My Story Elfiza Anestasia

My Story Elfiza Anestasia
Masalalu Yang Membayang (Refisi)


__ADS_3

#awas banyak typo yang bertebaran maafkan πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


and happy reading mentemen


🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼


...❄ Rembulan yang dulu kita lihat bersama kini hanya bisa ku lihat seorang diri ❄...


...❄ Air laut pasang dan surut setiap saat tapi mengapa cinta ku padamu tak bisa surut walau dikikis oleh waktu. ❄...


Hari berganti bulan juga ikut berganti dan tak tersa tahun kembali berganti, sudah satu tahun berlalu kembali diLembang, keadaan semua berubah, yang tak berubah adalah rasa yang terus hadir dihatinya.


Kini Yudis tengah berjuang keras untuk untuk masuk keperguruan tinggi yang sama dengan Yudha sedangkan Elfiza baru saja naik kelas, namun masalah move on dirinya tak kunjung usai, masalalu itu selalu menjadi bayang - bayang untuknya.


Bukan tak ingin dirinya membebaskan hatinya hanya saja disaat ia ingin terbebas masa itu terus menjadi bayangan yang tak mau pergi, sudah berusaha untuk melupaka namun semakin Elfiza mencoba untuk melupakan maka semakin sulit dirinya terbebas dari rasa itu.


Kini dirinya tak lagi ambil pusing ia ingin berjalan bagai air saja kehidupannya apa lagi soal percintaan, ia tak ingin berusaha terlalu keras untuk melupakan karna itu akan sia - sia saja semakin dilupakan semakin terbayang kala manisnya kenangan dan pahitnya


pengianatan.


Lebih terbuka itu solusinya, namun bukan berarti dia bisa langsung memiliki pasangan kembali, hanya lebih bisa membuka diri kepada teman - teman lelakinya saja, kali ini dia lrbih bisa endjoy menik mati masa pertrmananya diSMA.


Tak jarang ada yang ingin menjali kasih dengannya, hanya saja Elfiza terlihat acuh, walau Elfiza terkesan aburadul tapi dia bisa dibilang cewek populer disekolahnya. hampir semua mengenalnya siapa yang tak kenal Elfiza sianak absrud yang asik kalau diajak ngobrol dalam topi apapun ya hampir apa pun.


Jadi bukan hanya cewe saja ingin berteman dengannya hampir setiap laki - laki pun ingin dekat dengannya untuk menjadi seorang teman dia akan welcome but it jika seseorang memiliki rasa yang spesial atau ingin memiliki hubunga lebih dari sekedar teman dia akan secara perlahan mundur teratur.


Entah mengapa masa lalunya menjadi masalah untuknya saat ini karna denga itu semua Elfiza seakan menutup hatinya untuk laki - laki manapun yang ingin menjalin kasih dengannya, bahkan Yudis kakaknya sering kali menjodoh - jodohkan dengan temannya hanya karna tak ingin Elfiza mengalami trauma akan seorang laki - laki.


Yudis tau itu karna dibanding Yudha dialah yang lebih sering dirumah dan tau gelagat adik kecilnya yang tak beres itu ditambah lagi dia satu sekolah dengan Elfiza walau hanya setahun tapi Elfiza tak pernah lolos dalam pengawasannya.


Sejujurnya bukan seingin itu Yudis melihat Elfiza pacaran karna Elfiza adiknya dan dia pun tak ingin kejadian yang lalu menimpa adik kesayangannya kembali, tapi jika dibiarkan terus seperti ini Elfiza akan takut menjalin hubungan serius dengan laki - laki.

__ADS_1


Nano memang cowo brengsek tapi tidak semua cowok seperti dirinya dia hanya ingin menunjukan itu pada adiknya, dan jika pun seandainya Elfiza mengalami hal yang sama disakiti atas dasar apapun dia akan lebih bisa menyikapinya jika dia bisa membuka hatinya kembali.


Yang Yudis sesali mengapa adiknya lebih dulu mengenal dan merasakan cinta yang berujung pada diri gadis itu trauma akan hubungan yang lebih serius.


Yudis ingin adiknya terbebas dari itu semua karna hidupnya masih panjang dan berjalan karna tidak mungkin dia akan duduk dibangku SMAnya teruskan.


Yudis hanya takut jika Elfiza akan terus trauma sampai pada tahap yang seharusnya dia sudah menikah, namun karna traumanya itu akan menghambatnya kejenjang itu, maka kenapa dia selalu mengenalkan teman - teman yang menurutnya bisa dipercaya untuk menjaga adiknya.


