
Hari berganti begitu cepat, tak terasa acara makrab sudah semakin dekat, Elfiza, Siska dan Kezia sedang merasa disalah satu mall, mereka sedang berbelanja mempersiapkan untuk makrab mereka kali ini.
"Gue ga sabar deh, katanya makrab kali ini angkatan tahun terakhir juga ikut" ucap Kezia, Elfiza hanya tersenyum saja, wajar saja jika Kezia menantikan makrabnya, kapan lagi coba dia berduaan dengan Yudha, kalau tidak mencuri - curi waktu seperti itu.
Terkadang Elfiza terkekeh sendiri melihat kelakuan sahabatnya itu, padahalkan tidak seperti itu juga tidak apa - apa toh dia dan yang lainnya sudah tahu jika dirinya dan Yudha tengah menjalin hubungan, apa yang mau mereka sembunyikan coba.
"Wah berarti akan ada banyak senior ganteng dong" seru Siska
"Yang ganteng mulu loe mah" ucap Elfiza yang dijawab cengengesan oleh Siska
"Inget tuh si onta Arab" tegur suara bariton membuat ketiga gadis itu tersentak kaget.
"Ehhh kambing, datang dari mana sih?" Kesal Siska sambil menggeplak bahu Fahri, wajar saja dia yang paling kaget karna Fahri tepat berada disamping Siska.
"Makanya jangan asik ngobrol, orang nongol kaga tahu kan" ucap Fahri.
"Loe tu kalau datang pake salam ke, biar orang tu ga kaget" kesal Siska.
"Mana tahu dia salam, dia kan datanya ga di undang pulangnya ga diantar" ketus Kezia
"Jelangkung dong gue" ucap Fahri
"Nah tu nyadar" sorak ketiga gadis disamping Fahri itu, membuat Fahri seketika menutup kuping.
"Sumpah cewe kalau teriak, kuping pengang" keluh Fahri yang mendapatkan hadiah jotosan diperut dari Kezia.
"Ya ampun mak loe mah kalau kaga kasar kaga bisa sih" kesal Fahri tak didengarkan Kezia dia lebih memilih berjalan lebih dulu dari yang lain.
"Makanya jangan cari gara - gara" ucap Elfiza sambil lalu
"Maman tuh" tambah Siska meninggalkan Fahri juga
"Woy, ngapa gue jadi ditinggal? Tungguin woy" teriak Fahri.
****
Bagi sebagian perempuan berbelanja itu sangat menyenangkan, begitu pun dengan ketiga dara itu apa lagi Siska yang gila belanja apa saja pasti dibelinya, walau demikian Elfiza lebih senang berburu makanan dibanding fashion, makanan tidak seramai orang yang berada ditoko baju, atau sepatu atau celana atau hal lainnya, membuat Elfiza pusing tujuh keliling apa lagi kalau mengikuti langkah Siska dan Kezia.
__ADS_1
"Ampun deh kalau udah ngikutin mereka belanja"Keluh Elfiza.
"Cape?" Tanya Fahri
"Pake nanya lagi" kesal Elfiza
"Ngapa sih loe, marah - marah Mulu lagi deteng bulan loe?" Tanya Fahri heran Elfiza hanya memutar bola matanya saja.
Dateng bulannya sih belum, masih beberapa hari ke date datang bulannya tapi kayanya sensitivitasnya sudah mulai timbul kepermukaan deh, tak membalas perkataan Fahri, Elfiza lebih memilih menyimpan tenaganya untuk berjalan kembali, dia sudah tertinggal cukup jauh dari Siska dan Kezia.
"El cepetan" teriak keduanya berada diujung pintu toko, sepertinya mereka akan masuk kesana. "Entah apa lagi yang mereka ingin beli disana" keluh Elfiza, dia kembali melangkahkan kakinya menuju kedua gadis yang masih aktivitas f itu walau beberapa kantung belanja susah ada ditangan mereka.
"Bukannya tadi kita udah kesana ya? Terus kenapa kesana lagi?" Tanya Fahri, yang hanya dijawab angkatan bahu, dia tidak punya cukup tenaga untuk meladeni pertanyaan Fahri.
****
Satu jam berlalu kaki Elfiza benar - benar berasap karna terus digesekan kelantai untuk melangkah, "Cukup sudah, gue nyerah" kesal Elfiza melihat Siska dan Kezia masih akan memasuki toko, Fahri mengulum senyumnya kasihan juga melihat anak macan itu kelelahan.
"Istirahat gih, biar gue yang ladenin dua anak itu" titah Fahri.
