
"Gue perna punya hal kelam tentang cinta El" akhirnya Fahri jujur juga dengan apa yang selama ini menjadi masalahnya, membuatnya takut untuk memulai kembali kisah cintanya.
Elfiza duduk kembali, dia ingin tahu seberapa jauh Fahri mempercayainya untuk bercerita hal pribadi padanya, "Mau cerita?" Tanya Elfiza.
Fahri terdiam, tak seberapa lama dia meghirup dalam - dalam udara untuk memulai bercerita. "Jauh sebelum ada Kezia disini sudah ada yang menempatinya dulu" ucapnya sambil menunjuk hatinya.
"Dua kali gue merasa sakit karna cinta" ucapnya memulai cerita sore itu, Elfiza setia mendengar ceritanya.
Ternyata Fahri memiliki hal yang sama dengannya dihianati oleh orang - orang yang dipercayanya walaupun kasus Fahri lebih rumit darinya, namun tetap saja rasa sakit yang dirasanya pasti sama seperti apayang dirasakan oleh Elfiza sampai saat ini, itu sebabnya saat Fahri bilang "Gue ga mau sakit lagi" Elfiza faham betul bagai mana rasanya.
Hal yang wajar ko kalau Fahri sedikit trauma degan rasa sakitnya, apa lagi Fahri mengalaminya sampai dua kali, Elfiza saja yang hanya sekali sampai saat ini belum bisa menyembuhkan perasaannya apa lagi Fahri yang dua kali mengalaminya.
"Namanya Rachel, dia lebih memilih menjauh sekarang ketimbang memperbaiki hubungan dengan gue" ucapnya kembali melanjutkan ceritanya.
"Loe ga berusaha untuk menjelaskan kalalu disitu bukan loe yang salah?" Tanya Elfiza
"Sering bukan hanya sekali tapi berkali - kali hingga pada akhirnya gue cape dan mutusin ngebiarin hal itu" jawab Fahri.
"Sakit dengan orang yang sama itu sudah cukup membuat gue ciut buat ngejalin hubungan lagi El, rasa sakitnya sampai saat ini" jelas Fahri.
"Loe ga coba buat minta bantuan sahabat loe itu?" Tanyanya
"Sahabat yang mana yang loe maksud?" Tanya Fahri kesal, Elfiza bugkam memang kisah Fahri lebih rumit dari apa yang dia dengar barusan.
Dulu Fahri pernah kenal dengan orang yang bernama Rachel dia begitu dekat dengannya, Rachel adalah gadis manis yang pernah Fahri kenal dan itu pertama kali Fahri merasa nyaman terhadap lawan jenis.
Saat itu Fahri baru memasuki masa biru putihnya, awalnya memang tak ada rasa suka hanya sekedar teman saja, tapi lama kelamaan rasa itu timbul karna serignya bersama menimbulkan kenyamanan dihati Fahri dan Rachelpun megalami hal yang sama sebelum Fahri megenalkannya kepada Tangguh sang sahabat yang berbeda sekolah dengannya.
Saat kelas dua SMP bocah itu mencoba megutarakan apa yang dirasanya kepada gadisnya, mungkin saat itu yang terbentuk baru cinta monyet saja sayangnya Rachel tak menerimanya, katanya masih kecil dan hal itu dimaklumi oleh Fahri, namun ditolak ya rasanya pasti sakitlah.
Namun tak membuat hubungan Fahri dan Rachel renggang malah semaki hari semakin lengket saja bak prangko, membuat Fahri yakin jika Rachelnya juga memiliki rasa yang sama hanya belum sadar saja, jika masih kecil dia akan coba untuk bertahan hingga waktunya tiba.
__ADS_1
Fahri memupuk rasa cintanya itu sampai dia mengenalkanya pada Tanggu lebur sudah semua yang dipupuknya malah membuatnya menderita karna tak bisa melupakan Rachelnya.
Setelah lulus SMP Fahri mencoba peruntungan lagi utuk menembak sang pujaan hati tapi masi saja gagal, sampai pada percobaan kelimanya barulah dia mendapat jawaban yang sangat menggembirakan saat itu dia baru selesai tes untuk masuk SMAnya.
Sayang kali ini dia memilih SMA yang tidak sama dengan pujaannya, walau demikian dia rela berputar - putar ria hanya untuk mengantar dan menjemput sang kekasih.
Tapi nyatanya pengorbanan itu sia - sia karna Rachel malah bertingkah dengan sahabatnya, dia masih ingat betul apa yang diucapkanya untuk sang sahabat "Ternyata orang yang gue suruh buat jagain pacar gue dia yang nikung gue" ucap Fahri sarkas.
Kecewa tentu saja sangat amat kecewa denga apa yang dia lihat, ternyata selama ini orang - orang yang dipercayanya tidak sejujur kelihatannya.
"Bukan salahnya Fah, tapi salah kamu, kamu lah yang ada dalam hubungan aku dan Tangguh, bukan Tangguh" Rachel tak ingin pacarnya jadi sasaran amukan Fahri karna Rachel tahu bagai mana sikap Fahri jika sudah marah.
