My Story Elfiza Anestasia

My Story Elfiza Anestasia
KAMU SAKIT EL?


__ADS_3

"Sepi banget ini rumah" gumam gadis itu, sambil berjalan terus kearah tangga. "Duhhhh kepala gue pusing lagi" ucap Elfiza meringis sambil memegangi kepalanya.


"Entah sakit apa sebenarnya gue ini, kalau sore pasti kumat, tapi kan ini belum sore" pungkasnya kesel sendiri.


"Mbok Summ, mbok Sum, si mbok" panggil Elfiza dari arah ruang tengah, tapi tak ada sautan dari si empnya nama.


"Kemana ya si mbok?, tumben bener dipanggil ga nyaut" monolog Elfiza.


"Apa kepasar gitu ya" pikirnya.


"Yahh, padahal mau minta tolong" lanjutnya, seperti orang gila saja berbicara seorang diri si Elfiza ini.


Pada akhirnya dia hanya mendudukan tubuhnya disofa, entah karna masih mengantuk atau mungkin karna saat ini badannya sedang tidak vit, membuat Elfiza tertidur diatas sofa yang didudukinya.


Menjelang sore badannya sudah mulai terasa menggil kembali, membuat alam bawah sadarnya dipaksa untuk bangun, dan suara ketukan dipintupun memperjelas bahwa dirinya harus sudah bangun.


Dengan berat dibukanya kelopak matanya yang sayu itu, ia mengerjap - ngerjapkan matanya menyesuaikan dengan pencahayaan petang itu.


Rupanya mentari sudah mulai condong ketimur, tapi sinarnya masih menerobos masuk kedalam rumahnya, menyisakan sembura cahaya keemasan.


Tokkk... tokk .. tokkk


Kembali terdengar ketukan pintu dari luar, sepertinya orang yang diluar menuntut sekali untuk dibukakan pintunya.


Elfiza celingukan mencari para asisten rumah tangga yang dipekerjakan sang ayah, tapi tidak ada satupun yang datang untuk membukakan pintu untuk sang tamu. Akhirnya ia yang melangkah mendekat kearah pintu itu, dengan langkah tertatihnya sambil sesekali memegangi area kepalanya yang pening.


"Iya.. iya sebentar" tukasnya kesal juga dia mendengar ketukan pintu itu, sudah kepalanya pusing bertambah pusinglah dia karna mendengar ketukan pintu berulang kali itu.


Ckell...


Setelah pintu terbuka lebar barulah dengan jelas siapa orang yang hampir menggedor rumah besar itu.


"Hai, grils" ucapnya menyapa tak lupa dengan senyum yang terpampang jelas dibibirnya.


'Oh tuhan senyumnya' batin Elfiza tanpa sadar dia malah terpaku menikmati pemandangan itu, sayang bukan kalau keindahan tuhan yang satu ini terabaikan.


"Khemmm.." deheman dilancarkan dari si tamu tapi tak mampu membuat sadar si tuan rumah dari angan yang membumbung.


"Hallo.. anybody home" ucap Juna mengoyangkan tangannya kekiri dan kekana, barulah membuat kesadaran Elfiza sepenuhnya kembali.


"Ehhh" ucapnya kaget.


"Kenapa malah bengong gitu, awas kesambet nanti, terus ini kakak ga disuruh masuk gitu" cerocos pria dihadapan Elfiza ini.


'Bused deh pas ngomon ko jadi kaya petasa gitu nyerocos terossss' batin Elfiza. 'Tapi tak apalah kan cowo ganteng mah bebas' rencau hatinya kembali.


"Bengong lagi" ucap Arjuna kembali menyadarkan Elfiza.


"Ehh, maaf.. maaf, silah kan masuk den" ucap Elfiza mempersilahkan masuk tamunya membuat Arjuna terkekeh geli karna pangilan adennya tadi.


"Hehehe... kamu itu ya dasar" ucapnya.


'Yaampun lagi bengini aja ganteng apa lagi kalau senyum kaya tadi masaallah' batin Elfiza, Elfiza hanya membalas ucapan Arjuna dengan cengiran pongahnya.

__ADS_1


"Yang lain pada kemana El?" Tanya Arjuna sesampainya diruang tengah.


"Duduk ka" ucap Elfiza mempersilahkan duduk.


"Trimakasi" ucap Arjuna dibalas senyuman saja oleh Elfiza.


"Ayah sama ibu lagi ke Surabaya katanya sih ngadirin acara bisnis gitu" jawab Elfiza sambil ikut duduk.


"Kalau Yudis?" Tanya Arjuna kembali


"Ngilan ga tau kemana, digondol kucing kali" ucap Elfiza yang memang tidak tau kakak keduanya itu dimana adanya.


"Kamu ini, memangnya yudis ikan asin apa pake acara digondol kucing, sama kakaknya sendiripun" kekeh Arjuna.


"Hehehe, oh iya ka Juna mau minum apa? Ampe lupa mau nawarin" tanya Elfiza.


"Ga usah nanti kalau aus kakak bisa ambil sendiri ko" jawab Arjuna.


"Ok dech, ambil sendiri seperti biasa saja ya" ucap Elfiza


"Sip"


"Ehhh El, mbok Sum kemana?" Tanya Arjuna, untuk kali ini Elfiza bingung sendiri dengan pertanyaan teman kak Yudhanya itu.


"Hah, mbok Sum?" Gumam Elfiza


"Iya mbok Sum, kemana dia?" Tanya Arjuna kembali.