"Nanti gue yang urus, gih sana istirahat dulu, dari pada loe nanti pingsan disini kan lebih berabe, gue ga mau nyeret loe, loe berat" ucap Fahri santai sekali dia mengucapkan kata tabu untuk seorang gadis, jika Elfiza seorang gadis normal, ahhh dia terlalu aneh untuk dikatakan normal.
"Sialan loe" Hanya sebatas itu dia menjawab candaan Fahri soal berat badan yang bagi wanita tabu itu.
"Awasi mereka, gue mau cari tempat buat nyantai dulu, kalau udah kelar kabarin gue" pinta Elfiza, yang diangguki Fahri setelahnya Elfiza benar - benar pergi.
***
"Ahhhh... akhirnya bisa selonjoran juga" ucap Elfiza sambil sesekali memijit betisnya yang sudah pegal.
"Mereka benar - benar ga ada capeknya keluh Elfiza" sambil terus menyesap chamomilenya, 15 menit kemudian dia merasa ingin kekamar kecil, dengan sedikit menggerutu Elfiza bergegas berdiri dan meladeni panggilan alamnya itu.
"Ahhh baru juga selonjoran sebentar" keluhnya sepanjang jalan.
****
"Lega" ucapnya setelah dia selesai dengan panggilan alamnya.
__ADS_1
"Ahhh hai, siapa ini guys" tak ada hari yang menyenangkan jika dirinya sudah bertemu dengan Tania, harinya akan pasti akan buruk, kesenangan yang tadi sempat hinggap menghilang begitu saja, menguap entah kemana, walaupun dengan berbagai keluhan yang dikeluarkan mulutnya tapi Elfiza merasakan senang dihatinya, tapi setelah melihat Tania dkk, kesenangannya sirna bagai disihir saja.
Elfiza berusaha tak memperdulikan ketiga cewe dihadapannya, dia terus melangkah akan keluar dari toilet umum itu, namun langkahnya terhenti saat Tania menghadangnya, Elfiza masih mencoba untuk menghindari ketiga gadis itu dengan melangkah kesamping Tania sayangnya Seli dan Mela juga menghadangnya.
"Ahhh, jangan buru - buru gitu, ngobrol bentar kan boleh ya ga guys" ucap Tania tersenyum miring.
"Minggir gue mau lewat" Elfiza memang tidak pernah menunjukan kesopanannya dihadapan Tania, dia tidak bisa berpura - pura bahwa diantara mereka baik - baik saja, walau Elfiza terkesan cuek diluaran tapi saat berhadapan langsung seperti ini dia terlalu muak untuk memakai topeng kebaikan, itu palsu dan Elfiza tidak suka kepalsuan.
"Widih, adik Yudha yang satu ini galak bener sih" ketua Mela, Elfiza hanya meliriknya sekilas tanpa berniat untuk menjawabnya.
"Gue mau lewat" ucap Elfiza kembali
"Ga semudah itu gadis manis" ucap Tania.
Sedang dari tadi ponsel disaku celananya terus saja bergetar, panggilan masuk dan juga pesan singkat dari teman - temannya terus berdatangan menanyakan keberadaannya.
Elfiza menghembuskan nafasnya lelah, dia sudah capek berjalan mesti juga dia harus capek pikiran karena menghadapi Tania, 'Ahhhh. beruntungnya hari gue' keluh batin Elfiza.
"Apa mau loe?" Tanya Elfiza pada akhirnya.
"Hanya sedikit mengobrol dan bersenang - senang saja" ucap Tania.
*****
Elfiza keluar dari toilet dengan muka betenya terlihat jelas kalau dia sangat kesal, hanya karna masalah sepele dan dia juga merutuki dirinya yang malah ikut terpancing permainan Tania, dia sudah tahu Tania itu senang sekali mengaduk emosinya ketingkat teratas, tapi selama ini dia masih bisa menguasai dirinya, entah setan dari mana tiba - tiba saja Elfiza melawan anak itu dengan sama - sama emosi.
"Loe dari mana aja sih?" Kesal Siska
"Dia deh gue lagi BT tegas Elfiza" membuat Siska menciut untuk menyemburkan protesnya
'Lah ngapa jadi dia yang bt, harusnya kan yang ditinggalin yang bt' batin Siska.
"Udah mending balik yu" ajak Fahri, yang dituruti oleh ketiga gadis itu, sepanjang jalan Elfiza hanya diam saja, membuat Kezia, Siska dan Fahri saling lirik bertanya ada apa dengan anak macan mereka.
'Ahhhhh, keselnya ga ilang juga' batin Elfiza.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1