
"Hai semuanya" seseorang menyapa mereka.
"Lah si bule ngapa loe disini?" Tanya Fahri.
"Mau jemput Siska" jujurnya.
Uhukkk... uhukkk...uhukkk...
Membuat siempunya nama langaung tersedak makanannya, mendengar apa yang diucapkan Alexis kepada yang lainnya.
"Ngapa loe mak? Makanya kalau makan biasa aja jangan kaya orang kaga pernah liat makanan, keselek kan loe" ucap Fahri yang mendapat hadiah plototan dari Siska dan sikutan dari Elfiza.
"Sakit beb loe mah kaga kira - kira kalau nyikut" keluh Fahri yang merasa nyeri diarea perutnya akibat sikutan dari Elfiza.
"Diem bentar bisa ga" tukas Elfiza kesal.
"Mau pulang sekarang?" Alexis tampak biasa saja dengan apa yang dilihat dan didengarnya dari teman - temannya itu, sudah terbiasa berada diantara orang - orang gesrek rupannya, ya satu tahun bersama mereka bukan tidak mungkin dirinya terbiasa, untung saja tidak ikut tertular dengan kelakuan ajaib kawan - kawannya itu.
"Duduk dulu aja Le, minum dulu ke jangan dulu diajak pulang" ucap Fahri kembali.
"Ga papah kalau aku gabung?" Tanya Alexis.
"Tentu, santai aja lagi kaya sama siapa aja" jawab cepat Kezia.
"Siapa yang ditanya siapa yang jawab" ketus Fahri.
"Lah emang nanya siapa? Orang si bule nanya kita - kita jadi sah - sah aja lagi kalau gue jawab" tak kalah ketus Kezia membalas ucapan Fahri.
"Sakarep loe deh nyet!"
"Udah pesen minum dulu aja Le, duduk masih ada kursi ngangur tuh" ucap Elfiza sambil menunjuk kursi yang ngaggur disamping Siska.
"Ok deh" jawab Alexis.
***
17.00 wib, akhirnya mereka berlima memutuskan untuk pulang karna hari juga sudah semakin sore, belum lagi Elfiza, Kezia, Siska, dan Fahri masi memakai baju yang sama selepas ospek tadi hanya menanggalkan atributnya saja, sudah bisa dipastikan bada keempatnya sagat amat lengket, meminta untuk segera dibersihkan.
"Beb loe pulang bareng gue aja" ajak Fahri.
"Nah motor gue mau gue taroh mana kalau gue pulang bareng loe?" Tanya Elfiza.
"Hehehehe iya juga sih"
"Emang bloonnya kebangetan loe mah" timpal Kezia.
"Bilang bloonnya bisa biasa aja ga" kesal Fahri.
"Kaga mau apa loe?" Tanya Kezia.
"Wah ngajak perang" Fahri.
__ADS_1
"Ayo siapa takut" tantang Kezia.
"Wah.. ok ayo disini sekarang?" Ucap Fahri mulai mengambil ancang - ancang.
"Ok ayo" Kezia.
"Ga usah mulai dah loe berdua bikin pusing kepala gue aja" kesal Elfiza, melihat tingkah dua sahabatnya itu yang dimanapun berada selalu saja bertengkar.
"Kapan sih mau akurnya?" Tanya Siska
"Mereka mah kaga bakalan akur" kesel Elfiza.
"Ehh iya bukannya Kezia bareng loe kan tadi pagi Sis?" Tanya Elfiza.
"Heem" jawab Siska dengan dheman saja anaknya sibuk menggeledah tasnya, mencari kunci motornya yang entah menyelip dimana.
"Motor siapa?" Tanya Elfiza lagi
"Gue" singkat saja Siska menjawab, dia masih sibuk mencari kunci motornya yang nyelip sambil jalan, tak patut dicontoh masalahnya takut kesandung lantas terjatuh.
"Itu berarti loe kaga bawa kendaraan dong Kez" ucap Elfiza yang diangguki benar oleh Kezia.
"Enggg Alex ba-"
"Ya udah Kez loe bareng Fahri aja" usul Elfiza, langsung memotong ucapan dari Siska
"APA" serempak Kezia dan Fahri berucap.
"Lagian siapa juga yang mau ngaterin mak lampir modelan kaya loe, yang ada sepanjang jalan gue malu" tak kalah kesal Fahri berucap, sambil melotot kearah Elfiza, mengirimkan sebuah kalimat dalam tatapan itu, mungkin seperti ini jika tatapan itu bisa berbicara. 'Jangan suruh gue buat nganter dia pulang pleach'.
"Jangan ngebantah loe berdua pulang bareng" kembali Elfiza berucap.
"Kenapa ga loe aja sih yang pulang bareng tu kunyuk" kesal Kezia.
"Motor gue mau dikemanain Kez?" Tanya Elfiza heran kenapa temannya itu jadi gagal mikir.
"Gue yang bawa, loe biar bareng ama tu beruk, pasti dia seneng banget, lagian kapan lagi ngasih kebahagiaan sedikin buat tu anak" usul Kezia.