"Apa maksudnya?" Tanya Fahri tak mengerti.
"Sejujurnya sebelum kamu tembak aku, aku sudah jadian dengan Tangguh, itu mengapa aku tak mau menerima mu" ucap Rachel ada nada bersalah dalam ucapannya.
"Kenapa ga bilang?" Tanya Fahri meninggikan suaranya.
"Loe buat gue tambah sakit kalau gini ceritanya Tangg" ketus Fahri
"Maaf Fah gue ga maksud" ucap Tangguh.
"Terus apa maksudnya loe nyuruh Rachel terima gue?" Tanya Fahri
"Mungkin dengan begini kita bisa berbagi Rachel tanpa ada yang sakit hati" jujur Tangguh.
Buggg ..
Satu pukulan mendarat dipipi Tangguh untuk hal itu Rachel membiarkannya karna dia juga merasa kecewa dengan apa yang diucapkan Tangguh, walau demikian dia merasakan sakitnya juga melihat orang yang dicintainya bermasalah dengan sang sahabat hanya karna dirinya.
"Pemikiran yang sangat tolol, siapapun orangnya tidak pernah ingi miliknya dibagi, cuman loe yang ingin membagi milik loe, gue bakalan lebih bisa nerima kejujuran loe dari pada loe giniin gue" naik turun bahu Fahri karna amarahnya yang memuncak namun masih mencoba ditahannya sekuat yang dia bisa.
__ADS_1
"Dan loe mau aja loe jadi boneka, mulai saat ini antara gue dan loe tidak pernah lagi ada hubungan apa - apa" setelah berucap demikian Fahri meninggalkan mereka berdua.
"Pasagan paling cocok sedunia" kesal Fahri.
***
Fahri mencoba bangkit dari keterpurukannya untuk memulai hidupnya dia menanamkan jika masih ada wanita lain didunia ini yang bisa membuatnya bergetar selain Rachel tapi nyatanya sulit butuh berbulan - bulan untuk menyembuhkan lukanya.
Memang mungkin Elfiza mengetahui Fahri mencintai Kezia selama tiga tahun, tapi sayangnya Elfiza salah selama dua tahun dia hanya mencoba memantapkan hatinya kepada Kezia karna dia memiliki rasa suka untuk gadis itu. Tapi lagi - lagi setelah Fahri yakin dengan perasaan yang sudah hilang itu nyatanya dia kembali sambil menagis jika dirinya tak sanggup lagi bersama Tangguh.
Dan Fahri malah megulangi kesalahan yang sama yang malah membuatnya lebih sakit untuk yang kedua kalinya.
"Apa maksud loe mempermainkan gue seperti ini?" Bentak Fahri bertanya pada Rachel.
"Fah ini tuh ga seperti yang kamu fikir, denger dulu penjelasan ku" pinta Rachel
"Apa yang mau loe jelasin ke gue?" Tanya Fahri sarkas.
"Kami hanya kebetulan bertemu, dia bercerita bahwa dirinya sedang kesulitan hanya itu Fah, aku hanya coba untuk membantu, bagai manapun keadaannya aku dan dia tetaplah teman sama seperti mu, apa karna kesalahan waktu itu kamu masih tak bertegur sapa padanya?" Tanya Rachel
"Kau lebi tahu apa rasanya dikecewakan bukan" tandas Fahri lantas pergi meninggalkan Rachel seorang diri yang hanya terdiam.
Bukannya Rachel tak mengerti dia sangat amat mengerti, dia hanya ingin berdamai dengan masa lalunya, agar tak membuatnya sakit setiap kali bertemu tak segaja dengan lelaki yang masih memili hatinya itu.
Apa itu salah jika ia ingin berdamai dengan masa lalunya, yang dia harapkan dari Fahri adalah mengerti keadaannya dia juga ingin Fahri berdamai dengan masa lalunya toh dia kini telah mendapatkan dirinya, seharusnya Fahri lebih bisa berdamai dengan keadaan dan percaya terhdapnya.
Sungguh keinginan yang sangat egois bukan Rachel, dia bukan tengah marah dan membenci dia tengah kecewa, seseorang yang sudah pernah dikecewakan akan lebih waspada agar apa? Agar dirinya tak lagi masuk kedalam lubang yang sama.
Kesalahan yang Fahri perbuat adalah menerima mu kembali dalam hidupnya hingga membuatnya terjatuh kedalam lubang yang sama, Fahri berfikir dengan dia disisi Rachel saat ini akan bisa menggantikan posisi Tangguh dihati Rachel tapi pemikirannya jauh melesat.
Cinta itu tak bisa dipaksakan sekeras apapun kau berusaha tetap saja kau tidak akan bisa melawannya jika dia menentang mu untuk masuk kedalam hatinya.
__ADS_1
Tapi apalah daya seorang Fahri yang tak bisa menentang cintanya untuk Rachel yang mengakibatkannya jatuh kedasar jurang terdalam rasa sakit.