Tapi Elfiza selalu menolaknya sisi lain dari Yudis bersyukur karna Elfiza tidak segampang itu ingin dekat dan menjalin hubungan tapi sisi lain hati Yudis takut jika itu malah berkepanjangan, dan itu pun dirasakan pula oleh Yudha namun Yudha tak seekstrim Yudis yang menjodohkan adiknya dengan temannya.


Yudha hanya terus memperhatikannya karna saat ini pun Rlfiza masih SMA jadi dia hanya memperhatikan saja jika saatnya nanti sudah tiba lambat laun Yudha akan membantunya membebaskan adik kecilnya dari perangkap masa lalu, tapi Yudha selalu berharap hal itu tak terjadi hal dimana Yudha harus turut campur masalah tentang percintaan adik kesayangannya dia berharap jika waktunya tiba Elfiza tak lagi memiliki taruma masalalau.


***


"Dek kakak boleh masuk?" tanya Yudha diambang pintu yang membuat Elfiza tersentak kaget, karna Yudha tak mengetuk pintu dan hanya berbicara seperti itu.


"Eh ... kakak. masuk lah ... sudah lama?" tanya lfiza.


"Kamu sedang apa si dek?" Tanya Yudha.


"Hanya melihat bulan ka" jawab singkat Elfiza.


'Melihat bulan sampai segitunya hingga kamu tak menyadari kedatangan kakak mu sedaritadi dek' batin Yudha.


"Ohhh" Yudha beroh ria.


"Akhir - akhir ini kakak perhatikan kamu sering melamun dek" ucap Yudha akhirnya.


"Kenapa?" Lanjutnya bertanya.


"Tidak ada kok kak" jawab Elfiza cepat.

__ADS_1


"Kamu tak pandai berbohong sayang" ujar Yudha lembut. "Yudis benar, kamu menyembunyikan sesuatu ayo katakan apa?" Lanjut Yudha.


"Tidak ada yang seperti itu kakak ku sayang, itu hanya perasaan kakak dan kak Yudis saja " jawab Elgza sembari bergelayut manja pada Yudha.


'Rasanya aku rindu seperti ini kak' batin Elfiza berucap.


"Yakin kamu tidak menyembunyikan apapun dari kakak dan Yudis?" Kembali memastikan Yudha bertanya demikian.


"Aduh... ya ampun kakak sudah ku katakan jika aku baik - baik saja, kakak sama kak Yudis terlalu berlebihan terhadap ku deh " ujar Elfiza kini dia merasa risih sendiri jika protekif Yudha sudah datang.


Dia menjadi tidak bebas dan takut akan terbongkar apa yang sedang dirasakannya saat ini, karna dia takut jika Yudha mengetahui hal yang membuatnya melamun, Yudha benar - benar beda dengan Yudis, Yudha akan lansung bertindak tanpa pikir panjang itu yang ditakutkan Elfiza karna ucapannya akan selalu dibuktikan olehnya.


"Ya sudah jika memang begitu, tidurlah hari sudah malam" titah Yudha.


"Kak.. trimakasih kakak dan kak Yudis selalu sayang dan kawatir terhadap ku, aku senang akan hal itu tapi bener deh aku baik - baik saja" ucap Eliza panjang.


"Enytime sayang, itu sudah jadi tanggung jawab kakak dan Yudis buat jaga kamu dan ibu juga ayah, jadi sekarang kamu tidur ya" pinta Yudha sembari mengecup sayang kening Elfiza.


"Good ninghet" lanjut Yudha.


"Ninghet big brodther" jawab Elfiza dengan seulas senyum.


'Sudah jelas kamu memikirkan sesuatu dek, semenjak kedatangan Zia kemari kamu jadi seperti itu jika memang kamu tak ingin bilang kakak sendiri yang akan mencari taunya sayang, dengan cara kakak!' batiin Yudha sembari menarik knop pintu kamar Elfiza.


"Maaf kak jika aku bicara terus terang kakak tidak akan tiggal diam bukan. Aku hanya takut kakak bertindak yang bisa merugikan diri kakak sendiri hanya untuk melindungi ku, sungguh aku bahagia punya dua kakak yang sangat menyayangi ku" ujar Elfiza dikeheningan malam.


"Aku hanya tak ingin ada yang tau gejolak hati ku yang takut akan masa itu, masa itu terus menghantui aku, masalalu itu seperti bayangan ku kemanapun aku pergi dia tetap berada disisi ku. Aku takut jika aku tak bisa menjalin hubungan lagi dengan pria manapun selain pertemanan karna masalalu yang terus menjadi bayangan ku" ucap Elfiza lirih


TBC..


Jadi apa Elfiza bisa melihat masa depan tanpa dibayangi masa lalu atau dia akan terus terpuruk oleh masa lalu.... stay terus ya mentemen.... 😍

__ADS_1


__ADS_2