"Bener banget tu beb, kali ini gue setuju ama loe mak"
Timpal Fahri, "Kaga rumah loe sama gue kaga searah, nanti muter kejauhan, gue udah cape banget" ucap Elfiza.
"Iya ga apa - apa lagi sekali - kali lah Kez, lagian kan rumah loe yang searah ama rumah Fahri, kasian juga tu tutup toples kalau nganterin Elfiza kejauhan" kali ini Siska ikut gabung memberi saran.
"Dia mah yang ada kesenengan kalau nganterin si El mah, udah dari dulu kepengen banget ngaterin tu anak" jawab Kezia.
"Udah - udah pokonya loe berdua balik bareng kaga ada bantahan lagi" putus Elfiza.
"Gue naek taxi aja deh" Kezia.
"Engga ada nail taxi naik taxian, udah sore mau loe dapet taxi gelap, udah cepet naik, timbang duduk doang juga" kesal Elfiza, akhirnya tarinya keluar juga mau tak mau Kezia nangkring juga dijok belakang motor Fahri.
__ADS_1
"Dan loe, awas kalau kaga loe anter temen gue sampe rumah, jangan harap loe ketemu pagi besok" ancam Elfiza.
"Loe juga jangan minta turun tengah jalan, kalau ampe kejadian jangan harap ketemu gue lagi besok" kembali Elfiza mengeluarkan ancamannya, membuat dua orang itu menciut saja, entah benar ancaman itu akan kejadian atau tidaknya yang jelas mimik wajahnya sudah berubah, rupanya macan dalam dirinya terbangun.
"Sana jalan" titah Elfiza, bagai kerbou yang dicocok hidungnya Fahri nurut tanpa ada perlawanan sedikitpun, menyalakan kuci motornya, menyetaternya lantas.
Ngenggggggg......
Motor itu melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan Elfiza bersama Siska dan Alexis.
"Ngapa loe nyuruh Kezia pulang bareng Fahri sih?" Tanya Siska bingung.
"Padahalkan motor gue bisa dia pakai buat pulang, gue kan bareng Alex, dia juga bawa motor" jelasnya tak memahami situasi yang Elfiza buat untuk dua sahabatnya itu, sedagkan Alexis sudah faham kemana arah tujuannya.
"Tidak apa - apa Sis, aku sudah telpon orang rumah untuk bawa motor ku, jadi aku anterin kamu pake motor ku saja" ucap Alexis.
"Nanti kamu pulang bagai mana?" Tanya Siska.
"Tak apa, aku laki - laki tak usah hawati pulang naik apa" ucap Alexis.
"Tapi"
"Sudahlah Sis itu solusi yang terbaik, bener kata Alexis dia laki jadi loe ga usah hawatir berlebih gitu" ada nada menggoda diakhir kalimat, membuat Siska bersemu merah, tentu saja Siska tau arah ucapan Elfiza kemana.
"Apaan sih loe" ucap Siska menahan malu.
"Udah sana balik duluan gih, nih Le loe yang bawa, masa iya cewe yang bawa, bonceng lah Siskanya biar bisa mepet - mepet" canda Elfiza yang membuat Alexis terkekeh, tapi tak urung mengambil konci yang sudah Elfiza rebut dari tangan Siska.
"Ngaco loe" kesal Siska bisa sekali sahabatnya satu ini menggodanya, entah sudah semerah apa pipinya saat ini, mendengar ucapan Elfiza tadi.
"Udah kamu duluan aja El, saya masih nunggu orang buat ambil motor saya" ucap Alexis menyuruh Elfiza pulang lebih dulu.
"Loe berdua yakin, ga mau gue disini lebih lama gitu" masih saja Elfiza menggoda keduanya.
"Apaan sih loe udah sono balik" titah Siska yang mulai kesal karna digoda terus.
"Ok deh ok, ngerti ko yang kaga mau diganggu, ya udah gue balik duluan nih" ucap Elfiza.
"Sekali lagi gue gebok ya El" kesal Siska membuat Elfiza terkekeh.
"Ya udah Le titip temen gue ya jangan dimacem - macemin ya dua macem aja" ucap Elfiza yang langsung mendapatkan tabokan ditangannya dari Siska.
"Loe pikir gue barang dititip - titip, teru apa maksudnya macem - macem itu hah" sungut Siska, keluar sudah sikap barbarnya didepan Alexis, sudah tak bisa menjaga imagenya karna kelakuan sahabatnya satu ini, bukannya ilfil Alexis justru terkekeh, senang akhirnya Siska bisa sedikit lebih terbuka dihadapannya, tak lagi menjaga imagenya.
Ini yang selalu diinginkan Alexis, Siska yang apa adanya, tidak ada kepura - puraan karna terkungkung dengan imagenya itu.
"Tenang saya jagain ko, jadi kamu balik aja ga apa - apa" jawab Alexis semakin membuat muka Siska memerah.
"Ya udah gue balik ya, jangan kemaleman ngembaliin anak orangnya ya Le" ucap Elfiza masi saja bisa meledek padahal sudah berada diatas sidenok, hanya tiggal menstaternya saja, sidenok akan melaju.
"Elfizaaaaa"kesal Siska.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