My Story Elfiza Anestasia

My Story Elfiza Anestasia
JALAN - JALAN BARENG ARJUNA


__ADS_3

Hari terus berganti, meninggalkan minggu dan minggu berganti meninggalkan bulan, dan begitu seterusnya tak terasa sudah satu smester dilewati oleh Elfiza dengan berbagai macam drama yang telah dialaminya beserta kawan - kawannya itu.


Hari ini libur untuknya paska ujian smesternya, dia tengah bersantai ria sambil menonton siaran kartun vaforitnya, sudah jarang dia bisa menonton salah satu anime yang ditayangkan diIndonesia ini.


Suapan demi suapan tak membuat perutnya kenyang, bagai mana kenyang jika dirinya hanya fokus pada tontonannya sedangkan dengan makanannya dia tak fokus, untung hanya cemilan, jika makanan berat seperti nasi entah harus berapa piring dia nambahnya. Ahh dasar Elfiza kelakuannya memang ada - ada saja.


Tak berselang lama bel berbunyi, menandakan adanya seorang tamu diluar sana, Elfiza melirik sekilas kearah ruang tamu, karna ruang tamu bertepatan dengan pintu masuk vila itu.


Beberapa kali bel dibunyikan, baru ia hedak berdiri untuk membuka pintu itu, dari arah dapur mbak Nika berlari terburu - buru untuk membukakan pintu itu, akhirnya Elfiza duduk kembali.


Tak seberapa lama mbak Nika kembali "Ada siapa mba?" Tanya Elfiza.


"Aku El" belum juga sempat menjawab mbak Nika, tamunya sudah menjawab pertanyaan sang majikan.


"Kalau begitu saya permisi dulu non" ucap mbak Nika, Elfiza mengangguk sambil menekuk wajahnya, Arjuna melihat perubahan ekspresi adik dari sahabatnya itu, segaris senyum terbit dibibirnya, seringnya main kerumah Yudha bagaikan rumahnya sendiri membuat Arjuna mengetahui sedikitnya tentang penghuni rumah itu.


Apa lagi dengan tingkah laku penghuninya seperti salah satu contohnya perubahan ekspresi Elfiza saat ini, dia tahu betul Elfiza tak pernah suka dipanggil non atau nona, dia merasa risih, tapi sepertinya si wanita yang dipanggil mbak olehnya itu salah mengucapkannya, dan si mbak juga sepertinya menyadari kesalahan ucapannya itu, makanya cepat - cepat pergi gitu aja.


"Orang baru ya?" Tanya Arjuna setelah memastikan bahwa si mbaknya pergi, Elfiza mengangguk menjawab.


"Mbak Nika selalu salah nyebut sajah" keluhnya mengerucutkan bibirnya karna kesal.


"Ya udahlah mungkin belum terbiasa kali" ujar Arjuna yang hanya diangguki Elfiza.


"Tumben kakak ke sini" ucap Elfiza


"Lah biasanya juga kakak suka kesini kan" jawab Arjuna


"Iya sih tapikan kalau cuman ada kak Yudha doang" sedikit ketus Elfiza menjawab membuat Arjuna sedikit terkekeh geli.


"Mau ajak anak macan pergi, tapi sepertinya dia engga mau" ucap Arjuna dibuat lesu mukanya.

__ADS_1


Mendengar Arjuna ingin mengajaknya pergi membuat wajah btnya mendadak sumringah "Beneran?" Tanya Elfiza antusias yang dijawab anggukan oleh Arjuna.


"Iya, ganti baju sana" titah Arjuna.


"5 minuts" ucap Elfiza yang diangguki oleh Arjuna setelahnya Elfiza melesat manaiki anak tangganya untuk pergi kekamarnya.


***


Elfiza menepati janjinya, 5 menit kemudian dia telah siap dengan pakainya, sebuh celana jins panjang berwarna nevvy minghiasi kakinya, dan kaos putih polosnya tak lupa dia mengenakan jaket bomber army andalannya dengan spatu sneakres senada dengan bajunya.


Arjuna melihat Elfiza yang turun dari lantai dua itu menuju kearah dirinya, sejujurnya style Elfiza bukanlah style tipe cewe yang arjuna suka karna dirinya lebih menyukai style cewe feminin, tapi tetap saja Arjuna terpana melihat apa yang dikenakan oleh Elfiza saat ini.


Ternyata anak itu bisa memancarkan sinarnya sendiri tanpa harus mengikuti gaya perempuan pada umumnya, dimata Arjuna anak itu sudah terlihat imut nan manis jangan lupakan kata cantik yang tersemat diwajahnya, ternyata komplit juga sematan Elfiza itu.


"Sudah siap?" Tanya Arjuna


"Su-dah" jawab Elfiza kikuk karna sedari tadi Arjuna terus memperhatikannya, entah ada apa dengan sahabat kakaknya itu.


