My Story Elfiza Anestasia

My Story Elfiza Anestasia
TELAT (Refisi)


__ADS_3

Maaf masih banyak typo bertebaran πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


And Happy Reading...... πŸ’‹


🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼


Sudah dikatakan bukan kalau Elfiza tidak pernah menyukai hari seni, dan untuk kesekian kalinya Elfiza terlambat dan sialnya dia terlambat dihari senin.


Upacra bendera pun kali ini ia melewatkannya, dan seperti biasa pak Asep masih mau untuk membukakan gerbang untuk Elfiza, padahal jika yang lainnya tak akan ia bukan.


"Makasih pak Asep nanti ambil aja ya sama bu Ani seperti biasa" teriak Elfiza sembari melajukan sibohay keparkiran.


"Aduhhh .. neng El .. neng El sudah pakai motor masih saja terlambat" ucap pak Asep sambil mengeleng - gelengkan kepala tentu saja ucapan pak Asep barusan tak didengar Elfiza.


"Aduhhh.. mati gue ... mudah - mudahan dia belum masuk" gumam Elfiza berucap.


"Aissss .... kenapa sih kelas gue mesti dilantai dua"grutuh Elfiza memper cepat langkah kakinya.


Saat hampir sampai Elfiza kedepan kelasnya ia melihat pintu kelas tertutup dan keadaan kelas tampak sudah hening.


'Aduh mampus dah gue' hatinya berucap.


Setelah sampai didepan kelas, Elfiza menetralkan nafasnya, menariknya dengan cukup dalam dan menghembuskannya secara perlahan, dan dengan keberanian yang dia punya ia mulai mengetuk pintu kelas itu.


Tok..tok..tok.


Terdengar ketukan dari luar membuat semua penghuni kelas serempak diam, karna mereka sangat tau guru yang akan mengajar kelasnya itu sangat terkelan kekikerannya seantero sekolah.


Dengan sangat perlahan Elfiza membuka pintu itu, dia merasakan jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya, ketegangan menyerangnya, begitupun yang dirasakan oleh siswa - siswi yang berada dilam kelas.


"M**a...af..p..ak ..sa..saya datang terlambat**" ucap Elfiza dengan terbata sembari memejamkan matanya, sedangkan semua anak dikelasnya menghembuskan nafasnya karna lega.


Karna Elfiza masih memejamkan matanya terbesit kejahilan diotak Fahri untuk Elfiza, Fahri berjalan kedepan Elfiza dan berusaha untuk menirukan suara pak Adam guru kiler itu.


"Ke**napa bisa terlambat**?" Tanya Fahri membuat suaranya menjadi besar.


"Maaf pak ta..ta..di sa...ya bangun kesiangan pak " jawab jujur Elfiza masih dengan memejamkan matanya.


"Ke**napa bisa kesiangan**?" tanya suara yang Elfiza kira adalah pak Adam padahal dia hanya seorang Fahri, Elfiza tak dapat berfikir karna rasa gugup dan takutnya menjadi satu.

__ADS_1


"Ke**napa malah diam bukannya jawab**" kembali Fahri bertanya karna Elfiza masih memejamkan matanya, dengan nada galaknya padahal Fahri setengah mati menahan tawanya begitu juga yang dilakukan teman - temannya dibangku masing - masing.


"Maraton pak " jawab Elfiza akhirnya.


"Marato " gumam Fahri bingung, untungnya tak didenga oleh gadis manis Keluarga Atmaja itu.


"Iya pak maraton nonton anime pak" jawab Elfiza entah dia terlalu jujur atau keceplosan.


'Aduhhhh...mati gue' batin elfiza, karna tak mendengar suara yang Elfuza fikir pak Adam tadi dan merasa ada yang aneh karna tiba - tiba saja kelas menjadi gaduh dengan suara cekikikan.


Membuat Elfiza membuka matanya, karna aneh tak biasanya anak - anak ramai saat jam pelajaran pak Adam membuat Elfiza merasa penasran.


Alangkah kaget dirinya saat ternyata yang ada dihadapannya adalah Fahri dan bukanlah pak Adam.


"Hehehehe" Fahri cengengesan melihat muka Elfiza siap untuk murka, dan


"Fahriiiiiiiiiiiiiiiiii" teriakan itupun terdengar dari mulut Elfiza, suara oktaf Elfiza samlai terdengar keseluruh kelas, membuat yang lainnya menutup kuping mereka menghindari suara melengking gadis itu.


Sedangkan Fahri sudah lari keluar kelas untuk menghindari amukan Elfiza, saat Elfiza sudah melempar tasnya ke mejanya yang lumayan jauh dari tempatnya berdiri, namun anehnya itu tas mendarat dengan selamat (wahhhh ... hebat juga ya)


Setelah tasnya selamat dalam pendratannya, Elfiza hendak mengejar Fahri yang kabur keluar kelas, namun belum sempat ia melangkah kedepan, terlihat Fahri lari bergegas menuju kelas dan dibelakangnya terlihat pak Adam menuju kelasnya


'Awas aja loe fahri setelah ini.. abis loe ' batin Elfiza sembari melirik Fahri dengan ekor matanya, dan tak berap lama pak Adam masuk dengan mengucapkan salam.


