My Story Elfiza Anestasia

My Story Elfiza Anestasia
CARA ALEXIS BERTINDAK


__ADS_3

"Ok.. ok gue beneran bali kali ini, ingat jangan lupa kabar bahagiannya ya bay" setelah mengucapkan godaan yang terakhirnya Elfiza benar - benar melesatkan sidenoknya pergi dari hadapan Alexis dan juga Siska.


"Dasar anak itu, maaf ya Lex, dia emang suka kaya gitu orangnya mohon dimaklum" ucap Siska.


"Tak apa aku suka, karna Elfiza bisa memperlihatkan sisi mu yang lain dihadapan ku, aku suka Siska yang seperti ini dari pada yang kemarin - kemarin saat jalan bersama aku, bukan tidak suka hanya lebih suka yang ini" terang Alexis panjang lebar, ternyata si balok es ini bisa juga banyak bicara, membuat rona merah kembali menyambul saja dipipi Siska.


"Apaan sih kamu ini" malu - malu Siska berucap.


"Sudah ayo naik" ajak Alexis.


"Tapi motor mu gimana?" Tanya Siska.


"Gampang, mas Heru sudah deket ko" jawab Alexis sambil memakaikan helem kekepala Siska.


"Kalau dia ga tau motor mu gimana?" Tanya Siska cemas.


"Mas Herukan tinggal dirumah ku, sering cuci motor ku juga dia hafal betul plat nomer motor ku jadi ga usah kawatir, dia pasti ketemu motor ku" kembali Alexis berbicara menjawab pertanyaan dari sang pujaan hatinya.


"Kalau ada apa - apa sama motor kamu gimana, udah mending tugguin aja sampai mas Herunya dateng" ucap Sisiska memberi saran.


"Ga usah ga apa - apa, disini aman ko, lagian ga sampe 15 menit lagi mas Heru pasti dateng jadi ayo naik" mendegar perkataan Alexis mau tak mau akhirnya Siska mengikuti kemauan Alexis, padahalkan maksudnya jika menunggu mas Heru itu, dia masih ada waktu dengan sibulenya ini, tapi sepertinya Alexis kurang peka.


Dengan ogah - ogahan Siska naik kejok penumpang, karna masih mikir jika berduaan disini lebih lama dengan Alexis akan lebih menyenangkan.


****


Motor melaju dengan kecepatan sedang, Siska sudah pasrah jika diriya hanya akan sebentar bersama sang pangerannya, karna motor malaju degan pasti walau terkesan lambat, 'Padahal masih ingin berduaan, hemmm' batin Siska.


'Mudah - mudahan ni si bule atu ngajak gue kemana dulu ke gitu' betin Siska.


Dan apa yang ada didalam hatinya ternyata dikabul juga, tiba - tiba saja Alexis memberhentikan motornya disebuah taman, 'emang dewi fortuna lagi mihak le gue hari ini' senyum Siska terkembang seketika saat Alexis memberhentikan motornya.


"Loh kenapa Lex?" Tanya Siska


"Motornya mogok?" Tanyanya kembali pura - pura tak mengerti.


"Engga ko, ga apa - apa ya kita duduk dulu disana" ucap Alexia menunjuk salah satu bangku taman yang kosong, mendengar ucapan Alexis Siska hanya bisa mengangguk saja, berusaha sebiasa mungkin karna tiba - tiba saja perasaan bahagiannya membuncah, dia takut jika pria disebelahnya ini mengetahui uvorianya saat ini, hatinya berjingkrak kegirangan karna masih bisa berlama - lama dengan sang pujaan.

__ADS_1


Dua sejoli itu berjalan menuju kebangku yang tadi ditunjuk oleh Alexis dengan beriringan, ingin rasanya Alexis menggandeng tangan yang tampak berayun itu, namun keberaniannya tak sampai sejauh itu. Dia sadar karna statusnya hanya sekedar teman saat ini tidak lebih, jadi sepertinya itu akan terkesan tidak sopan.


Taman tampak lebih sepi dari biasanya, karna hari sudah mulai mahgrib, wajar saja taman sudah nampak sepi, orang - orang kembali kerumahnya, untuk menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim atau mengerjakan hal lainnya, hanya ada beberapa saja yang masih menikmati sore menjelang mahgrib itu, salah satuya Siska dan Alexis.


10 menit berselang mereka duduk disana masih tak ada yang memulai obrolan, hening tercipta diantara mereka, membuat Alexis tak nyaman, Siska masih mencoba menikmati udara yang mulai dingin itu.


Alexis masih merangkai kata untuk diucapkannya pada sang pujaan, masih butuh waktu sedikit lagi, hanya sedikit lagi saja agar keberaniaanya itu muncul kepermukaan.


"Emmm... Siska" ucap Alexis.


"Eh... iya kenapa?" Tanya Siska entah kenapa dia jadi gugup.


"Emmm.. aku mau jujur sama kamu boleh?" Tanya Alexis.


"Tentu, ju-jur soal apa emangnya?" Sedikit terbata Siska bertanya.


"Aku suka kamu dari pas kita SMA" to the point sekali Alexis mengutarakan isihatinya, sampai - sampai Siska melongo dibuatnya.


'Kaga ada romantis - romantisnya ni orang' batin Siska, lebur sudah bayangannya tentang hal romantis saat ditembak sama pria yang disukainya itu.