"Kenapa kakak pengen tahu sekali kemana si mbok?" Pertanyaan Arjuna dijawab pertanyaan pula oleh Elfiza.


"Maksudnya takut gimana?" Tanya Elfiza bingung.


"Ya kakak takut lah, kalau cuman berdua saja! Nanti kamu ngapa - ngapain kakak! Terus ga ada yang tolongin kakak gimana? Kan takut kakaknya" ucap Arjuna dengan suara yang dibuat seolah sedang terintimidasi.


"Hahhh.. kaga kebalik tu?" Tanya Elfiza tak habis fikir dengan ucapan teman kakaknya itu.


"Ya enggalah kamu kan garang, macem kak Rosnya Upin Ipin" jawab Arjuna eteng.


"Enak aja.. ahhh.. kak Juna mah nyebelin" ketus Elfiza berucap menbantah perkataan Arjuna.


"Hahaha"


"Dishhh... ketawa lagi, udah lah aku mau ke kamar dulu" ucap Elfiza pamit, tubuhnya akan berdiri tapi kembali duduk.


"Tunggu dulu" ucapnya sambil duduk kembali "Kak Juna nanyain semua oramg tapi kok ga nanyain Kak Yudha sih?" Tanya Elfiza, dia baru ngeh kalau sahabat Yudha ini malah tak menanyakan kak Yudhanya.


"Katanya sih lagi dijalan mau pulang, makanya kakak disuruh kerumah, tunggu dirumah saja katanya" jawab Arjuna.


"Oh begitu, El tinggal ke kamar dulu ya mau mandi belum mandi nih" ucap Elfiza pamit.


"Pantas saja" ucap Arjuna


"Pantas saja apa?" Tanya Elfiza bingung

__ADS_1


"Iya pantes, kok dari tadi kakak nyium bau sesuatu gitu" jawab Arjuna


"Nyium bau! Bau apa? Oh maksudnya aku bau gitu!" Sewot Elfiza.


"Hahaha... bukan kakak loh yang ngomng kamu sendiri" jawab Arjuna diselingi tawanya.


"Ihhh... Ka Juna mah nyebelin, bodo amatlah, El kesel sama kakak" tukas Elfiza kini benar - benar beranjak dari hadapan Arjuna.


"Hahaha" masih saja terdengar tawa dari mulut Arjuna.


"Dasar manusia menyebalkan, nyesel aku semat terpesona sama senyumnya" sungut Elfiza mencicit takut terdengar oleh Arjuna, sayangnya ucapan itu sudah didengar Arjuna, membuat siempunya nama itu tersenyum lebar.


"El, tunggu" saat langkah kaki Elfiza sudah menapaki anak tangga pertamanya, Arjuna menahannya dengan ucapannya terpaksa Elfiza berbalik.


"Apa?" Ketus Elfiza.


"Waduh sewot bener neng" ucap Arjuna masih diselingi kekehan.


"Apa sihhh kak cepetan?" Tanya Elfiza masih dengan nada sewot tak sabar.


"Hemmmm.. kamu sakit ya?" Tanya Arjuna.


Deg...


'Dari mana kak Juna tau aku lagi ga enak badan?' Tanya batin Elfiza.


"Maksudnya?" Elfiza memilih berpura - pura bloon dengan cara tak memgerti akan pertanyaan Arjuna.


"Muka kamu pucet banget tu" jawab Arjuna sambil menunjuk wajah pucat Elfiza.


"Ahhh.. masa enggaahh perasaan kakak aja kali" ucap Elfiza.


"Masa sih, tapi muka kamu tu pucet banget El! Kamu yakin baik - baik saja?" Tanya Arjuna kini dirinya mulai mendekat kearah Elfiza.


Elfiza yang sedikit takut dengan reaksi berlebih teman kakaknya itu, memutar otaknya agar tak ketahuan sedang berbohong.


"Ahhhh ..  tikadak kok aku baik - baik saja, sudah yah aku ke atas dulu mau mandi, dah" ucap Elfiza dan berlalalu begitu saja meninggalkan Arjuna yang terbengong sendiri merasa aneh dengan tingkah Elfiza.


"Aneh sekali anak itu" gumam Arjuan. "Sudahlah mending ambil minum saja" ucapnya kembali, lantas kakinya menuju arah dapur.


***


"Uhhh.. selamet - selamet, kenapa sih tadi kak Juna kok se yakin itu tau kalau aku sakit, bukannya orang rumah saja ga tau ya, emang muka ku sepucat itu?" Ucapnya bermonolog.


Karna merasa penasaran Elfiza berjalan kearah cermin, dia ingin memastikannya sendiri, dan benar saja dia juga merasa terkejut.


"Siapa itu kok serem amat! Ini gue? Kok kaya mayat idup ya, serem bener dah" ungkapnya pada diri sendiri.


"Pantes aja tadi kak Juna bilang pucet banget, ini mah udah kaya mayat, kok gue jadi gini ya" ucap Elfiza tak percaya jika pantulan dicerminnya adalah dirinya.


"Aduhhh gimana ni, gue ga mau orang rumah tau, gue ga suka dokter" ucapnya sendiri.


Elfiza tak pernah suka yang bersangkutan dengan dokter, segalanya tentang dokter dia tak akan suka, itu sebabnya dia menyembunyikan sakitnya dari orang rumah.

__ADS_1


TBC...


__ADS_2