
Weekend tiba dan saat weekend seperti ini paling asik untuk nonton kartun favorit bagi Elfiza, Elfiza sudah setia didepan televisi bersama beberapa cemilan yang ada dipelukannya.
"Geser manis" pinta Yudis datang dari arah samping membuat Elfiza mendengus karna harus bergeser.
"Kak Yudis tuh ganggu aja deh" Elfiza beringsut untuk pindah posisi.
"Ini tuh hari minggu kamu ko betah banget dirumah dek" celetuk Yudis yang membuat alis Elfiza bertaut tanda tak mengerti maksud ucapan Yudis.
"Emang kenapa ada masalah?" Yanya Elfiza santai
"Ga juga sih, cuman biasanya itu cewek suka yang namanya hang out " jawab Yudis.
"Aku tak tertarik dengan itu " balas Elfiza.
"Eh dek menurut mu Leo ganteng ga?" bertanya memancing Elfiza.
" B, aja " ucap Elfiza santai
"Isss..B aja - B aja ... semua cowo kamau bilang biasa aja terus yang kamu anggap spesial tu yang kaya apa?" Bertanya.
"Ga tau ... udah deh ka jangan jodoh - jodohin aku mulu " ucap Elfiza tandas karna dia tau arah pembicaraan Yudis kakaknya itu tak jauh dari mak comblang untuknya.
"Ihhhh .... kamu bukannya seneng dikenalin ama temen - temen kakak yang kece" celetuk Yudis yang membuat segaris senyum sinis dari Elfiza.
"Kece apaan? jelek iya" jawab Elfiza santai.
"Aisssss... ni anak terus mau jomlo aja ampe kapan kali dek?" Tanya yudis yang hanya dijawab dengan diamnya Elfiza.
"Apa sih Dis yang kamu harepin dari adik selebor kita satu ini ga ada " jelas Yudha yang datang entahdari mana asalnya namun langsung membuat kesal Elfiza saja.
"Apaan banget deh kak Yudha " tukas Elfiza.
"Dek .. kalau kamu absrud kaya gitu jangankan temen Yudis yang kata kamu jelek itu kucing kampus kakak aja ga bakalan mau sama kamu dek " ledek Yudha.
"Apaan deh .... bisanya judit aja " sungut Elfiza.
"Berubahlah dek biar ada yang deketin " tambah Yudis makin menggoda.
"Power rangger kali ahhhh berubah ... udahaa ganggu aja deh " ucap Elfiza ngambek.
'Lagi pada kenapa dah ni dua kakak gue seneng banget kayanya akhir - akhir ini jodohin gue..... kaya gue ga laku aja isssss .... bikin kesel aja' batin Elfiza kesal.
"Sensinya adik ku ini" jahil Yudha bicara sembari mencolek dagu Elfiza
"Ihhhh .... udah deh jangan ganggu aku. Dari minggu kemarin tu aku digangguin mulu sama kakak sampe aku ga bisa fokus sama tontonan ku" protes Elfiza.
"Dihhh.... sok penting banget sih tontonannya padahalkan cuman kartun" jawab Yudis.
"Ihhh ... penting lah buat aku....udah ahhhhh kalau cuman mau ganggu mending pergi aja deh kalian" usir Elfiza pada kedua kakaknya.
"Dih, udah mulai durhaka sama dua kakaknya ya main usir aja " ucap Yudha
"Ga kebalik tu ada juga kak Yudha sama kak Yudis yang durhaka sama adeknya ganggu kesenengan adeknya mulu" jelas Elfiza membuat Yudha dan Yudis melongo saja dibilang durhaka sama adeknya dan segaris semyum diukir dikedua bibir pemuda itu.
__ADS_1
"Bener dek, kamu ga suka sama Leo dia kan ganteng?" Kembali Yudis bertanya tentang Leo pada adiknya itu.
"Emang kakak fikir cinta cuman tentang ganteng aja, bukan kak... karna yang ganteng belum tentu tidak memberi duka." jelas Elfiza sedikit lirih kalimat terakhirnya membuat Yudha dan Yudis jadi diam.
"Lagian heran deh sama kakak masa adiknya masih SMA gini mau dijodoh - jodohin mulu" ucap Elfiza bingung.
"Karna gaya kamu yang selebor kita takut kamu ga laku dek, dan lebih parahnya lagi kalau kamu disangka laki - laki " celetuk jahil Yudha.
"Apaaaaaa... issss apan deh ngeselin banget" teriak Elfiza yang sukses membuat bi Mina yang tangah membersihkan ruang tamu sampai tergopoh - gopoh menghampiri mereka.
"Aduh bibi kira neng El kenapa - kenapa" ucap bi Mina hawatir. yang membuat ketiganya cengengesan lalu meminta maaf.
***
Pantai pangandaran masih sama seperti dulu, yang berbeda hayalah kedatangan Elfiza ketempat itu sendirian tanpa dirinya, jika dulu Elfiza selalu bersama dengannya setiap kali ingin melihat sunsat dipantai pangandaran.