'Tunggu maksudnya komutmen apa?' Batin Siska bertanya - tanya 'Bukannya ni orang bilang suka buat ngajak pacran ya?' bertanya - tanya sudah isi kepala Siska itu merasa bingung dengan apa yang diucapkan unta turkinya itu.


 'Ni onta turki mau buat gue pusing apa ya' otaknya mulai mengepul memikirkan maksud Alexis tadi, sedangkan pria yang berada tepat disampingnya malah terdiam begitu saja setelah megucapkan kata tersebut, membuat Siska tak karuan saja.


'Kenapa Siska diam saja ya, apa itu artiya aku ditolak' batin Alexis.


"Mak-sudnya komitmen?" Tanya Siska pada akhirnya suaranya keluar juga walau sedikit terbata.


"Aku ga mau pacaran aku ingin serius sama kamu, papah sama mamah ku sudah setuju" seperti tersambar petir disiang hari, Siska benar - benar melongo mendegar rangkaian kata yang diucapkan Alexis padanya.


'Tuhan apa ini mimpi, kenapa senyata ini' batin Siska.


"Ma-ma-ma" tak bisalah Siska melanjutkan kata - katanya tercekat sudah ditenggorokannya, baru kali ini ada yang melamarnya, wajar saja jika dia gugup, tak menyangka pertama kalinya mendapat pengakuan cinta dan langsung dilamar, siapa yang tidak akan meleleh walau tidak menggunakan kata - kata romantis tetap saja membuat jatungnya berdisko, dan hatinya berpacu dalam melody.


Alexis tak faham dengan apa yang diucapkan oleh Siska hanya kata ma ma ma itu, mana orang bisa faham, 'Apa maksudnya maaf gitu atau apa aku tak faham' kenapa malah jadi membatin si bule, mana si Siska tau dengan pertanyaan mu itu.


"Mak-sud kamu bi-lang gitu?" Tanya Siska

__ADS_1


"Maksud ku ayo kita menikah"


Duarrrrr.....


Jatung Siska rasanya benar - benar disambar oleh petir tanpa hujan dan pertanda itu. 'Ya Allah kalau ini mimpi tolong jangan bangunkan hamba, aduh tuhan jantungku' keluh batin Siska, tak sadar tangannya meraba area dadanya yang terasa berdetak tak karuan itu.


"Me- me - menikah" terbata Siska berucap.


"Iya ayo kita menikah, walau tidak sekarang, tapi nanti setelah lulus kuliah" terangnya.


'Kok gue jadi kesel ya, bodoh banget sih loe Sis, ya kaga bakalan sekarang juga diangajaknya' batin Siska, yang tadinya hatinya heboh karna uvoria malah jadi kecewa.


"Maka dari itu, aku ngajak kamu komit, ya anggaplah ini lamaran dari aku secara tak langsung" ucap Alexis.


"Lamaran" gumam Siska.


"Iya, agar kamu tak dimiliki orang lain" ucap Alexis, tiba - tiba manusia es batu itu berdiri, lantas menghadap kearah Siska tak disangka dia berjongkok, mensejajarkan tubuhnya dengan siska yang tengah duduk.


'Apa ini saatnya schan romatis itu ya' masih saja anak satu ini sempat membatin, ditengah debaran jantungnya.


"Siska, saat ini aku hanya punya ini untuk mu, dan aku harap kamu mau menerimanya" Alexis menjeda kalimatnya, hanya sekedar menarik nafas untuk merangkai kata berikutnya.


"Tak ada yang bisa ku janjikan pada mu,  malah aku meminta kamu untuk menunggu ku sampai aku lulus kuliah, setelah itu ayo kita layarkan kapal kita bersama - sama" ucapnya.


Memang jauh dari kesan romantis, rangkaian katanyapun terkesan amburadul sepertinya dia gugup untuk merangkai kata itu menjadi lebih indah, namun terlihat begitu tulus dimata Siska dan begitu inda dipendegarnya tak terasa air matanya jatuh menetes kala dirinya merasa terharu akan perbuatan Alexis.


"Mau kamu menunggu ku untuk mengukir kisah bersamaku nanti?" Pinta Alexis, tak ada kata yang terucap dari mulut Siska, tangan Siska bergerak mengambil sebuah cincin sederhana itu lantas memakaikannya sendiri kejari manisnya.


"Aku ingin suatu saat nanti penantian ku tak sia - sia, pada saatnya nanti aku ingin kamu yang lagsung menyematkannya dijari manis ku dihadapan orang tua ku dan tamu undangan" pinta Siska, berderai sudah air matanya mana kala ucapan itu terlontar dari mulutnya.


"Itu artinya kau menerima komitmen dari ku?" Tanya Alexis yang diangguki oleh Siska.


"Trimakasih, cincin ini pengingat untuk mu agar kamu tak dibisa dimiliki oleh orang lain selain aku, ingat aku posesif" ucap Alexis, membuat Siska mengulum senyumnya lantas mengangguk.


🌸🌸🌸🌸


Wah ada yang lagi berbunga - bunga ini, isss melting liatnya, ko jadi pengen dilamar juga ya.. Hehehe... Maafkan si Cipan ini yang sering menghilang bak ditelan mata hitan panda.. aku blm bisa atur jadwal di real life sama di dunia halu ku... maaf kan aku yang sering menghilang ini... mksh yang udah stay terus buat nengok neng El ini

__ADS_1


__ADS_2