mereka berempat itu membuat semua siswa dan siswi beserta guru disekolah itu menjadi penonton paling setia melihat adegan kejar - kejaran antara guru, kepsek dan kedua muridnya.
Entah sebenarnya sekolah macam apa yang saat ini ditempati oleh Kezia itu sedangkan teman gesrek lainnya malah menyoraki Elfiza dan Alif terus semangat untuk lari dari kejaran guru dan kepseknya.
Kezia menepuk keningnya entah mengapa tiba - tiba saja dia merasa pusing sendiri. Sementara Fahri semakin gencar tertawa terbahak - bahak melihat tingingkah sahabatnya itu.
"Sebenernya kita solah dimana sih Kez?" Pertanyaan itu meluncur tiba - tiba saja dari mulut Siska sambil berbisik.
Kezia hanya mengangkat bahunya saja pertanda dia juga tidak tahu jawabannya apa.
****
"Sudah cukup kalian tidak bisa lari lagi dari kami" tandas pak Adam sambil mencekal lengan Elfiza dan Alif.
"Kalian ikut bapak, dan pertanggung jawabkan kesalahan kalian" ucap pak Adam.
Setelah berterimakasih dan minta maaf kepa kepsek dan pak Danu akhirnya pak Adam membawa dua tersangknya, sudah pasti pak Adam membawa mereka setelah meminta maaf kepada kepsek dan juga pak Danu.
Dan saat ini mereka berdua berakhir dibilik toilet, dengan muka masamnya Alif terus berusaha membersihkan toilet yang hampir satu minggu itu tidak bisa dipakai karna ada kerusakan disalah satu aliran pembuangannya, yang mengakibatkan kebanjiran diwc pria itu.
"Bersihkan dengan benar, ingat jangan sampai keluar dari sini sebelum toilet ini bersih, bapak akan terus berjaga didepan, bapak sendiri yang akan mengawasi kalian" tukas pak Adam dengan marahnya.
Sepertinya guru itu masih kesal karna ulah dua anak didiknya yang berhasil membuatnya olah raga ditengah hari bolong, lihat saja sekarang kemejanya sudah lepek karna keringat, belum lagi dia meninggalkan jam pelajarannya hanya karna mengejar dua anak nakal itu.
***
"Sial" umpat Elfiza mengerang kesal karna kembali dihukum, sikat yang sedari tadi dipegangnya dilemparnya begitu saja, karna kesal.
__ADS_1
"Gue yang lebih sial disini tau ga" kesal Alif.
"Mimpi apa coba gue semalem, sampe harus bersihin toilet gini, bareng kutu kumpret kaya loe lagi" tukasnya kesal, Alif kesal seribu kali kesal hari ini, pasalnya dia yang tidak tahu apapun malah ikut tebawa karna ulah gadis manis didepannya itu.
Sepertinya dia salah melangkah saat bangun dari tidur paginya deh, makanya dia jadi sial begini.
"Lagian loe juga ngapain coba cari gara - gara sama tu guru satu itu, udah tau tu guru kilirnya minta ampun masih aja bikin ulah" maki Alif pada Elfiza.
"Si moyet, malah nyalahin gue udah kerjain aja" perinta Elfiza.
"Ogah" tukas Alif.
"Udah kerjain, jangan ngeluh aja mau cepet kelar kaga?" Sungut Elfiza.
"Cape gue, udah tadi lari - lari sekarang malah suruh bersihin toilet ini, mana bau banget lagi uwekk, mual gue" ucap Alif kesal.
"Loe pikir cuman loe doang yang cape gue juga sama cape nyet!" Tandas Elfiza.
"Yakan ini juga gara - gara loe" kesal Alif.
"Loe nyalahin gue mulu" kesal Elfiza.
"Terus kenapa loe mau aja ikut?" Tanya Elfiza kesal, pertanyaan yang sukses membuat Alif juga bingung sendiri.
'Iya juga ya kenapa malah gue ngikutin ni anak ya' batin Alif.
"Tetep aja loe yang salah!" Kekeh Alif.
"Loe nangajak berantem ya?" Tanya Elfiza kesal.
"Loe nantangin gue?" Kali ini Alif yang bertanya.
"Ayo siapa takut" jawab Elfiza.
"Wahhh.. ok" jawab Alif.
Dan terjadilah pertempuran yang menyenangkan untuk mereka, bukannya membersihkan toilet, mereka malah asik saling menyiram air dan saling melempar pembersih lantai.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari keseruan mereka malah menjadi petaka kembali untuk mereka. "ELFIZAAAAAAA.... ALIFFFFF" teriak pak Adam yang sudah basab kuyup terkena siraman air.
"Kalau sampai saya balik lagi belum selesai juga, jangan salahkan saya jika kalian mendapatkan surat peringata untuk orang tua kalian" bentak pak Adam, sambil berlalu.
Cukup sudah! Kali ini pak Adam benar - benar sudah habis kesabaranya, jika sampai dua anak didiknya itu berulah lagi dia tak akan segan - segan untuk memanggil orang tua kedua muridnya itu.
"Ya tuhan dosa apa yang ku punya sehingga aku memiliki murid seperti mereka, ampunilah dosa ku tuhan" gumam pak Adam sambil lalu.
Mendengar pak Adam akan mberikan surat peringatan membuat kedua mahluk didalam toilet itu mengkerut, jangan sampai itu terjadi kalau tidak mau kena omel orang tua mereka.
Akhirnya Alif dan Elfiza membersihkan toilet itu, tanpa bercanda lagi. Satu jam kemudian toilet yang sudah diperbaiki kerusakannya satu hari yang lalu itu, sudah terlihat bersih dan wangi dan siap untuk dipakai kembali oleh para siswa.
***
"Akhirnya selesai juga" ucap keduanya berbarengan.
"Bagus kalau sudah beres, sekarang kalian kembali kekelas" titah pak Adam
"Baik pak" jawab mereka berdua, melangkahkan kaki mereka untuk keluar dari toilet itu.
"Tunggu sebentar" tahan pak Adam
"Kalian bawa seragam lain?" Tanya pak Adam.
"Ada pak" berbarengan Elfiza dan Alif berucap.
"Bagus, sebelum kekelas ganti baju kalian, dan ini" titah pak Adam sambil memberikan satu plasti kresek warna hitam pada Elfiza.
"Apa ini pak?" Tanya Elfiza bingung
"Jam istirahat sudah lewat, jadi makan itu sambil jalam kekelas kalian, jangan coba - coba untuk kekakntin dan cari - cari alasan lain" titah pak Adam.
"Saya tidak ingin ada guru lain lagi yang memperegoki kalian ditempat lain selain dikelas, karna ini sudah jam masuk kelas, ingat itu jika tidak kalian akan kembali saya hukum" tegas pak Adam.
"Baik pak" jawab keduanya berbarengan.
"Ingat makanannya dimakan jangan dibuang saya sudah susah payah membelikannya" tandas pak Adam.
__ADS_1
"Trimakasih pak" jawab keduanya lantas pergi dari toilet itu, menyisakan pak Adam yang geleng - geleng kepala dibut oleh siswanya itu.
TBC...