Hari ini masih weekend untuk Elfiza karna ini hari libur paska kenaikan kelas kemarin, jadi Elfiza memutuskan untuk berlibur dipangandaran.
"Hemmmmmm.... sudah lama selai rasanya" gumam Elfiza pelan.
"Indah bukan sunsatnya?"
"Masya allah" ucap Elfiza kaget karna seingatnya dirinya hanya seorang diri disini ,lantas itu suara siapa barusan?
"Kaget ya sory deh " jawab sipria yang berhasil membuatnya kaget itu, sontak Elfiza menoleh dan ia benar - benar dibuat kaget oleh sipria itu.
'Kenapa mesti ketemu loe lagi sih' batin Elfiza lirih.
"Ngapain?" Tanya Elfiza akhirnya setelah ia bisa menguasai dirinya kembali.
"Ga nyangka gue bisa ketemu loe disini, gue fikir gue udah ga bisa ketemu loe lagi semenjak hari itu" ucap Nano sedikit bergetar.
Elfiza tetap diam tak menjawab satupun dari ucapan Nano, dia tengah memaksa hatinya untuk tak lagi bergetar.
"Loe dimana sekarang? Maksud gue loe tinggal dimana sekarang? Kenapa loe pindah ga bilsng gue? Apa gue udah ga penting buat loe? Gue kangen loe El, apa loe ga kangen gue?" Berondongan pertanyaan terlontar dari mulut Nano dari yang masuk akal sampai yang ga masuk akal menurut Elfiza.
Sesak yang menghipit dadanya semakin terasa kala Nano bertanya apa dirinya sudah tak penting untuk Elfiza? Apa Elfiza merindukannya? Semua terasa mengiris hatinya kembali pertemuan yang tak disengaja inipun membuka lagi goresan hati yang lama yang memang belum tertutup sempurna.
"Dimanapun gue sekarang yang jelas gue bahagia, tanpa loe!" tTandas Elfiza.
"Loe bahagia tanpa gue itu artinya loe udah lupain gue?" Tanya Nano memastikam ada rasa sakit dihatinya dan berharap itu semua bohong adanya jika sang pujaan hati tak akan melupakannya sampai kapanpun, kini Nano tau cintanya hanya untuk Elfiza dan Nadin hanyalah sebuah kesalahan baginya, namun sayangnya kesalahan itu fatal.
"Apa loe udah ga cinta lagi sama gue El?" tanya Nano yang sukses membalikan pandangan Elfiza kearahnya, menatap nyalang manusia yang tak tahu diri itu, membicarakan soal cintanya.
'Berteriak lah El, maki lah gue tampar gue tonjok gue bentak gue, seengganya itu buat loe lega El jangan siksa diri loe seperti ini hanya karna gue. Gue sayang sama loe El, gue cinta sama loe tapi gue sadar kesalahan gue terlalu besar untuk loe terima, gue cuman ingin loe luapin emosi loe El karna semenjak hari itu loe bukan loe yang dulu, dan sekarang gue ga tau keberadaan loe dimana' Batin Nano ngoceh.
"Loe tanyakan cinta gue buat loe? tanyakan itu pada diri loe sendiri Nan! loe tanyakan rindu gue buat loe? Tanyakan sendiri pada diri lo Nan!" jelas Elfiza, Nano hanya diam melihat gadis yang teramat berarti untuknya yang dulu pernah hadir dalam hidupnya, namun hancur seketika karna egonya.
"Gue bahagia tanpa loe, gue bahagia tanpa cinta loe dan tanpa rindu loe, cinta loe rindu loe dan segala tentang loe bagi gue hanya sekedar mimpi Nan" Elfiza menjeda ucapannya untuk mengeluarkan sesak didadanya.
"Mimpi indah yang harus gue telan keindahan itu disaat pagi datang!" Tambahnya.
"Seindah apapun itu jika bentuknya hanya mimpi tak kan pernah bisa terwujud Nan, dan gue sadar akan hal itu jadi gue udah melupakan mimpi itu disetiap langkah gue " tandas Elfiza kembali sambil berlalu pergi dari hadapan Nano.
__ADS_1
Sesak rasanya berdekatan dengan orang yang masih memiliki tempat berarti dalam hidupnya, Nano tak mendekat namun tak menjauh untuknya dia teruas berada dalam kehidupan Elfiza membuat Elfiza seakan tak berdaya dan tersiksa melanjutkan setiap langkah dihidupnya.
'Kenapa Nan kenapa begitu sakit buat lupain loe? Kenapa kenapa begitu sulit buat buang rasa ini, loe tanyakan rindu gue buat loe iya gue emang munafik dan pecundang yang ga bisa bicara lantang bahwa gue masih memendam rindu itu buat loe dan masih menjaga cinta buat loe' batin elfiza berteriak.