"Assalamualaikum .. selamat pagi anak -


anak " ucap pak Adam memberi salam.


"Waalaikumsalam, pagi pak " jawaban serempak dari anak didik pak Adam lantas setelah ucapan itu kelas menjadi hening seketika.


Bahkan rasanya jangkripun enggan bersuara disana, kelas itu menjadi kelas mati seakan tak berpenghuni setelah pak Adam masuk.


"Hari ini bapak ada urusan hanya satu jam saja, jadi selama satujam kalian mengerjakan tugas saja yang ada dibuku paket kalian masing - masing, buka halama 154" ucap pak Adam kepada anak didiknya, dan semua siswa itu tanpa bersuara lansung membuka buku paket mapel matematika itu.


"Kalian sudah mengertikan ini sudah bapak ajarkan dua minggu yang lalu" kembali berucap pak Adam


"Megerti pak" ucapan serempak dari siswa yang berada dikelas begitupun Elfiza. (teriaknya doang kenceng padahal kagangarti sama persisi seperti aku saat sekola dulu.. hahahay .. jadi kangen sekolah).


"Baiklah kalau sudah mengerti, saya akan kembali setelah selesai dan kamu Ridwan bapak ga mau kelas berisik " lanjut bak Adam.

__ADS_1


"Ba...ba..baik pak" ucap Ridwan terbata.


" Ah .. iya satu lagi kumpuli tugas yang bapak suruh minggu kemarin" tambah pak Adam membuat Elfiza sedikit cemas pasalnya dia tak ingat kalau ada tugas.


"Ridwan ambil buku tugas teman - teman mu" titah pak Adam, Ridwan menurutinya dan langsung meminta tugas dari teman - temannya satu persatu.


"Emang ada tugas ya?" tanya Elfiza berbisik ke Kezia


"Ada El, jangan bilang loe ga kerjain" jawab Kezia mendesis berbisik.


"Aduhhh ... tau deh gue lupa muda - mudahan aja udah" jawab Elfiza berdoa.


"Semoga" bisik Kezia kembali.


Dan saat Elfiza menemukan buku tugasnya dan benar saja tugas itu tercatat manis didalam buku tugasnya dan sayangnya tulisan soal itu belum sama sekali ada jawabannya, lemas seketika Elfza melihatnya.


'Aduhhhh.. mampus gue alamat kena hukuman kalau gini ceritanya, lolos dari lubang buaya masuk kandang singa ceritanya kalau gini mah' grutuh hati Elfiza.


Pasalnya dia lolos dari amukan pak Adam karna tak terlambat masuk tapi dia pasti kena amarah pak Adam karna tak mengerjakan tugasnya.


"Gue lupa kerjain tugasnya" lirih Elfiza berbisik kepada Kezia dan Kezia melotot mendengar ucapan sahabatnya barusan dan itu diketahui Siska yang ada disebrang mereka, sedang mencuri pandang kearah mereka.


"Aduh El kenapa bisa sampe lupa segala sih, loe taukan dia itu siapa! pak Adam" jelas Kezia mendesis bagai tikus mencicit geram tapi masih tetap fokus pada tugasnya, karna tak ingin pak Adam mengetahui mereka tengah berinteraksi dalam kelas alias ngobrol.


"Aduh gimana dong .. loe bantui gue ya" pinta Elfiza.


"Gila ya loe, semepet ini ga mungkinlah" desis Kezia .


"Terus gue gimana?" tanya Elfiza memelas.


"Mampus uda loe, sory gue ga bisa bantu " ucap Kezia masih denga intonasi berbisik namun nadanya sedih.


"Loe mah, bukannya bantui malah bikin gue tambah takut" jelas Elfiza, karna merasa semua anak telah mengumpulakan tugas mereka, Ridwan akhirnya berjalan kearah kursi guru dan memberikan tugas itu kepada pak Adam.


Dalam hati Elfiza berharap pak Adam tidak memeriksa buku itu agar Elfiza mengisi tugas itu dan diam - diam masuk keruang guru untuk memasukan buku catatannya seperti yang biasa ia lakukan jika dirinya lupa mengerjakan tugas.


Namun sayangnya kali ini mapel yang ia lupakan tugasnya gurunya adalah pak Adam guru paling kiler dan teliti, harapan Elfiza pupus begitu saja saat pak Adam mengetahuinya.


TBC.

__ADS_1


Pengentau bagaimana yang akan pak Adam lakuka terhadap siswanya yang satu ini. stay terus ya mentemen... 😚


__ADS_2