'Apa ada yang salah ya ama penampilan gue?' Batin Elfiza bertanya - tanya.


***


"Kamu maunya kemana?" Tanya Arjuna


"Gimana kalau ATV aja" ajak Elfiza


"Kamu yakin?" Tanya Arjuna karna biasanya jika seorang pria mengajak seorang wanita jalan biasanya siwanita inginnya ketempat - tempat yang indah or romantis atau nonton film romantis or diner dengan nuansa romantis tapi Elfiza malah memilih bermain ATV, sungguh sangat unik (memangnya kamu sedang berkencan).


"Tentu ada yang salah?" Tanya Elfiza tak mengerti


"Tidak ada, hanya saja" ujar Arjuna menggantung ucapannya.

__ADS_1


"Hanya saja apa?" Tanya Elfiza tak mengerti.


Ingin rasanya dia bilang yang ada dibenaknya namun setelah difikir lagi memangnya dia tengah berkencan degan adik dari sahabatnya itu mengapa berfikir sampai ingin romantis - romantisan segal.


'Mikir apa sih loe Jun' grutuh otaknya


"Ahhh sudah lupakan, baiklah kita ke tempat ATV saja" putus Arjuna akhirnya yang diangguki semangat oleh Elfiza.


'Semangatnya anak satu ini' batin Arjuna tanpa sadar bibirnya tertarik membuat segaria senyum tipisnya, sudah dari bulan lalu Arjuna ingin mengajak adik dari sahabatnya itu pergi jalan - jalan seperti ini.


Tapi tak kesapaian saja karna tugas kuliah yang bertumpuk, baru hari ini kesampainya dan beruntunya dia saat ini dua pengawal setia Elfiza sedang tidak ada dirumah, Yudis sedang berkunjung kepangandaran entah untuk apa bilangnya sih kangen dengan taman - temannya disana padahal dia ingin bertemu dengan mantan sahabatnya itu.


Iya bagi Yudis, Nano hanyalah mantan sahabatnya karna dia tak ingin mempunyi teman yang menyakiti keluarganya, Yudha dan Yudis sudah tahu perihal waktu itu Elfiza pulang - pulang malah menangis, ternyata itu ada sangkut pautnya dengan Nano.


Maka dari itu Yudis ingin bertemu dengannya, untuk sekedar reuni dengan sahabat lama bermain sebentar bersamanya, awalnya juga Yudha ingin ikut dengan Yudis untuk memberikan hadiah perkenalan darinya hanya saja ayahnya mengajaknya ke Surabaya untuk memantau cabang yang ada disana.


Yudha memang sudah mulai belajar bisnis dengan ayahnya dari dua bulan yang lalu, itulah mengapa Arjuna merasa lebih bergembira saat ini karna tak akan ada yang menggangu waktu mereka berduaan.


Karna bila Arjuna mengajak Elfiza jalan - jalan saat ada kedua pengawalnya sudah dapat dipastikan dua pengawal itu akan ikut dan itu akan mengacaukan semuanya menurutnya, Arjuna akui dia memang tertarik dengan adik dari sahabatnya itu, namun dia belum bisa pastikan jika ketertarikannya itu adalah ketertarikan terhadap lawan jenis atau hanya karna dia ingi memiliki adik yang manis sama seperti sahabatnya itu miliki.


Maka dari itu dia ingin memastikannya agar dia tahu rasanya itu benar - benar sayang dan cinta atau hanya sekedar suka atau malah sayang sebagai adik, dia harus benar - benar memastikannya agar dia bisa mengambil sikap.


Sepertinya jika suka karna cinta Arjuna mungkin akan mengutarakan perasaannya dan meminta Elfiza menjadi pacarnya, ya walau pasti kedua pengawal itu akan sangat rusuh nantinya.


Atau jika perasaannya hanya sebatas sayang terhadap adiknya dia juga akan untarakan hal itu agar tidak ada kesalah fahaman diantara mereka karna Arjuna bisa saja perhatian terhadap bocah itu.


Kaum wanita lemah bukan jika sudah diperhatikan dia akan mengira jika yang memperhatikannya memiliki perasaan spesial, padahal itu bentuk rasa sayang yang lain selain dari cinta, dia tak ingin membuat baper dan berakhir dikatai seorang PHP saja jika terbukti dirinya tak memiliki perasaan itu.


Maka satu - satunya cara Arjuna harus pandai curi waktu untuk bisa bersama dengan Elfiza lebih dekat lagi, agar dia bisa tahu perasaannya.


"Sudah sampai, ayo turun" ajak Arjuna, tak terasa sudah sampia ditempar ATV.

__ADS_1


"Yey akhirnya bisa main" antusias Elfiza,  membuat Arjuna menggeleng saja karna lelakuan adik dari sahabatnya itu.


🍃🍃🍃🍃


__ADS_2