Ingin rasanya ia berteriak dan menumpahkan semuanya tapi dirinya sadar itu tak lagi berarti percuma karna semua sudah terjadi dan tak bisa dirubah kembali juga tak bisa diperbaiki kembali yang ada hanyalah masa lalu yang hanya untuk dikenang.
Setelah sore itu Elfiza memutuskan untuk pulang keLembang malamnya karna ia tak ingin bertemu dengan Nano bahkan para sahabatnya pun menggerutuh seakan mereka tak rela Elfiza pergi bahkan mereka yang awalnya akan bertandang dan meginap dirumah Elfiza selama dia disini nyatanya hanya rencana saja.
"Loe seriusan mau balik ini teh udah malem kali El?"Tanya Yunia yang tak habis fikir sama semua tingkah aneh sahabatnya itu.
"Iya gue serius" jawab Elfiza singkat
"Gila ya loe, udah gue telpon bang Tigor dulu deh biar anter loe pulang" ucap Sri.
"Ga usah gue bisa sendiri ini udah malem kasian bang Tigor nanti dia baliknya lagi gimana?" Tanya Elfiza.
"Nah itu loe tau udah malemkan, ngapain maksa pulang sih? mikirin abang gue baliknya gimana sedangkan loe ga mikirin diri loe sendiri balik malem - malem loe kan perempuan El ..Perempuaan" tegas Sri yang mulai emosi.
"Nyantai lah gue bisa jaga diri gue ko" jawab Elfiza meyakinkan para sahabatnya agar tak hawatir.
"Loe yakin? Masalahnya ini udah terlalu malem buat cewe El" jelas Zia berusaha membujuk Elfiza .
"Gue yakin" ucap Elfiza mantap.
"Ga seru loe mah gue bela -belain pulang dari Jakarta walaupun libur kuliah gue itu tiga hari mendatang tapi demi loe gue rela ketinggalan kelas tapi loenya malah cabut" ucap Yunia kecewa.
"Sory deh ka dory tapi ini beneran ngedesek banget urgen banget" ucap Elfiza merasa tak enak hati pula pada sahabatnya itu, tapi dirinya tak sanggup jika harus berlama - lama ditempat ini jika dia masih belum bisa berdamai dengan hatinya.
"Apa ibu atau ayah sakit?" Tanya Zia soalnya Elfiza tak memberitahukan alasan kepulangannya yang mendadak itu.
"Bukan soal itu ayah sama ibu baik - baik aja ko "jawab Elfiza.
"Lah terus kenapa buru - buru balik?" Tanya Sri.
"Ada masalah yang mesti gue kelarin dan ga mungkin keburu kalau gue balik besok pagi and sory gue belum bisa cerita masalahnya apa gue harap kalian ngerti ya" pinta Elfiza berbohong, tak sepenuhnya berbohong sih karna baginya perasaan hati yang belum usai itu juga masalahnya.
"Ok kalau gitu tapi inget ya kita ada buat loe kapan pun loe butuh " ucap Sri sambil memeluk Elfiza dan diikuti Zia dan Yunia
"Thank gust and sory, gue ga bisa temenin kalian " ucap Elfiza kembali.
"No problem say.. kita ngerti ko kapan pun loe siap buat cerita kita selalu stay ko" jawab Yunia yang diangguki kedua sahabatnya.
"Loe hati - hati dijalan kabarin kita - kita kalau udah sampai, ini bus terakhir ke Lembang dan inget jangan sampe ketiduran dijalan" jelas Zia
Zi memang paling bawel untuk urusan apapun seperti ibu kedua saja bagi mereka namun itu tak menjadi masalah untuk mereka, apa lagi Elfiza punya pengalaman tidak mengenakan saat daik kendaraan umum, makin cerewetlah dia.
"Asiap bos .. gue berangkat dulu ya see you " pamit Elfiza sambil melambaikan tangan dan masuk kedalam bus. Walau ada rasa takut dalam hatinya karna kembali naik kendaraan umum dan kali ini dia hanya seorang diri, tapi mau bagai mana lagi dia tetap harus pulang malam ini juga.
"See you" ucap ketiga sahabatnya melakukan hal yang sama yang Elfiza lakukan.
Yunia, Zia dan Sri tau jika malam itu ada sesuatu yang terjadi antara Elfiza dan Nano karna mereka tau jika Elfiza cerita bahwa dirinya sedang berada dipantai pangandaran sebelum pulang ke rumahnya.
Pasti semua itu ada hubungannya namun mereka memilih diam dan tak ingin bertanya jika Elfiza sendiri belum siap untuk bercerita, jika Elfiza sudah siap dia akan bercerita sendiri.
__ADS_1
'Gue tak menyangka jika kepulangan gue ke pangandaran malah mengantarkan duka gue menjadi luka yang begitu manis kembali terbuka, rasanya masih sama Nan sakit' batin Elfiza
TBC...